Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PLN Terbitkan Obligasi dan Sukuk Dengan Target Rp10 Triliun

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 06 Juni 2017 | 17:49 WIB
PLN Terbitkan Obligasi dan Sukuk Dengan Target Rp10 Triliun
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka. [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Perusahaan Listrik Negara (“PLN” atau “Perseroan”) menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan, dengan target dana yang dihimpun maksimal sebesar Rp10 triliun (terdiri dari Rp8 triliun untuk obligasi dan Rp2 triliun untuk sukuk ijarah). Target dana yang akan dihimpun dalam rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun (terdiri dari sebanyaknya Rp1,6 triliun untuk obligasi dan Rp400 miliar untuk sukuk ijarah).

"Kedua efek hutang tersebut rencananya, masing-masing, akan diterbitkan dalam tiga seri yaitu seri A tenor lima tahun, seri B tenor tujuh tahun, dan seri C tenor 10 tahun dan telah mendapat peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)," kata Kepala Satuan Komunikasi  Korporat PLN, I Made Suprateka di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi efek (joint lead underwriter/JLU). Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) bertindak selaku wali amanat.

Sesuai rencana, paparan publik (public expose) dilaksanakan pada 6 Juni 2017, sedangkan masa penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada 6 hingga 15 Juni 2017. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada akhir Juni 2017. Sedangkan penawaran umum diharapkan berlangsung pada awal bulan yaitu 3 hingga 6 Juli 2017 dan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2017. PLN akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, untuk untuk memenuhi kebutuhan investasi PLN dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan Indonesia.

"PLN, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki tiga segmen bisnis, yaitu pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi. Hingga akhir 2016, PLN menguasai 79 persen dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik atau sekitar 43.294 MW. Kapasitas tersebut meningkat 3,3 persen dibandingkan 2015 yang sebesar 41.895 MW. Selain memiliki pembangkit, Perseroan juga bertindak sebagai pembeli utama listrik dari produsen listrik mandiri (independent power producer/IPP)," ujar I Made.

Sementara itu, PLN adalah satu-satunya penyedia layanan transmisi di Indonesia. Hingga akhir 2016, panjang jalur transmisi perseroan mencapai 44.065 kilo meter sirkit (kms), meningkat 5,7 persen dibandingkan 2015 yang sebesar 41.683 kms. Adapun kapasitas trafo transmisi mencapai 98.898 Megavolt Ampere MVA, naik 6,7 persen dari 92.651 MVA. Adapun pada segmen distribusi listrik, PLN merupakan distributor tunggal untuk pelanggan akhir di Indonesia. Panjang jalur distribusi perseroan mencapai 887.241 kms pada akhir 2016 atau meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sepanjang 843.098 kms. Sedangkan kapasitas trafo distribusi mencapai 50.099 MVA, naik 6,3 persen dari 47.129 MVA.

Hingga akhir 2016, jumlah pelanggan PLN sebanyak 64,3 juta pelanggan, meningkat 5 persen dibandingkan 2015 yang sebanyak 61,2 juta pelanggan. Secara fundamental, PLN didukung oleh permintaan listrik yang kuat di Indonesia. Selain itu, perseroan ditopang oleh operasional yang efisien dengan perbaikan secara kontinyu, kemudian posisi yang tepat untuk mencapai pertumbuhan, dukungan kuat dari pemerintah, statistik kredit yang kuat dan stabil, serta tim manajemen yang berpengalaman.

Sepanjang 2016, PLN mencatat penjualan listrik sebesar 216 TWh atau meningkat 6,5 persen dibandingkan 2015 yang sebesar 202,8 TWh. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pelanggan listrik yang cukup baik. Bertambahnya jumlah pelanggan juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi dari 88,3 persen pada akhir Desember 2015 menjadi 91,16 persen pada Desember 2016. Pertumbuhan jumlah pelanggan juga mendorong pertumbuhan pembelian produksi listrik. "Pada 2016, pembelian listrik perusahaan tercatat 64,8 TWh atau naik 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 57,5 TWh," tutur I Made.

baca juga

Adapun pendapatan PLN pada 2016 mencapai Rp 222,8 triliun, tumbuh 2,5 persen dibandingkan 2015 yang sebesar Rp217,3 triliun. Laba bersih PLN meningkat 75,04 persen dari Rp6 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp10,5 triliun pada tahun 2016. Sementara itu, total aset PLN hingga akhir 2016 sebesar Rp1.274,6 triliun, dengan total kewajiban mencapai Rp393,8 triliun dan total ekuitas Rp880,8 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

April 2017, Laba Bersih Pertamina EP 192 Juta Dolar AS

April 2017, Laba Bersih Pertamina EP 192 Juta Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 03 Juni 2017 | 14:58 WIB

Buruh Pertamina Patra Niaga Tolak PHK Sepihak

Buruh Pertamina Patra Niaga Tolak PHK Sepihak

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 11:01 WIB

Pertamina Targetkan Kilang RDMP dan NGRR Tuntas 2025

Pertamina Targetkan Kilang RDMP dan NGRR Tuntas 2025

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 17:54 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Lebaran 2017 Aman

Pertamina Pastikan Stok BBM Lebaran 2017 Aman

Bisnis | Senin, 22 Mei 2017 | 15:16 WIB

Saat Lebaran, Pertamina Fokus Awasi Stok BBM di Jawa Tengah

Saat Lebaran, Pertamina Fokus Awasi Stok BBM di Jawa Tengah

Bisnis | Senin, 22 Mei 2017 | 13:49 WIB

Begini Cara Pertamina Hadapi Lonjakan Konsumsi BBM Saat Lebaran

Begini Cara Pertamina Hadapi Lonjakan Konsumsi BBM Saat Lebaran

Bisnis | Senin, 22 Mei 2017 | 13:25 WIB

PLN Teken 37 MOU dan 2 PPA Terkait Energi Baru Terbarukan

PLN Teken 37 MOU dan 2 PPA Terkait Energi Baru Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 15:00 WIB

PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik Senilai Rp6,28 Triliun

PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik Senilai Rp6,28 Triliun

Bisnis | Kamis, 18 Mei 2017 | 19:42 WIB

Kontrak Jual Beli Gas PLN Dengan Tangguh Berlangsung 16 Tahun

Kontrak Jual Beli Gas PLN Dengan Tangguh Berlangsung 16 Tahun

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:30 WIB

PGN Teken Perjanjian Jual Beli Gas Dengan ConocoPhillips

PGN Teken Perjanjian Jual Beli Gas Dengan ConocoPhillips

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 17:35 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB