Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa

Bangun Santoso, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 09 November 2018 | 16:01 WIB
Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa
Menteri Keuangan Sri Mulyani [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan (impor lebih besar dari pada ekspor). Namun itu semua dapat dikompensasi oleh banyaknya arus modal ke Indonesia. Sehingga secara keseluruhan tetap terjadi surplus transaksi.

Namun, pada tahun 2018 ini, defisit tersebut tidak bisa terkompensasi dikarenakan larinya arus modal dari Indonesia sebagai dampak normalisasi ekonomi global yang antara lain dengan adanya kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Sehingga sebagai dampaknya terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah.

"Defisit transaksi berjalan bukanlah sebuah dosa, apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sepanjang defisit tersebut memang digunakan untuk impor barang-barang yang produktif," kata Sri Mulyani, Jumat (9/11/2018).

Menurut Sri Mulyani, Indonesia telah memiliki GDP lebih dari 1 triliun dolar, pertumbuhan ekonomi rata-rata 5.1 - 5.3 persen dan inflasi yang stabil selama 4 tahun terakhir pada kisaran 3 persen.

Pemerintah dan Bank Sentral mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan fiskal digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

"Pemerintah fokus untuk menginvestasikan kepada infrastruktur dan sumber daya manusia. Sektor swasta juga dilibatkan dalam pembangunan melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sebagai hasilnya, tingkat kemiskinan turun di bawah 10 persen dan Gini Ratio (tingkat kesenjangan kemiskinan) juga menurun," jelasnya.

Dengan kondisi pembiayaan keuangan yang semakin mahal dan pengetatan likuiditas ini, pemerintah akan menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas dalam projek pembangunan. Ini semua dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dunia yang akan menuju pada kondisi normal yang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pajak Bakal Jadi Mata Pelajaran dari SD Hingga Perguruan Tinggi

Pajak Bakal Jadi Mata Pelajaran dari SD Hingga Perguruan Tinggi

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 13:09 WIB

Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif

Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif

Bisnis | Rabu, 07 November 2018 | 21:42 WIB

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Bisnis | Rabu, 07 November 2018 | 12:25 WIB

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

News | Selasa, 06 November 2018 | 15:43 WIB

Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah

Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah

Bisnis | Selasa, 06 November 2018 | 11:52 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×