- Rupiah melemah 0,18% ke level Rp16.786 per dolar AS akibat arus modal keluar.
- Goldman Sachs turunkan peringkat investasi RI ke underweight, bebani sentimen pasar.
- Won dan Yen pimpin pelemahan di Asia, sementara Peso Filipina berhasil menguat.
Suara.com - Mata uang Rupiah kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Rupiah merosot 0,18 persen ke level Rp16.786 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka Rp16.755.
Kondisi serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang mematok posisi Rupiah di level Rp16.796 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh aliran modal asing yang keluar (outflow) dari pasar domestik.
Hal ini menyusul kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan kelas pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi frontier market.
"Rupiah melemah karena kekhawatiran downgrade kelas pasar IHSG. Selain itu, Goldman Sachs telah menurunkan peringkat investasi Indonesia menjadi underweight, yang diperkirakan akan membebani nilai tukar setidaknya selama sepekan ke depan," ujar Lukman.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami tekanan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan dan Yen Jepang melemah paling dalam sebesar 0,45%, Baht Thailand anjlok 0,43%, Dolar Taiwan tertekan 0,38%, Ringgit Malaysia terkoreksi 0,27%.
Di sisi lain Peso Filipina berhasil melawan arus dengan penguatan 0,1%, disusul oleh Rupee India (0,06%) dan Yuan China (0,05%).