Beredar Larangan Jualan, Pedagang Pasar Babadan Klaten Was-was

Iwan Supriyatna

Selasa, 26 Juni 2018 | 13:21 WIB
Beredar Larangan Jualan, Pedagang Pasar Babadan Klaten Was-was
Kondisi Pasar Babadan Klaten. (Sumber: Solopos.com)

Suara.com - Bukan main paniknya Jumiyem (57) saat dirinya melihat polisi tengah berbincang dengan kedua rekannya yang juga sebagai pedagang di Pasar Babadan, Klaten.

Pada saat itu, polisi yang diketahui bernama Ipda Sunarto yang merupakan Kanit Intel Polsek Wonosari bersama rekannya yang membawa senjata laras panjang datang ke lokasi Pasar Babadan.

"Pak, mangke kula sadeyan pripun? Niki kula disuwun ngosongke peken. Sanjange niki hari terakhir sadeyan [Pak, bagaimana jualan saya nanti? Saya diminta mengosongkan pasar. Katanya hari ini terakhir boleh jualan]," kata Jumiyem sembari menyatukan kedua telapak tangannya ke dada. Matanya berkaca-kaca.

"Boten napa-napa. Mangke sadeyan kados biasane [Enggak apa-apa. Nanti tetap berjualan seperti biasa]. Pemerintah Desa bakal melindungi," balas Sunarto berusaha menenangkan Jumiyem.

Jumiyem bercerita, sekitar pukul 08.00 WIB, sekelompok orang tak dikenal datang ke pasar. Mereka adalah orang-orang yang juga menempel selebaran pemberitahuan pengosongan pasar pada Sabtu (23/6/2018). Kedatangan mereka pagi itu menyampaikan hal serupa, yakni meminta pedagang segera meninggalkan pasar.

"Sanjange niki dinten terakhir sadeyan [katanya ini hari terakhir boleh berjualan]," ujar dia, sembari berjalan menuju kiosnya meninggalkan Sunarto.

Ia sempat membantah kepada salah satu dari kelompok itu bahwa tanah ini milik pemerintah desa dan sudah ditukar guling 47 tahun lalu dan kalau ada urusan soal tanah mestinya dengan pemerintah desa, bukan pedagang.

Pedagang lain, Sugito, 70, merespons hal berbeda. Saat melihat sekelompok orang ke pasar, ia malah mengikuti mereka. Ia tak merasa takut atas pemberitahuan agar mengosongkan pasar.

"Saya tidak takut, saya tetap tenang. Besok pun saya tetap berjualan," ujar dia.

Ia mengatakan tanah yang ditempati pasar menjadi sengketa. Berulang kali pertemuan antara keluarga yang mengaku pemilik tanah dengan pemerintah desa, namun tak ada titik temu.

"Kalau saya disuruh pindah, saya minta penjelasan ke mana saya pindah kepada keluarga Slamet. Saya berharap segera ada penyelesaian terkait kasus ini. Dulu sempat ada kabar, pasar mau direlokasi tapi pedagang menolak," tutur Sugito.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babadan, Purwanto, menyatakan keprihatinannya atas apa yang dialami pedagang. Ia menduga pada Selasa (26/6/2018) beberapa pedagang memilih tutup karena takut.

"Tindakan ini sangat memprihatinkan untuk kenyamanan pedagang. Hari ini [Senin] kami sudah mengirimkan surat permohonan perlindungan kepada desa untuk menyelesaikan konflik di pasar," kata dia.

Artikel ini sebelumnya dimuat di Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul https://soloraya.solopos.com/read/20180626/493/924344/pedagang-pasar-babadan-klaten-sudah-4-hari-tak-kulakan-karena-takut

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembul Bujana, Tradisi Warga Klaten Saat Lebaran

Kembul Bujana, Tradisi Warga Klaten Saat Lebaran

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 11:47 WIB

Pakai Bedug, Muse Lagi Rekaman di Klaten?

Pakai Bedug, Muse Lagi Rekaman di Klaten?

Entertainment | Kamis, 24 Mei 2018 | 14:29 WIB

Geger! Anak Penggal Kepala Ibu Kandung Sampai Terputus

Geger! Anak Penggal Kepala Ibu Kandung Sampai Terputus

News | Senin, 30 April 2018 | 10:52 WIB

Terkini

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Kata-kata Menyayat Hati Menggema Saat Pastor di Ekuador Tewas Tertimpa Salib

Kata-kata Menyayat Hati Menggema Saat Pastor di Ekuador Tewas Tertimpa Salib

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:12 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Jogja | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:01 WIB

×