Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Iwan Supriyatna

Selasa, 31 Juli 2018 | 15:29 WIB
Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun 2018 bertajuk "Ekonomi Pasca Pilkada” di Creative Stage, Gedung SMESCO, Jalan Jendral Gatot Subroto No. 94, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).(Suara.com/Muhamad Yasir)

Suara.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini menilai pelemahan nilai tukar Rupiah akibat buruknya koordinasi tim ekonomi Pemerintah.

Ekonom senior INDEF itu menuturkan nilai tukar Rupiah saat ini berada dikisaran Rp 14.500 per dolar AS. Hal itu menurutnya sebagai bukti kegagalan akibat tidak terjalin koordinasi yang baik dalam tim ekonomi Pemerintah.

"Yang tidak sensitif adalah nilai tukar rupiah. Karena faktornya banyak, faktor ini yang gagal di kelola oleh tim ekonomi tidak solid. Saya katakan tidak solid antara Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan ini terus berkelanjutan,” kata Didik di Creative Stage, Gedung SMESCO, Jalan Jendral Gatot Subroto No. 94, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa di era Soeharto pemerintah lebih memiliki sensitivitas yang tinggi dalam menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi bila dibandingkan dengan Pemerintah saat ini.

"Pada 1965 kita dihantam oleh krisis inflasi yang maha dahsyat. Pemerintah orde baru sangat sensitif terhadap inflasi," tuturnya.

Disamping itu tambahnya, dampak lain penyebab melemahnya Rupiah di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak lain akibat sektor luar negeri yang tidak dijaga. Pemerintah dianggapnya tidak mampu mengkontrol banyak faktor yang menyebabkan Rupiah itu terus melemah.

"Nilai rupiah kita tidak terjaga dengan baik. Dibiarkan, tidak terkontrol, dan faktor-faktornya tidak dikembangkan dengan baik," tambahnya. (Muhamad Yasir)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kumpulkan Puluhan Bupati di Istana, Ini yang Dibahas Jokowi

Kumpulkan Puluhan Bupati di Istana, Ini yang Dibahas Jokowi

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 15:15 WIB

Diundang Jokowi ke Istana Malam Nanti, Ini Kata Sekjen PPP

Diundang Jokowi ke Istana Malam Nanti, Ini Kata Sekjen PPP

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 14:03 WIB

Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar

Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:49 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB