Pengembang Ini Tawarkan Rumah DP 0 Persen yang Beda dari Anies

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh
Perumahan subsidi di kawasan Kota Baru Maja di Lebak, Banten. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Perumahan subsidi di kawasan Kota Baru Maja di Lebak, Banten. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Hunian dengan program DP nol persen ini berbeda dengan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Suara.com - Pengembang kawasan Kota Baru Maja di Lebak, Banten, menawarkan hunian dengan program DP nol persen yang berbeda dengan program Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno.

Adapun salah satu pengembang di Kota Baru Maja adalah PT Bukit Nusa Indah Perkasa yang telah mengembangkan perumahan di Kota Baru Maja bernama Permata Mutiara Maja.

Direktur Utama PT Bukit Nusa Indah Perkasa Cornelius Widjaja mengatakan DP rumah nol pesen tersebut nantinya akan ditanggung oleh perusahaannya.

"Strategi pemasaran, kita jual rumah ini kita pakai DP nol persen tapi kita nggak terkait programnya pak Anies-Sandi ya di Jakarta, ini di Banten," ujar Cornelius di Citra Maja Raya, Kota Baru Maja, Lebak, Banten, Kamis (25/1/2018).

Adapun DP nol persen yang dimaksud Cornelius yakni tidak menyalahi aturan Bank Indonesia terkait DP Rumah minimal sebesar 5 persen. Maka dari itu, PT Bukit Nusa Indah Perkasa kata Cornelius akan menanggung DP tersebut.

Cornelius mengatakan adapun biaya penjualan rumah di kawasan miik PT Bukit Nusa Indah Perkasa menggunakan DP nol persen dengan total sebesar Rp 136 juta. "Untuk biaya pembelian rumah, kita akan kenakan biaya total Rp 136 juta, dengan DP 0 persen," kata dia.

Cornelius menambahkan, untuk besaran harga rumah sejahtera tapak dengan totak mencapai Rp 136 juta tetap mengikuti skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang ditetapkan pemerintah. Adapun FLPP untuk kawasan tersebut yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 130.000. Sementara itu PT Bukit Nusa Indah Perkasa membulatkan menjadi Rp 136 yang mana sudah ternasuk biaya administrasi.

"Hitung-hitungan biaya rumah tapak sebenarnya mengikuti FLPP yang di kawasan ini yaitu Rp 130 juta. Tambahan Rp 6 juta itu adalah biaya administrasi seperti surat dan sebagainya," tandasnya.

Maja merupakan satu dari 10 proyek kota baru mandiri yang akan dikembangkan secara bertahap oleh pemerintah. Kawasan Kota Baru Maja direncanakan bisa menampung hingga 1,2 juta jiwa saat rampung. Perjalanan menuju Kota Baru Maja ditempuh dengan kereta rel listrik selama kurang lebih 80 menit dari Stasiun Palmerah hingga Stasiun Maja.

Adapun 10 kota baru/kawasan perkotaan baru yang akan dibangun pemerintah sesuai RPJMN 2015-2019 adalah Pontianak, Padang, Palembang, Tanjung Selor, Manado, Jayapura, Sorong, Makassar, Banjarbaru, dan Maja.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS