Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Menteri PUPR: Investor Butuh Kepastian dan Kecepatan

Fabiola Febrinastri

Senin, 18 Desember 2017 | 09:10 WIB
Menteri PUPR:  Investor Butuh Kepastian dan Kecepatan
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol yang masif masih dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa, sehingga meningkatkan daya saing Indonesia sebagaimana Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Terkait KPBU, Kamis (14/12/2017), di Jakarta, dilakukan beberapa penandatangan perjanjian terkait KPBU proyek jalan tol dalam "National Infrastructure Conference 2017".  Adapun yang ditandatangani adalah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol untuk dua ruas tol, yakni Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 173 km dan Jakarta-Cikampek II Selatan ruas Jatiasih-Cipularang-Sadang, sepanjang 64 km.
 
PPJT jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ditandatangani oleh Dirut PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi, D. Hari Pratama , sedangkan tol Jakarta-Cikampek II Selatan oleh Dirut PT Jasa Marga Japek Selatan, Dedi Krisnariawan Sunoto, dan dari BPJT dilakukan oleh Kepala BPJT, Hery Trisaputra Zuna. Selanjutnya kedua Dirut BUJT tersebut menandatangani Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol dari PT.  Penjaminan Infrastruktur Indonesia  (PT. PII) yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT. PII, Armand Hermawan.

Turut hadir menyaksikan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Direktur Pengembangan PT. Jasa Marga, Hasanudin, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto.
 
Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan telah ditandatanganinya perjanjian kedua ruas tol tersebut, maka penyelesaian pembangunannya harus bisa lebih cepat dari target yang ditetapkan, tapi dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan.

“Semua sudah siap, hanya tinggal keseriusan dan kecepatan saja yang harus ditingkatkan. Hal yang dibutuhkan oleh investor adalah kepastian dan kecepatan,” kata Basuki.

Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2019, sedangkan Jakarta-Cikampek II sisi selatan ditargetkan beroperasi pada 2020.

“Tol Probolinggo-Banyuwangi ada tanah Perhutani sekitar 73 km, yang bisa dimanfaatkan untuk memulai pembangunan infrastruktur lebih awal. Jadi masih 100 km lagi yang belum dibebaskan milik masyarakat,” ungkapnya.
 
Sebagai salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN), jalan tol Probolinggo-Banyuwangi diharapkan dapat mendorong kelancaran arus barang dan manusia dari dan ke Banyuwangi. Dengan nilai investasi sebesar Rp23,39 Triliun, proyek ini akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi yang sahamnya dipegang oleh PT. Jasa Marga, PT. Waskita Toll Road, dan PT. Brantas Abipraya.
 
Saat ini, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi ditempuh 4-5 jam lamanya melalui jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) dengan jarak tempuh sekitar 200 km. Dengan terbangunnya jalan tol ini dapat memangkas waktu tempuh hanya menjadi sekitar 2 jam.
 
Sementara untuk jalan tol Jakarta-Cikampek II, yang terbentang sepanjang 64 km di sisi selatan jalan tol Jakarta-Cikampek yang ada sekarang, nilai investasinya mencapai Rp14,6 triliun. Pembangunannya akan ditangani oleh PT Jasa Marga Japek Selatan dan pemegang sahamnya adalah PT. Jasa Marga & PT. Wira Nusantara Bumi.
 
Pembangunan ruas tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan merupakan salah satu upaya untuk mengurai kemacetan tol Jakarta-Cikampek eksisiting. Dengan adanya jalan tol ini, maka diharapkan dapat menjadi alternatif lain para pengguna tol menuju jalan tol Cipularang, sekaligus dapat membangun pusat pertumbuhan baru di selatan Tol Jakarta-Cikampek.
 
Berbagai Manfaat KPBU
KPBU sangat dibutuhkan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi pada 2018, sebesar 5,4 persen. Ada ketimpangan antara kebutuhan dan kemampuan pendanaan yang dimiliki pemerintah sebesar Rp626 triliun, sehingga menuntut inovasi pembiayaan, salah satunya melalui skema KPBU.

KPBU akan menggerakkan sektor rill dan pertumbuhan sektor-sektor strategis lainnya. Penyiapan infrastruktur yang akan dikerjasamakan juga dilakukan secara matang.

Manfaat lain KPBU adalah adanya pembagian risiko proyek antara pemerintah dan swasta, transfer pengetahuan dan tekonologi (transfer of knowledge) dari pihak swasta kepada pemerintah, serta adanya target spesifik periode konstruksi (project delivery) bagi pihak swasta untuk menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan, sehingga terhindar dari siklus anggaran multiyears.

Keberhasilan KPBU juga akan meningkatkan keatraktifan proyek lainnya, sehingga menjadi pintu masuk investasi bagi pihak swasta pada proyek lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi, Kementerian PUPR Uji Coba Campuran Aspal-Limbah Plastik

Lagi, Kementerian PUPR Uji Coba Campuran Aspal-Limbah Plastik

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:30 WIB

Resmikan Pier Head Sosrobahu, Menteri PUPR: Ini Kebanggaan Bangsa

Resmikan Pier Head Sosrobahu, Menteri PUPR: Ini Kebanggaan Bangsa

Bisnis | Jum'at, 15 Desember 2017 | 09:25 WIB

Menteri PUPR: 231 Bendungan yang Sudah Ada Perlu Pemeliharaan

Menteri PUPR: 231 Bendungan yang Sudah Ada Perlu Pemeliharaan

Bisnis | Kamis, 14 Desember 2017 | 13:00 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB