Rupiah Tembus Rp 14.745, Menko Darmin Salahkan Krisis Argentina

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 03 September 2018 | 16:59 WIB
Rupiah Tembus Rp 14.745, Menko Darmin Salahkan Krisis Argentina
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (3/9/2018), rupiah dibuka di angka 14.745 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.710 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pelemahan rupiah tersebut lantaran krisis yang terjadi di Argentina.

“Pelemahan ini terjadi di semua negara yang neraca perdagangannya defisit. Itu karena krisis yang dialami oleh Argentina kemarin itu. Dia (Argentina) dapat bantuan dari IMF tapi ternyata masih krisis juga, dana asing yang keluar banyak. Dikira akan survive ternyata tidak suku bunga acuannya malah dinaikkan. Ini yang jadi penyebab pelemahan itu tadi. Makanya pasa itu jitter (panik),” kata Darmin saat berbincang dengan Suara.com, Senin (3/8/2018).

Meski begitu, Darmin mengklaim bahwa tekanan rupiah dari Argentina ini sejatinya tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Bahkan, dampaknya diperkirakan tidak lebih patut dikhawatirkan bila dibandingkan dengan gejolak ekonomi Turki beberapa waktu lalu.

"Dampaknya antara sama atau bahkan lebih sedikit (dari Turki), karena hubungan dagang Indonesia dengan Argentina dan Amerika Latin itu sedikit sekali," ujarnya.

Seperti diketahui, Argentina meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund / IMF) sebesar 50 miliar dolar AS untuk mengatasi krisis ekonominya. Pasar sudah memprediksi Argentina akan membaik namun dana asing yang keluar tidak terkendali.

Sebelumnya, Negeri Tango mengalami arus keluar dana asing hingga menyeret kurs peso ke kisaran 40 per dolar AS. Kendati demikian, bank sentral Argentina mengerek bunga acuan sampai 60 persen.

Namun, Darmin tak menampik bahwa sentimen gejolak ekonomi negara berkembang, seperti Argentina dan Turki ini tentu lebih mudah mempengaruhi pasar uang dan obligasi.

"Secara umum pasti ada dampaknya dulu ke sana, kemudian ada jalan keluar bisa di rem, baru kemudian tenang lagi secara global. Tapi, negara maju pun terkena, bukan hanya negara berkembang," ujarnya.

baca juga

Selain itu, lanjut Darmin, nilai tukar rupiah terus fluktuatif karena juga terimbas sentimen pasar terkait tren penaikan suku bunga acuan AS, Fed Funds Rate. Apalagi bank sentral AS sudah memberikan sinyal penaikan sampai 2019.

“Berarti kita akan kena dampaknya baik di tingkat bunga dan inflasi karena imported inflation, tetapi sejauh ini belum," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal

Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal

Bisnis | Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:01 WIB

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Bisnis | Minggu, 05 Agustus 2018 | 15:09 WIB

Rupiah Terus Melemah, Lexus Naikkan Harga Mobilnya di Indonesia

Rupiah Terus Melemah, Lexus Naikkan Harga Mobilnya di Indonesia

Otomotif | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 18:16 WIB

Dolar Terus Menguat, Mobil Honda Naik Harga usai GIIAS?

Dolar Terus Menguat, Mobil Honda Naik Harga usai GIIAS?

Otomotif | Selasa, 31 Juli 2018 | 18:29 WIB

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 15:29 WIB

Terkini

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:49 WIB

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:47 WIB

×