Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pos Indonesia Kenalkan "Digiroin" dan "Oranger"

Fabiola Febrinastri

Senin, 29 Januari 2018 | 00:15 WIB
Pos Indonesia Kenalkan "Digiroin" dan "Oranger"
PT Pos Indonesia menyumbang buku ke pelosok Tanah Air. (Sumber: Istimewa)

Suara.com - Pos Indonesia telah ambil ancang-ancang untuk memenangkan persaingan era digital lewat pengembangan aplikasi jasa keuangan Digiroin dan memperkuat layanan kurir dengan menebar pasukan Oranger.

Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W Setijono, memaparkan, hingga saat ini baru sekitar 36 persen masyarakat Indonesia yang memiliki akun bank, sedangkan 64 persen masyarakat yang tinggal di pelosok belum tersentuh keuangan inklusif, karena sulitnya akses ke perbankan.

Pos Indonesia, selaku satu-satunya perseroan dengan jaringan yang mampu mencakup rural area mempunyai peluang menggarap pasar tersebut. Namun, tantangan persaingan menggarap pasar perbankan di daerah pelosok pun makin besar.

Sejak digulirkannya program inklusi keuangan atau “Laku Pandai” bagi kalangan perbankan, Pos Indonesia wajib menyusun produk yang lebih efisien dan efektif. Kalangan perbankan semakin agresif melebarkan gugus layanan melalui agen Laku Pandai.

“Kehadiran branchless banking merupakan tantangan kompetitif bagi Pos Indonesia yang mengandalkan keberadaan agenpos,” ujar Gilarsi.

Tak pelak, Pos Indonesia harus responsif. Perseroan mempercepat strategi yang tepat dengan mengembangkan aplikasi layanan keuangan bernama Digital Giro Indonesia atau “Digiroin”.

Aplikasi itu nantinya akan menopang bisnis financial services Pos Indonesia. Meskipun masih dalam bentuk trial, namun aplikasi “Digiroin” telah sukses dalam uji coba.

Melalui aplikasi tersebut, Pos Indonesia terbukti mampu menyajikan layanan pengiriman uang dalam hitungan detik.

“Walaupun masih banyak konten yang harus kami sempurnakan, namun telah dibuktikan bahwa pengiriman uang melalui aplikasi ini hanya membutuhkan waktu yang sangat singat,” tegas Gilarsi.

Dia menambahkan, aplikasi itupun akan menyasar layanan di daerah pelosok, bukan sekadar menggarap nasabah perkotaan.

“Aplikasi ini nantinya bisa menjangkau masyarakat, khususnya di rural area yang kebanyakan tidak memiliki akun bank,” papar Gilarsi.

Lebih dari itu, “Digiroin” juga dilengkapi dengan layanan remitansi, yang merupakan kemampuan khusus Pos Indonesia. Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut, tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat mengirim uang ke Tanah Air dengan biaya yang relatif murah.

“Jika selama ini pengiriman dana TKI mendapat potongan 6-7 persen, maka dengan Digiroin hanya dipotong 2 persen saja,” ujar Gilarsi.

Di kesempatan lain, Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Ihwan Sutardiyanta, memaparkan, secara umum perseroan memiliki tiga kelompok produk besar pada sektor jasa keuangan. Layanan itu meliputi remittance atau pengiriman uang secara cash to cash , baik dalam maupun luar negeri, payment yaitu pembayaran tagihan di 300 biller mitra, dan penyaluran dana pemerintah yang terbatas pada dana pensiun.

“Kemudian kemitraan perbankan, dimana Pos Indonesia bekerja sama dengan perbankan untuk layanan terbatas, baik funding maupun landing,” tegas Ihwan.

Oranger Ditempatkan di Pusat Perbelanjaan
Adapun inovasi model bisnis Pos Indonesia juga merangsang kehadiran “Oranger”. Ini merupakan sebutan bagi para petugas pos yang siaga di berbagai tempat, yang merupakan bagian dari improvement pada fungsi collecting kurir Pos Indonesia.

Menurut Direktur Informasi dan Teknologi PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus, strategi menebar dan meluaskan jangkauan petugas pos merupakan misi perseroan untuk memperkuat relasi kepada konsumen. Ada teknologi yang kelak digunakan masyarakat untuk mengetahui keberadaan Oranger terdekat dari jangkauan.

“Pengiriman saat ini berbasis paket, karena explosive-nya bisnis e-commerce. Oleh karena itu sangat menyulitkan bagi sender untuk mendatangi kantor pos membawa sejumlah paket yang akan dikirim,” kata Charles.

Keberadaan Oranger dapat langsung menjemput paket para pengirim dalam waktu singkat.

“Kami harus lebih jeli lagi melihat pasar, seiring persaingan yang semakin ketat,” terang Charles.

Pada tahap awal, Januari 2018, Pos Indonesia memiliki 2.000 pasukan siaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun ini, Pos Indonesia menargetkan 5.000 pasukan siaga antar jemput paket.

“Mereka akan ada di pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan, daerah-daerah bisnis,” kata Charles.

Pada praktiknya, pasukan siaga tersebut bertugas berkeliling menawarkan produk, menjemput produk, bahkan membantu costumer melakukan entry data kiriman.

“Jadi pelanggan tidak perlu menulis data lagi, langsung di-input di smartphone yang kita bekali pada Oranger tersebut,” ujar Charles.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan

Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar

Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 17:48 WIB

BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?

BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:20 WIB

Kejanggalan di Laporan Keuangan PT Pos, Ada Penyesuaian Hingga Rp9 Triliun

Kejanggalan di Laporan Keuangan PT Pos, Ada Penyesuaian Hingga Rp9 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mantan Petinggi Persib Bandung Ditunjuk Jadi Dirut Pos Indonesia

Mantan Petinggi Persib Bandung Ditunjuk Jadi Dirut Pos Indonesia

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 11:31 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum

Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11 WIB

Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan

Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:08 WIB

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:06 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×