Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:01 WIB
Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.608 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/8). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Dunia usaha mengeluhkan masih mahalnya biaya untuk transaksi pertukaran valuta asing atau valas terhadap rupiah (swap) maupun lindung nilai (hedging). Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sudah menghapuskan margin hedging sebesar 10 persen.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno, mengatakan biaya untuk hedging seharusnya bisa lebih murah dari saat ini. Adapun BI menerapkan biaya swap sekitar 5 persen untuk tenor satu bulan dan 6 persen untuk tenor enam bulan.

“Perlu diberi sesuatu, bukan gratis. Tetap bayar, tetapi caranya dipermudah dan ongkosnya jangan mahal-mahal,” kata Benny di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Dia mengatakan, dengan biaya yang masih mahal, tidak banyak pengusaha yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain itu, pengetahuan para pengusaha terkait hedging juga masih minim.

Dia menyarankan, eksportir yang berbahan baku sumber daya alam (SDA) justru diwajibkan mengkonversikan 100 persen devisa hasil ekspornya ke rupiah. Sebaliknya, untuk eksportir yang melakukan impor akibat bahan bakunya tidak ada di dalam negeri, perlu diberikan keringanan.

“Untuk sektor yang bahan bakunya SDA, yang dikasih Tuhan ke republik kita, mereka tinggal cangkul saja, seharusnya diwajibkan. Kalau yang gunakan bahan baku impor karena di sini bahan bakunya tidak ada, harusnya diringankan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, daripada pemerintah dan Bank Indonesia sulit memikirkan insentif agar eksportir mau mengkonversikan devisa hasil ekspornya ke rupiah, lebih baik mekanisme hedging yang dibenahi oleh Bank Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya juga mengatakan, bank sentral terus berupaya agar biaya transaksi swap maupun forward valas bisa lebih murah dari saat ini.

Transaksi swap atau barter adalah transaksi pertukaran valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi tunai (spot) dengan penjualan atau pembelian kembali secara berjangka. Sementara transaksi forward dilakukan beberapa hari mendatang, baik secara mingguan atau bulanan.

baca juga

"Tentu saja kami akan terus berupaya supaya swap maupun forward terus murah," kata Perry beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Bisnis | Minggu, 05 Agustus 2018 | 15:09 WIB

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Ekonom Indef Bandingkan Ekonomi Era Soeharto dan Era Jokowi

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 15:29 WIB

Wah, Harga Produk DFSK  Bakal Naik

Wah, Harga Produk DFSK Bakal Naik

Otomotif | Senin, 16 Juli 2018 | 22:30 WIB

Terkini

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Review Once We Were Us: Saat Masa Depan Membawa Cinta ke Arah yang Berbeda

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

5 Rekomendasi HP Murah Baterai 6000 mAh Fast Charging, Awet Seharian dan Cepat Terisi

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Shin Tae-yong Geleng-geleng Poin Persija Terancam Disunat Imbas Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Arti Mimpi Melihat Buaya di Air Keruh Menurut Islam dan Primbon, Waspada Musuh dalam Selimut?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Xiaomi 18 Pro Max Disebut Lebih Mahal dari iPhone 18 Pro Max, Ini Bocoran Harganya

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Minat Perawatan Kecantikan Kolagen Meningkat, Mengapa Pemahaman Perempuan Masih Rendah?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:49 WIB

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

WCCE 2026 Digelar, RI Incar Kerja Sama Bisnis Ekonomi Kreatif dengan 65 Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:47 WIB

×