Menteri PUPR: Investor Butuh Kepastian dan Kecepatan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 18 Desember 2017 | 09:10 WIB
Menteri PUPR:  Investor Butuh Kepastian dan Kecepatan
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol yang masif masih dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa, sehingga meningkatkan daya saing Indonesia sebagaimana Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Terkait KPBU, Kamis (14/12/2017), di Jakarta, dilakukan beberapa penandatangan perjanjian terkait KPBU proyek jalan tol dalam "National Infrastructure Conference 2017".  Adapun yang ditandatangani adalah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol untuk dua ruas tol, yakni Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 173 km dan Jakarta-Cikampek II Selatan ruas Jatiasih-Cipularang-Sadang, sepanjang 64 km.
 
PPJT jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ditandatangani oleh Dirut PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi, D. Hari Pratama , sedangkan tol Jakarta-Cikampek II Selatan oleh Dirut PT Jasa Marga Japek Selatan, Dedi Krisnariawan Sunoto, dan dari BPJT dilakukan oleh Kepala BPJT, Hery Trisaputra Zuna. Selanjutnya kedua Dirut BUJT tersebut menandatangani Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol dari PT.  Penjaminan Infrastruktur Indonesia  (PT. PII) yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT. PII, Armand Hermawan.

Turut hadir menyaksikan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Direktur Pengembangan PT. Jasa Marga, Hasanudin, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto.
 
Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan telah ditandatanganinya perjanjian kedua ruas tol tersebut, maka penyelesaian pembangunannya harus bisa lebih cepat dari target yang ditetapkan, tapi dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan.

“Semua sudah siap, hanya tinggal keseriusan dan kecepatan saja yang harus ditingkatkan. Hal yang dibutuhkan oleh investor adalah kepastian dan kecepatan,” kata Basuki.

Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2019, sedangkan Jakarta-Cikampek II sisi selatan ditargetkan beroperasi pada 2020.

“Tol Probolinggo-Banyuwangi ada tanah Perhutani sekitar 73 km, yang bisa dimanfaatkan untuk memulai pembangunan infrastruktur lebih awal. Jadi masih 100 km lagi yang belum dibebaskan milik masyarakat,” ungkapnya.
 
Sebagai salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN), jalan tol Probolinggo-Banyuwangi diharapkan dapat mendorong kelancaran arus barang dan manusia dari dan ke Banyuwangi. Dengan nilai investasi sebesar Rp23,39 Triliun, proyek ini akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi yang sahamnya dipegang oleh PT. Jasa Marga, PT. Waskita Toll Road, dan PT. Brantas Abipraya.
 
Saat ini, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi ditempuh 4-5 jam lamanya melalui jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) dengan jarak tempuh sekitar 200 km. Dengan terbangunnya jalan tol ini dapat memangkas waktu tempuh hanya menjadi sekitar 2 jam.
 
Sementara untuk jalan tol Jakarta-Cikampek II, yang terbentang sepanjang 64 km di sisi selatan jalan tol Jakarta-Cikampek yang ada sekarang, nilai investasinya mencapai Rp14,6 triliun. Pembangunannya akan ditangani oleh PT Jasa Marga Japek Selatan dan pemegang sahamnya adalah PT. Jasa Marga & PT. Wira Nusantara Bumi.
 
Pembangunan ruas tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan merupakan salah satu upaya untuk mengurai kemacetan tol Jakarta-Cikampek eksisiting. Dengan adanya jalan tol ini, maka diharapkan dapat menjadi alternatif lain para pengguna tol menuju jalan tol Cipularang, sekaligus dapat membangun pusat pertumbuhan baru di selatan Tol Jakarta-Cikampek.
 
Berbagai Manfaat KPBU
KPBU sangat dibutuhkan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi pada 2018, sebesar 5,4 persen. Ada ketimpangan antara kebutuhan dan kemampuan pendanaan yang dimiliki pemerintah sebesar Rp626 triliun, sehingga menuntut inovasi pembiayaan, salah satunya melalui skema KPBU.

KPBU akan menggerakkan sektor rill dan pertumbuhan sektor-sektor strategis lainnya. Penyiapan infrastruktur yang akan dikerjasamakan juga dilakukan secara matang.

Manfaat lain KPBU adalah adanya pembagian risiko proyek antara pemerintah dan swasta, transfer pengetahuan dan tekonologi (transfer of knowledge) dari pihak swasta kepada pemerintah, serta adanya target spesifik periode konstruksi (project delivery) bagi pihak swasta untuk menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan, sehingga terhindar dari siklus anggaran multiyears.

Keberhasilan KPBU juga akan meningkatkan keatraktifan proyek lainnya, sehingga menjadi pintu masuk investasi bagi pihak swasta pada proyek lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi, Kementerian PUPR Uji Coba Campuran Aspal-Limbah Plastik

Lagi, Kementerian PUPR Uji Coba Campuran Aspal-Limbah Plastik

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:30 WIB

Resmikan Pier Head Sosrobahu, Menteri PUPR: Ini Kebanggaan Bangsa

Resmikan Pier Head Sosrobahu, Menteri PUPR: Ini Kebanggaan Bangsa

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2017 | 09:25 WIB

Menteri PUPR: 231 Bendungan yang Sudah Ada Perlu Pemeliharaan

Menteri PUPR: 231 Bendungan yang Sudah Ada Perlu Pemeliharaan

Bisnis | Kamis, 14 Desember 2017 | 13:00 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB