Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

4 Tahun Jokowi - JK, Pengamat : Belum Berdampak ke Masyarakat

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 22 Oktober 2018 | 11:32 WIB
4 Tahun Jokowi - JK, Pengamat : Belum Berdampak ke Masyarakat
Joko Widodo dan Jusuf Kalla [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla telah genap empat tahun memimpin Indonesia. Selama empat tahun berjalan, Jokowi - JK telah melakukan berbagai upaya untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Namun, menurut Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, pemerintahan Jokowi - JK belum memuaskan. Pasalnya sejumlah program nawacita Jokowi - JK belum ada yang terlaksana dengan baik.

“Masih banyak program nawacita yang belum terlaksana dengan baik. Salah satunya itu ekonomi. Apa yang telah dilakukan selama ini belum memberikan dampak yang besar ke masyarakat,” kata Siti saat dihubungi Suara.com, Senin (22/10/2018).

Menurut Siti, pemerintahan Jokowi - JK belum bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satu hal yang dapat dilihat adalah indeks kebahagiaan di masyarakat.

Siti mengatakan persoalan kesenjangan sosial ekonomi merupakan musuh bersama Indonesia saat ini. Jika masalah kesenjangan ekonomi itu dirinci dengan spesifik dalam pertanyaan survei kepuasan terhadap kinerja Jokowi, angka kepuasan yang didapat tak akan tinggi.

“Itu yang harus ditanyakan. Jadi pertanyaan itu betul-betul menukik pada permasalahan yang dihadapi," ujarnya.

Selain itu, lanjut Siti, melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribuan per dolar AS, juga menunjukkan bahwa Jokowi tidak bisa memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.

"Ternyata dolar kan tinggi, kalau tinggi otomatis kebutuhan dasar ikut tinggi. Nah kebetulan ini kampanye, dolar melampaui Rp 15 ribuan," katanya.

Menurut Siti, ada baiknya jika pemerintah Jokowi - JK fokus menjalankan dan menyelesaikan sembilan janji Nawacita. Jokowi dan JK sudah seharusnya melakukan evaluasi atau koreksi apa saja yang sudah tercapai dan belum dari Nawacita.

"Selain itu membangun nilai-nilai agar masyarakat saling menghormati dan menghargai, tidak saling berhadapan. Menjaga harmoni. Sehingga konsepsi revolusi mental yang itu tercapai," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Tahun Jokowi - JK Pimpin Indonesia, Inflasi Jadi Lebih Rendah

4 Tahun Jokowi - JK Pimpin Indonesia, Inflasi Jadi Lebih Rendah

Bisnis | Senin, 22 Oktober 2018 | 10:02 WIB

Jokowi - Ma'ruf Amin Target Dapat 80 Persen Suara di Bali

Jokowi - Ma'ruf Amin Target Dapat 80 Persen Suara di Bali

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 05:30 WIB

Tiru John F. Kennedy, Ma'ruf Amin Ingin Hentikan Konflik

Tiru John F. Kennedy, Ma'ruf Amin Ingin Hentikan Konflik

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 07:00 WIB

Terkini

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB