IPW Kritik Pemerintah Gagal Paham Masalah Perumahan Subsidi

Adhitya Himawan

Selasa, 11 Juli 2017 | 15:08 WIB
IPW Kritik Pemerintah Gagal Paham Masalah Perumahan Subsidi
Komplek perumahan subsidi di Indonesia. [Dok Kementerian PUPR]

Rencana pemangkasan anggaran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) tahun menjadi sekitar Rp3,1 triliun dari alokasi awal Rp9,7 triliun menjadi bukti ketidakpahaman pemerintah dalam menjalankan visi perumahan rakyat. Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR beralasan penyaluran subsidi yang kerap tidak tepat sasaran membuat pemerintah mengalihkan dana tersebut pada tahun ini untuk pembangunan proyek strategis nasional.

"Program perumahan yang masih tidak anggap sebagai program strategis menjadi bukti ketertinggalan Indonesia dalam penyediaan rumah rakyat. Permasalahan teknis di lapangan terkadang membuat kelancaran program ini tidak berjalan dengan baik," kata Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW) di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Menanggapi hal tersebut IPW bereaksi keras karena alasan yang diungkapkan terlalu teknis. “Pemangkasan anggaran perumahan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak melihat perumahan rakyat sebagai program strategis. Kementerian terlalu bernuansa pembangunan fisik infrastruktur dan mengesampingkan perumahan yang seharusnya dapat berjalan bersama, apalagi dalam satu kementerian,” jelas Ali.

Ali menyebutkan berdasarkan hasil riset yang dilakukan selama 3 tahun terakhir, peminat rumah FLPP meningkat tajam, bahkan dalam triwulan 2 tahun 2017 di tengah pasar properti yang masih melambat, titik balik justru terjadi di pasar rumah FLPP. Analisis yang dilakukan memerlihatkan jumlah unit yang terjual di Jabodebek-Banten terus mengalami pergeseran ke segmen bawah. Porsi penjualan di segmen harga di bawah Rp 300 juta berkisar 35 persen dimana sebesar 45 persennya didominasi oleh perumahan FLPP dan ini merupakan angka yang tinggi dalam setahun terakhir. Selain itu berdasarkan pengamatan di lapangan, proyek-proyek perumahan FLPP sanggup menjual 50 – 100 unit rata-rata per bulan dan ini merupakan bukti bahwa tingkat pemintaan yang cukup tinggi di segmen ini.

Alasan pemerintah dengan lebih fokus anggaran ke SSB (Subsidi Selisih Bunga) merupakan fakta lain bahwa kementerian tidak berpikir jangka panjang. Dengan dana FLPP 9,7 triliun pada anggaran terdahulu mungkin dapat membiayai sekitar 100.000 unit dibandingkan SSB Rp 3,7 triliun untuk 400.000 unit.

Namun perlu diketahui bahwa dengan SSB masih bersifat subsidi dan dapat menjadi beban pemerintah. Sedangkan FLPP jika pemerintah dapat lebih mendalaminya, merupakan dana bergulir yang secara jangka panjang akan dapat terus menerus digunakan tanpa membebani APBN lagi.

Menanggapi rencana pemerintah akan mendorong partisipasi perbankan selain Bank BTN untuk FLPP, Ali menanggapi bahwa saat ini Bank BTN relatif yang siap untuk melakukan penyaluran FLPP bahkan faktanya sebesar 99,8% penyaluran FLPP berada di Bank BTN. “Kalau sudah ada bank yang sanggup untuk menyalurkan FLPP kenapa harus cari-cari lagi. Selain itu juga saat ini Bank BTN setahu saya masih menalangi dana FLPP yang seharusnya sudah dibayarkan pemerintah,” jelas Ali.

Permasalahan justru seharusnya tidak terjadi disini. Banyaknya aturan BLU FLPP membuat pihak perbankan terlalu dibuat berbelit-belit sehingga target belum tercapai. “Seharusnya bukan anggarannya yang dipangkas, namun bagaimana kementrian yang harusnya membuat sistem dan mekanisme yang baik agar semua dapat tepat sasaran. Adalah sebuah kemunduran bila kemudian anggaran dipangkas di saat kita lagi giat ingin menyediakan rumah untuk rakyat,” ujar Ali.

Selain itu Ali menambahkan, banyaknya pengembang FLPP yang sedikit demi sedikit sudah mulai beralih dan tidak berminat lagi membangun rumah FLPP karena aturan yang terlalu ribet. IPW menyatakan bahwa 8 dari 10 pengembang FLPP sudah tidak membangun rumah FLPP lagi. "Kalau seperti ini maka jangan harap Program Sejuta Rumah dapat tercapai," tutup Ali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

REI Targetkan Bangun 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di Indonesia

REI Targetkan Bangun 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2017 | 11:00 WIB

BTN Terbitkan Obligasi Berkelanjutan III Senilai Rp5 Triliun

BTN Terbitkan Obligasi Berkelanjutan III Senilai Rp5 Triliun

Bisnis | Selasa, 13 Juni 2017 | 13:30 WIB

Bank Dunia Kucurkan 225 Juta Dolar AS Untuk Perumahan Swadaya

Bank Dunia Kucurkan 225 Juta Dolar AS Untuk Perumahan Swadaya

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 20:11 WIB

IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman

IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 16:18 WIB

Ini Jurus Pemerintah Agar Program Sejuta Rumah Tak Salah Sasaran

Ini Jurus Pemerintah Agar Program Sejuta Rumah Tak Salah Sasaran

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:10 WIB

Inilah Sederet Program Pembiayaan Untuk Program Sejuta Rumah

Inilah Sederet Program Pembiayaan Untuk Program Sejuta Rumah

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:02 WIB

Progres Proyek Infrastruktur Asian Games 2018 di Jakabaring

Progres Proyek Infrastruktur Asian Games 2018 di Jakabaring

News | Kamis, 25 Mei 2017 | 11:20 WIB

Tahun Ini Kementerian PUPR Targetkan KPR Subsidi Rp11,47 Triliun

Tahun Ini Kementerian PUPR Targetkan KPR Subsidi Rp11,47 Triliun

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:09 WIB

Hingga Mei 2017, Penyaluran Dana FLPP sebesar Rp439 Miliar

Hingga Mei 2017, Penyaluran Dana FLPP sebesar Rp439 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:46 WIB

Banyak Insentif Properti, Wamenkeu Minta Pengembang Bergairah

Banyak Insentif Properti, Wamenkeu Minta Pengembang Bergairah

Bisnis | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:26 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×