Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Tinjau Bendungan, Menteri PUPR Minta Pengerjaan Dipercepat

Fabiola Febrinastri

Kamis, 14 Desember 2017 | 12:20 WIB
Tinjau Bendungan, Menteri PUPR Minta Pengerjaan Dipercepat
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi, Bogor, Selasa (12/12/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi kerentanan kawasan metropolitan Jabodetabek dari bencana banjir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, saat ini tengah membangun dua bendungan kering (dry dam), yakni Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor. Pembangunan kedua bendungan tersebut merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta.

Fungsi kedua bendungan ini adalah menahan aliran permukaan yang berasal dari daerah hulu Gunung Gede dan Gunung Pangrango, yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung melalui terowongan secara konstan, dengan debit rencana Q50. Dengan demikian, meskipun terjadi hujan lebat di daerah hulu, debit Sungai Ciliwung yang masuk ke Jakarta dapat ditahan dan dikendalikan.

Pembangunan Bendungan Sukamahi sejatinya sudah direncanakan sejak 1990-an, namun rencana terkendala dengan pembebasan lahan. Warga yang rumahnya direncanakan terkena proyek tersebut menolak ganti rugi yang ditawarkan pemerintah.

Rencana tersebut kembali bergulir saat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dan kini mulai dikerjakan sebagai bagian dari pembangunan 65 bendungan prioritas pada pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembangunan keduanya merupakan pbagian dari erhatian dan komitmen pemerintah untuk mengendalikan banjir, tidak hanya di hilir, melainkan sejak dari hulu.

Sebagai bendungan kering, maka baru akan digenangi air jika intensitas hujan tinggi. Sementara saat musim kemarau, kedua bendungan ini kering.

"Saya datang ke Bendungan Sukamahi, karena Pak Presiden akan meninjau dalam waktu dekat. Saya minta pekerjaan dipercepat dan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, karena kontur tanah yang terjal. Pohon-pohon yang ada seperlunya saja ditebang, karena bisa menjadi bagian dari lansekap area bendungan" kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, usai meninjau pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi, Bogor, Selasa (12/12/2017).

Menurut Basuki, pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik saja, seperti kegiatan normalisasi sungai dan membangun bendungan, melainkan juga dengan kegiatan non struktural seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang, dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing.

Kontrak pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 antara SNVT PJSA Ciliwung Cisadane dan PT Brantas Abipraya-Sacna KSO sebagai pihak kontraktor, dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years). Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,45 juta m3, dan luas area genangan 29,22 hektare.

Sementara penandatanganan kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi senilai Rp436,97 miliar, dilakukan pada 20 Desember 2016, dengan kotraktor PTWijaya Karya-Basuki KSO. Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3, dan luas area genangan 5,23 ha.

Kedua bendungan tersebut ditargetkan selesai konstruksinya pada pertengahan 2019.

Hingga 6 November 2017, lahan Bendungan Sukamahi yang sudah bebas, yaitu seluas 10,26 ha dari kebutuhan 46,56 ha. Sementara lahan Bendungan Ciawi yang dibutuhkan seluas 78,79 ha, dan sudah dilakukan pembayaran 10,97 ha.

Pembebasan lahan kedua bendungan dilakukan dengan skema dana talangan oleh kontraktor, yang nantinya akan dibayarkan melalui anggaran Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Korupsi, PUPR   Ubah Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa

Cegah Korupsi, PUPR Ubah Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa

News | Rabu, 13 Desember 2017 | 09:58 WIB

Kementerian PUPR Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Banjir

Kementerian PUPR Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Banjir

Bisnis | Senin, 11 Desember 2017 | 11:00 WIB

"Venue" Layar dan Jetski Dibangun Sesuai Standar Internasional

"Venue" Layar dan Jetski Dibangun Sesuai Standar Internasional

Bisnis | Senin, 11 Desember 2017 | 09:03 WIB

Terkini

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB