Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 31 Juli 2018 | 15:29 WIB
Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun 2018 bertajuk "Ekonomi Pasca Pilkada” di Creative Stage, Gedung SMESCO, Jalan Jendral Gatot Subroto No. 94, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).(Suara.com/Muhamad Yasir)

Suara.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini menilai pelemahan nilai tukar Rupiah akibat buruknya koordinasi tim ekonomi Pemerintah.

Ekonom senior INDEF itu menuturkan nilai tukar Rupiah saat ini berada dikisaran Rp 14.500 per dolar AS. Hal itu menurutnya sebagai bukti kegagalan akibat tidak terjalin koordinasi yang baik dalam tim ekonomi Pemerintah.

"Yang tidak sensitif adalah nilai tukar rupiah. Karena faktornya banyak, faktor ini yang gagal di kelola oleh tim ekonomi tidak solid. Saya katakan tidak solid antara Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan ini terus berkelanjutan,” kata Didik di Creative Stage, Gedung SMESCO, Jalan Jendral Gatot Subroto No. 94, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa di era Soeharto pemerintah lebih memiliki sensitivitas yang tinggi dalam menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi bila dibandingkan dengan Pemerintah saat ini.

"Pada 1965 kita dihantam oleh krisis inflasi yang maha dahsyat. Pemerintah orde baru sangat sensitif terhadap inflasi," tuturnya.

Disamping itu tambahnya, dampak lain penyebab melemahnya Rupiah di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak lain akibat sektor luar negeri yang tidak dijaga. Pemerintah dianggapnya tidak mampu mengkontrol banyak faktor yang menyebabkan Rupiah itu terus melemah.

"Nilai rupiah kita tidak terjaga dengan baik. Dibiarkan, tidak terkontrol, dan faktor-faktornya tidak dikembangkan dengan baik," tambahnya. (Muhamad Yasir)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kumpulkan Puluhan Bupati di Istana, Ini yang Dibahas Jokowi

Kumpulkan Puluhan Bupati di Istana, Ini yang Dibahas Jokowi

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 15:15 WIB

Diundang Jokowi ke Istana Malam Nanti, Ini Kata Sekjen PPP

Diundang Jokowi ke Istana Malam Nanti, Ini Kata Sekjen PPP

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 14:03 WIB

Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar

Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:49 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB