Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif

Silfa Humairah Utami, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 November 2018 | 21:42 WIB
Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif
Menteri Keuangan Sri Mulyani . (Suara.com/ Chyntia Sami B)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi untuk menjadi solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menyebutkan, saat ini kontribusi ekonomi kreatif masih relatif kecil, dan seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi.

"Karena ini tidak hanya bagus untuk masyarakat tapi juga bagus untuk ketahanan ekonomi Indonesia, pemerintah sudah menetapkan Bekraf, ini salah satu langkah bersejarah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia," jelasnya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali pada Rabu (7/11/2018).

Dari sisi kesempatan pada industri ekonomi kreatif, Menkeu menjelaskan bahwa saat ini tren sektor jasa sangat berkembang dan maju, dimana finansial teknologi sangat mendominasi sektor ini. Industri ekonomi kreatif juga merupakan pilihan utama para generasi millenials Indonesia dalam mengejar karir dan mimpinya.

"Generasi milenials, mereka familiar dengan apa yang disebut ekonomi berbagi (shared), mereka tidak merasa perlu membeli mobil karena mereka bisa bergantung ke gojek, grab, dan lain-lain. Mereka juga tidak merasa perlu membeli rumah, karena bagi millenials, mobilitas menjadi lebih penting," jelasnya.

Menurut Menkeu gaya hidup para millenials Ini berpotensi mengganti struktur ekonomi di masa mendatang dan pemerintah perlu mengantisipasi dengan cara membangun inklusifitas.

"Inklusifitas adalah sangat penting, ini hanya bisa direalisasikan kalau Indonesia terhubung. Dengan membangun infrastruktur, ini penting bagi negara untuk mendesain potensi ekonominya untuk inklusif. Bagi Indonesia infrastruktur bukanlah kemewahan, ini adalah tulang punggung bagi Indonesia untuk membangun ekonomi dengan lebih inklusif," jelasnya.

Kemudian yang tidak kalah penting menurut Menkeu adalah pembangunan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Di Indonesia, 20 persen APBN untuk pendidikan, dimana anggaran pendidikan untuk tahun 2019 sebesar Rp492,5 triliun, ini terbesar dalam sejarah Indonesia," tegasnya.

Namun, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan Indonesia, bukan hanya soal anggaran dan uang, tapi begaimana men-desain program dan kebijakan dan memaksimalkan implementasi-nya pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menkeu juga menyampaikan bahwa ia banyak menerima kritik dari pelaku industri film. Menurutnya Industri film juga memiliki potensi bagi ekonomi kreatif di Indonesia, dan industri film juga membutuhkan ekosistem untuk berkelanjutan.

"Saya banyak menerima kritk dari pelaku industri film bahwa saya tidak paham dengan industri itu, makanya saya datang kesini, untuk mendengar dan merumuskan kebijakan untuk mendukung industri kreatif. Saya tidak ragu untuk bilang, saya ingin belajar, saya tidak tahu banyak, tapi saya semangat untuk belajar dan belajar lagi," jelasnya.

Menkeu menutup pidatonya dengan menyampaikan komitmennya dalam pengembangan ekonomi kreatif. "Pemerintah harus memiliki sikap yang mempermudah industri dan teknologi untuk berkembang sehingga inovasi akan tumbuh, dan ekonomi kreatif bisa berdampak kalau kita bisa merumuskan kebijakan dengan baik," pungkasnya.

Sebagai informasi, WCCE merupakan konferensi tentang ekonomi kreatif pertama di dunia yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 6-8 November 2018. Event ini mengusung tema Inclusively Creative dengan mengangkat lima isu utama, yakni kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan lebih dari 30 negara dan 1.500 peserta ini. Event ini akan merumuskan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB di tahun depan. Hal ini diharapkan semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia yang telah memasuki era 4.0.

Semoga solus Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Bisnis | Rabu, 07 November 2018 | 12:25 WIB

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

News | Selasa, 06 November 2018 | 15:43 WIB

Sri Mulyani Curhat Pengembangan SDM saat Berkunjung ke Australia

Sri Mulyani Curhat Pengembangan SDM saat Berkunjung ke Australia

Bisnis | Senin, 05 November 2018 | 14:26 WIB

Terkini

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB