Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Rini Soemarno Merespon BUMN Disebut Monopoli Proyek Infrastruktur

Dythia Novianty, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 05 Oktober 2017 | 23:56 WIB
Rini Soemarno Merespon BUMN Disebut Monopoli Proyek Infrastruktur
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat bincang wartawan di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis malam (5/10/2017).

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, merasa tersinggung mendengar pernyataan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KadinRosan Roeslani yang menyatakan, perusahaan BUMN telah mematikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

“Tunggu saya tersinggung soal itu. Saya tersinggung soal UMKM, kami BUMN kita mendorong UMKM," kata Rini saat bincang wartawan di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis malam (5/10/2017).

Rini menanyakan bagian yang mana anak, cucu, dan cicit BUMN yang menyenggol bisnis dan mengambil pangsa pasar UMKM.

“Programnya kita bantu UMKM. Dari paling mikro yang tidak bisa mendapat dana perbankan. Kita sudah bantu 1,3 juta orang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Kadin 2017 para pegusaha yang diwakili oleh Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengeluh kepada Presiden Joko Widodo terkait banyaknya proyek pemerintahan yang ada saat ini banyak digarap oleh Badan Usaha Milik Negara.

“Mohon maaf, BUMN ambil banyak porsi swasta dan UMKM. Karena kita tahu, BUMN (pekerjaan) ketering sama pakaian dibikin sama cicit (perusahaan) mereka. Ini kan jatah UMKM," kata Rosan.

Menurut Rosan, seharusnya dalam proyek pemerintahan ini, Pemerintah seharusnya mengutamakan para pengusaha nasional.

“Kalau pengusaha nggak bisa, baru BUMN yang ambil alih. Kami melihat peran BUMN sekarang terlalu besar. Jumlah BUMN ada 118, tapi dengan anak cucunya jadi 800-an. Itu ambil banyak porsi swasta," ujarnya.

Oleh sebab itu, Rosan menghimbau kepada Presiden Joko Widodo memberikan proyek pemerintahan kepada swasta. Langkah yang bisa dilakukan, kata Rosan, misalnya dengan melakukan sekuritisasi aset seperti infrastruktur. Menurutnya, lebih baik pengelolaan infrastruktur dijual daripada dipegang BUMN sepenuhnya.

baca juga

"Seperti Jasa Marga, ngapain pegang tol? Saya yakin pengusaha juga masih mau (beli)," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Minta Kelancaran Pelabuhan Petikemas Dikawal Bersama

DPR Minta Kelancaran Pelabuhan Petikemas Dikawal Bersama

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2017 | 10:02 WIB

Pengusaha Keluhkan Proyek Pemerintah Dikuasai BUMN ke Jokowi

Pengusaha Keluhkan Proyek Pemerintah Dikuasai BUMN ke Jokowi

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2017 | 01:48 WIB

Dikeluhkan Perusahaan BUMN Menjamur, Ini Kata Jokowi

Dikeluhkan Perusahaan BUMN Menjamur, Ini Kata Jokowi

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2017 | 01:08 WIB

Dengar Keluhan Pengusaha, Jokowi: Saya Juga Dulu 'Businessman'

Dengar Keluhan Pengusaha, Jokowi: Saya Juga Dulu 'Businessman'

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 23:43 WIB

Ditegur Menkeu Soal Keuangan PLN, Rini Soemarno: Itu Hal Biasa

Ditegur Menkeu Soal Keuangan PLN, Rini Soemarno: Itu Hal Biasa

Bisnis | Jum'at, 29 September 2017 | 15:05 WIB

FSP BUMN Bersatu Desak Rini Copot Semua Direksi Jasa Marga

FSP BUMN Bersatu Desak Rini Copot Semua Direksi Jasa Marga

Bisnis | Kamis, 28 September 2017 | 07:48 WIB

Terkini

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Sumbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

×