Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif

Silfa Humairah Utami, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 November 2018 | 21:42 WIB
Sri Mulyani : Saya Siap Belajar Kembangkan Industri Kreatif
Menteri Keuangan Sri Mulyani . (Suara.com/ Chyntia Sami B)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi untuk menjadi solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menyebutkan, saat ini kontribusi ekonomi kreatif masih relatif kecil, dan seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi.

"Karena ini tidak hanya bagus untuk masyarakat tapi juga bagus untuk ketahanan ekonomi Indonesia, pemerintah sudah menetapkan Bekraf, ini salah satu langkah bersejarah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia," jelasnya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali pada Rabu (7/11/2018).

Dari sisi kesempatan pada industri ekonomi kreatif, Menkeu menjelaskan bahwa saat ini tren sektor jasa sangat berkembang dan maju, dimana finansial teknologi sangat mendominasi sektor ini. Industri ekonomi kreatif juga merupakan pilihan utama para generasi millenials Indonesia dalam mengejar karir dan mimpinya.

"Generasi milenials, mereka familiar dengan apa yang disebut ekonomi berbagi (shared), mereka tidak merasa perlu membeli mobil karena mereka bisa bergantung ke gojek, grab, dan lain-lain. Mereka juga tidak merasa perlu membeli rumah, karena bagi millenials, mobilitas menjadi lebih penting," jelasnya.

Menurut Menkeu gaya hidup para millenials Ini berpotensi mengganti struktur ekonomi di masa mendatang dan pemerintah perlu mengantisipasi dengan cara membangun inklusifitas.

"Inklusifitas adalah sangat penting, ini hanya bisa direalisasikan kalau Indonesia terhubung. Dengan membangun infrastruktur, ini penting bagi negara untuk mendesain potensi ekonominya untuk inklusif. Bagi Indonesia infrastruktur bukanlah kemewahan, ini adalah tulang punggung bagi Indonesia untuk membangun ekonomi dengan lebih inklusif," jelasnya.

Kemudian yang tidak kalah penting menurut Menkeu adalah pembangunan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Di Indonesia, 20 persen APBN untuk pendidikan, dimana anggaran pendidikan untuk tahun 2019 sebesar Rp492,5 triliun, ini terbesar dalam sejarah Indonesia," tegasnya.

baca juga

Namun, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan Indonesia, bukan hanya soal anggaran dan uang, tapi begaimana men-desain program dan kebijakan dan memaksimalkan implementasi-nya pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menkeu juga menyampaikan bahwa ia banyak menerima kritik dari pelaku industri film. Menurutnya Industri film juga memiliki potensi bagi ekonomi kreatif di Indonesia, dan industri film juga membutuhkan ekosistem untuk berkelanjutan.

"Saya banyak menerima kritk dari pelaku industri film bahwa saya tidak paham dengan industri itu, makanya saya datang kesini, untuk mendengar dan merumuskan kebijakan untuk mendukung industri kreatif. Saya tidak ragu untuk bilang, saya ingin belajar, saya tidak tahu banyak, tapi saya semangat untuk belajar dan belajar lagi," jelasnya.

Menkeu menutup pidatonya dengan menyampaikan komitmennya dalam pengembangan ekonomi kreatif. "Pemerintah harus memiliki sikap yang mempermudah industri dan teknologi untuk berkembang sehingga inovasi akan tumbuh, dan ekonomi kreatif bisa berdampak kalau kita bisa merumuskan kebijakan dengan baik," pungkasnya.

Sebagai informasi, WCCE merupakan konferensi tentang ekonomi kreatif pertama di dunia yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 6-8 November 2018. Event ini mengusung tema Inclusively Creative dengan mengangkat lima isu utama, yakni kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan lebih dari 30 negara dan 1.500 peserta ini. Event ini akan merumuskan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB di tahun depan. Hal ini diharapkan semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia yang telah memasuki era 4.0.

Semoga solus Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Indonesia Jadi Penerbit Sukuk Negara Terbesar di Dunia

Bisnis | Rabu, 07 November 2018 | 12:25 WIB

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Langgar Pemilu

News | Selasa, 06 November 2018 | 15:43 WIB

Sri Mulyani Curhat Pengembangan SDM saat Berkunjung ke Australia

Sri Mulyani Curhat Pengembangan SDM saat Berkunjung ke Australia

Bisnis | Senin, 05 November 2018 | 14:26 WIB

Terkini

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×