Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ini 4 Cara Mengenali Perusahaan Umroh Abal-Abal atau Bukan

Angelina Donna

Selasa, 22 Agustus 2017 | 20:00 WIB
Ini 4 Cara Mengenali Perusahaan Umroh Abal-Abal atau Bukan

Suara.com - Kisah kegagalan calon jamaah umroh First Travel masih menyisakan masalah. Belum ada solusi bagi sekitar 35.000 jamaah yang gagal berangkat ke tanah haram. Apakah First Travel bisa memberangkatkan jamaahnya, mengingat dana tersisa di rekening perusahaanya hanya jutaan rupiah. Dana tersebut sangat tidak sebanding dengan kerugian jamaah yang diperkirakan mencapai Rp 500 miliar, data menurut kepolisian.

Asal muasal masalah ini berasal dari tawaran first travel yang kelewat murah: hanya Rp14 juta. Namanya juga konsumen, mereka sangat sensitif dengan harga. Dengan harga super murah tersebut, jamaah tentu tertarik mendaftar ke First Travel. Apalagi jamaah tersebut baru pertama kali ke luar negeri, dan berada di pedesaan yang minim informasi.

Biaya umroh sebesar Rp14 juta per orang untuk sekali berangkat yang rata-rata menghabiskan waktu 7 hingga 9 hari itu jelas jauh di bawah harga pasar. Saat ini biaya umroh termurah masih sekitar Rp17 juta per orang, dengan akomodasi dan pesawat ekonomis. Biaya umroh yang wajar adalah sekitar Rp20 jutaan hingga Rp30 jutaan, tergantung akomodasi dan jenis pesawat yang ingin digunakan.

Sebenarnya kasus seperti First Travel bukan kali pertama terjadi. Sudah banyak kasus kegagalan berangkat yang dialami oleh jamaah umroh gara-gara salah urus hingga  penyimpangan yang terjadi di biro travel. Namun masih ada saja masyarakat yang tertipu dengan berbagai macam iming-iming perusahaan biro travel dan umroh abal-abal.

Dus, masyarakat perlu mengenali mana biro travel yang patut dipercaya dan mana yang abal-abal sehingga tak patut dipercayai. Belajar dari banyak kasus kegagalan berangkat, seperti dikumpulkan oleh situs perbandingan Halomoney.co.id:

1. Harga sangat miring

Belajar dari kasus First Travel, harga paket umroh yang sangat murah dibandingkan tour and travel lainnya, adalah ciri paling mencolok untuk melihat kredibilitas perusahaan penyelenggara umroh. Dari harga rata-rata sekitar Rp20 juta, First Travel menawarkan biaya umroh hanya Rp14 juta per orang. Saat ini saja, biaya paling murah, dari riset Halomoney dari sejumlah situs penyelenggaran umroh, adalah Rp17 juta.

Jika ada penyelenggara umroh menawarkan biaya umroh dengan harga sangat miring seperti dilakukan First Travel, seharusnya Anda tidak lantas percaya. Bahkan Anda patut curiga dengan kredibilitas penyelenggara umroh tersebut. Patutlah Anda bertanya ke perusahaan tersebut, dengan dana semurah itu, bagaimana perusahaan akan membiayai kebutuhan jamaah?  

2. Mentransfer uang ke rekening pribadi

Banyak kerugian yang diderita jamaah umroh karena salah urus dalam hal keuangan. Salah satu tandanya, nasabah diminta mentransfer ke rekening pribadi para agen marketing atau pemasar. Seharusnya, nasabah mengirim dana tanda jadi ke rekening perusahaan, sebagai bukti sah pembayaran. Jika dikirim ke rekening pribadi, besar kemungkinan dananya tidak diteruskan ke perusahaan travel, namun digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu, perusahaan penyelenggara umroh akan mudah berkilah dananya tidak diterima perusahaan sehingga posisi konsumen sangat lemah.

3. Tidak transparan

Salah satu tanda manajemen perusahaan penyelenggara umroh yang baik adalah menerapkan manajemen yang transparan atau terbuka kepada jamaah. Terutama terbuka dalam hal pengelolaan keuangan dan fasilitas bagi jamaah. Misalnya, dengan biaya yang disetorkan jamaah, perusahaan penyelenggara umro akan memberikan apa kepada jamaah. Semakin detail dan jelas, semakin meningkatkan kepercayaan jamaah.

Selain itu, sejauh mana perusahaan memberikan bukti-bukti legal tentang perusahaan. Seperti surat izin pendirian perusahaan, surat keanggotaan perusahaan dalam asosiasi umroh, hingga surat perpajakan. Jika ada bukti prestasi yang pernah diraih perusahaan, tentu akan semakin baik. Sebaliknya, Anda boleh meragukan kredibilitas perusahaan yang tak mau memberikan berbagai surat izin perusahaan kepada calon jamaah.

4. Usia baru seumur jagung

Kebanyakan kasus kegagalan berangkat ke tanah suci menimpa jamaah umroh pada perusahaan travel yang baru berdiri satu atau dua tahun terakhir. Namun tidak semua perusahaan penyelenggara umroh yang baru seumur jagung itu jelek. Sepanjang perusahaan tersebut memiliki jaringan atau diakui keberadaannya oleh asosiasi penyelenggara umroh, misalnya, jamaah dapat sedikit mempercayai perusahaan tersebut.

Di sisi lain, tidak semua perusahaan penyelenggara umroh yang telah lama berdiri itu benar-benar dapat dipercaya. Sebaiknya Anda melihat pertumbuhan peserta umroh di perusahaan tersebut, atau perkembangan usaha perusahaan secara keseluruhan. Semakin banyak jamaah yang berangkat ke tanah suci setiap, perusahaan tersebut bisa dipandang cukup dipercaya oleh masyarakat.

Begitulah salah satu cara agar nasabah bisa mengenali perusahaan penyelenggara umroh yang baik. Jangan sampai dana yang telah ditabung sekian tahun, raib begitu saja akibat Anda tidak hati-hati, hanya tergiur oleh iming-iming harga paket yang murah. Gunakan situs Halomoney.co.id untuk mendapatkan informasi dan perbandingan produk keuangan terpercaya.  
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban First Travel Gagal Berangkat Padahal Sudah di Bandara

Korban First Travel Gagal Berangkat Padahal Sudah di Bandara

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:21 WIB

Bos First Travel Punya Restoran di Inggris

Bos First Travel Punya Restoran di Inggris

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 14:59 WIB

First Travel Manfaatkan Ketenaran Artis untuk Tipu Calon Jamaah

First Travel Manfaatkan Ketenaran Artis untuk Tipu Calon Jamaah

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 13:51 WIB

Simpan 10 Butir Peluru, Bos First Travel Terancam UU Darurat

Simpan 10 Butir Peluru, Bos First Travel Terancam UU Darurat

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 13:45 WIB

Selain Jemaah, First Travel Juga Bohongi Hotel Arab Rp24 Miliar

Selain Jemaah, First Travel Juga Bohongi Hotel Arab Rp24 Miliar

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 13:34 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB