Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan

Fabiola Febrinastri
Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan
Pelatihan tenaga pendamping bertajuk "Sinergitas Program dalam Rangka Peningkatan Ekspor dan Internasionaliasi UKM", di Kota Makassar, 11-12 Maret 2019. (Dok: Kemenkop dan UKM)

UKM masih merasa kesulitan untuk ekspor langsung ke negara tujuan.

Suara.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) menilai, pelaku UKM memerlukan strategi pengembangan melalui edukasi. Hal ini bisa dilakukan melalui pembinaan para UKM dan mentor UKM, agar dapat memiliki wawasan dan keterampilan, serta pengetahuan, sehingga tercipta UKM yang mandiri dan mampu bersaing dalam pasar global.

Untuk kepentingan inilah, Kemenkop dan UKM menyelenggarakan pelatihan tenaga pendamping bertajuk "Sinergitas Program dalam Rangka Peningkatan Ekspor dan Internasionaliasi UKM", di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 11-12 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kemenkop dan UKM, ABDSI, FTA Center Kementerian Perdagangan, Rumah Ekspor BNI dan Setkab.

"Kegiatan ini merupakan sinergi atau kolaborasi berbagai dukungan yang memiliki visi yang sama untuk memaksimalkan layanan bagi UKM ekspor," kata Sekretaris Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Devi Rimayanti, dalam sambutannya, Senin (11/3/2019).

Devi menambahkan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membina UMKM, namun membutuhkan kontribusi dan kolaborasi dari berbagai elemen sosial (stakeholder), seperti sektor swasta, pengusaha, akademisi, asosiasi usaha, maupun komunitas atau lembaga pendampingan UMKM.

Menurutnya, dalam era revolusi industri 4.0, ada 3 tantangan pokok yang harus dipahami oleh pelaku UKM, yakni teknologi, otomatisasi dan disrupsi. Untuk menghadapi tantangan tersebut, perlu membangun pendampingan dan memperkuat jaringan usaha yang saling mendukung.

"Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pendampingan mentor dan advice untuk UKM secara langsung, sehingga diharapkan UMKM bisa naik kelas dan mampu memenuhi kebutuhan permintaan pasar global," ujar Devi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal mengakui bahwa Sulsel banyak memiliki produk unggulan yang sangat potensial untuk diekspor, antara lain cokelat, kopi, kopra dan lainnya. Namun UKM masih merasa kesulitan untuk ekspor langsung ke negara tujuan.

"Kendala utama yang dihadapi adalah belum dapat memenuhi kuota angkutan dari kota atau provinsi asal ke negara tujuan, jadi harus ke provinsi lain dalam pemenuhan kuota. Selain itu, masalah komunikasi dengan negara tujuan juga menjadi kendala," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para mentor atau pendamping, selain mendamping UKM dari segi usaha, dapat juga mencari pembeli, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri, serta mendorong UKM untuk dapat memproduksi sesuatu yang dapat berdaya saing untuk dapat masuk pasar  luar negeri.

Pemerintah Daerah Sulsel telah mengirimkan tiga pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), dengan membawa 40 produk unggulan berupa makanan ringan, produk pertanian dan produk perikanan, mengikuti kegiatan pameran "Indonesian Fest" di Singapura, sebagai bentuk dukungan pemda tehadap promosi produk UKM lokal.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS