Dongkrak Pendapatan Petani, Kemenkop dan UKM Dorong Hilirisasi Produk

Fabiola Febrinastri

Kamis, 14 Maret 2019 | 11:02 WIB
Dongkrak Pendapatan Petani, Kemenkop dan UKM Dorong Hilirisasi Produk
"Temu Lapang dalam Rangka Korporasi Petani Model Koperasi Rapat Koordinasi Jadwal Tanam/Panen", di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019). (Dok: Kemenkop dan UKM)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) mendorong koperasi di Indonesia untuk melakukan hilirisasi produk pertanian, agar dapat mendongkrak pendapatan petani sekaligus meningkatkan ekonomi di pedesaan. Pengembangan hilirisasi (industrialisasi) pertanian tidak saja ditujukan untuk meningkatkan jumlah pasokan bahan pangan dan jenis produk pangan di pasar, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi di perdesaan.

Hal ini dikemukakan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit. Menurutnya, pemerintah tengah mengupayakan agar komoditi yang dijual petani bernilai tambah.

"Pemerintah sedang mendorong koperasi skala besar yang mampu mengelola industri di perdesaan agar produk yang dijual berupa komoditi bernilai tambah bagi petani anggota koperasi," katanya, dalam pembukaan "Temu Lapang dalam Rangka Korporasi Petani Model Koperasi Rapat Koordinasi Jadwal Tanam/Panen", di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019).

Pada September 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan gagasan korporasi petani, agar para petani terlibat dan mendapat nilai tambah dari proses pengolahan hasil produksi pertaniannya. Petani harus mampu masuk ke industri, jangan lagi menjual produk mentah tapi harus mampu mengolah untuk memperoleh nilai tambah.

Menurut Victoria, tantangan terbesar industri pengolahan adalah kontinuitas pasokan bahan baku. Kerap kali industri terhenti, karena putusnya pasokan bahan baku akibat perbedaan kepentingan industri untuk memperoleh harga bahan baku murah dengan kepentingan petani untuk memperoleh harga jual yang tinggi.

Tapi permasalahan ini dapat diatasi jika industri dimiliki oleh petani, karena keuntungan pabrik adalah juga keuntungan petani.

"Namun demikian akan sangat rumit apabila setiap petani langsung berperan sebagai shareholders dalam industri tersebut, sehingga diperlukan lembaga koperasi yang akan berperan sebagai shareholders, dimana koperasi sendiri adalah milik petani," katanya.

PUSKUD Jateng, KUD Pringgodani dan KSU Citra Kinaraya (Kab. Demak), serta KUD Bayan di Kabupaten Purworejo menyambut baik gagasan tersebut dan bersama-sama menggagas proyek pendirian pabrik beras modern 100 persen milik petani, yang nantinya akan menghasilkan beras kualitas premium dan specialty.

Pabrik beras tersebut rencananya akan didirikan di wilayah Kabupaten Sragen, dengan nilai investasi sebesar Rp 40 miliar dan berkapasitas produksi 120 ton gabah (input) per hari, yang bahan bakunya akan dipasok dari Kabupaten Demak, Kabupaten Purworejo, dan Kabupateb Sragen.

baca juga

Keempat entitas koperasi tersebut mendapat pendampingan dari Agriterra, selak ukonsultan bisnis. Agriterra adalah NGO asal Belanda yang pada November 2018 menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) dengan Kemenkop dan UKM tentang Pengembangan Korporasi Petani Model Koperasi untuk Hilirisasi/Industrialisasi Sektor Pertanian.

Pada Januari 2019, tim pendirian pabrik beras modern 100 persen milik petani telah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan mendapat tanggapan sangat baik.

Koperasi, selaku lembaga usaha dapat memasok kebutuhan bahan baku dan sarana produksi untuk melayani kebutuhan budi daya petani anggota koperasi, sehingga dapat melakukannya secara efisien. Koperasi juga dapat mengolah dan memasarkan hasil pertanian anggota koperasi dalam skala usaha yang lebih besar(skala ekonomi).

Koperasi perlu pengelolaan bisnis dan manajemen secara professional, sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan sistem bisnis global yang sangat cepat dan turbulensi. Untuk itu, Kegiatan Temu Lapang ini merupakan salah satu wadah silaturahim, pembelajaran, sharing informasi, strategi, pengembangankemitraan, jaringan, dan forum diskusi antara tokoh-tokohtani, petani anggota, dan koperasi-koperasi yang akan berinvestasi untuk pendirian pabrik beras modern 100 persen milik petani.

Fokus kegiatan ini adalah diskusi terkait rekrutmen petani berdasarkan pembagian jadwal tanam dan panen, yang disertai presentasi dari PT Rutan dan PT Skill Indotimur Agung (produsen alsintan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan

Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan

Bisnis | Senin, 11 Maret 2019 | 15:45 WIB

Kemenkop dan UKM Latih 30 Pegiat Film Sumbar tentang Koperasi

Kemenkop dan UKM Latih 30 Pegiat Film Sumbar tentang Koperasi

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2019 | 13:38 WIB

Kemenkop dan UKM Dukung Industri Kreatif Perfilman Berbadan Hukum Koperasi

Kemenkop dan UKM Dukung Industri Kreatif Perfilman Berbadan Hukum Koperasi

News | Senin, 21 Januari 2019 | 11:43 WIB

Kemenkop dan UKM Tengah Awasi 12 Koperasi Bermasalah

Kemenkop dan UKM Tengah Awasi 12 Koperasi Bermasalah

Press Release | Selasa, 24 Oktober 2017 | 10:36 WIB

Terkini

Menyapa Diri Sendiri Lewat Tulisan: Langkah Kecil Merawat Kesehatan Mental

Menyapa Diri Sendiri Lewat Tulisan: Langkah Kecil Merawat Kesehatan Mental

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Menanti Ketuk Palu MK Terkait Syarat Pendidikan Gibran

Menanti Ketuk Palu MK Terkait Syarat Pendidikan Gibran

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Wangi Parfum Mykonos On The Rocks seperti Apa? Cek Notes dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Isu Ijazah Palsu Politisi PSI, KPU Semarang: Saat Nyaleg Hanya Pakai Ijazah SMA

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Apakah Bedak Wardah Ada di Indomaret? Simak Harganya hingga Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Mengenal Herkansing dan Herexamen: Bukti Bahwa Pendidikan Butuh Ruang untuk Gagal

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

Naik Mobil Komando, Pimpinan DPR Bareng Kapolri dan Andi Gani Temui Massa Buruh di Senayan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

Dasco Temui Buruh Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sebut Jadi Kado

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis 20 Oktober di Netflix, Hadir dengan Kru Baru

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×