Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Ikan Cupang Fancy Copper Vietnam Naik Daun, Sepasang Tembus Rp 3 Juta!

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Selasa, 26 Maret 2019 | 11:09 WIB
Ikan Cupang Fancy Copper Vietnam Naik Daun, Sepasang Tembus Rp 3 Juta!
Deretan ikan cupang di sentra promosi ikan hias Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Ikan cupang fancy copper atau FCCP yang berasal dari Vietnam kini sedang naik daun. Minat yang cukup banyak membuat harga jualnya kini cukup tinggi hingga mencapai Rp 3 juta untuk satu pasang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marzuki (53) petugas pengelola sentra promosi ikan hias Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Jenis ikan pelakat asal Vietnam ini memiliki empat corak warna seperti ikan koi. Ia mengaku untuk ikan cupang FCCP ini bisa mencapai jutaan rupiah tergantung corak warna.

"Mulai budidaya ikan FCCP dari Vietnam ini mulai satu bulan saat ini masih proses tapi kemarin sudah ada yang pesan," ujar Marzuki saat ditemui Suara.com.

Ikan Cupang di sentra promosi ikan hias Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. (Suara.com/Muslimin)
Ikan Cupang di sentra promosi ikan hias Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. (Suara.com/Muslimin)

Marzuki mengaku untuk mendapatkan bibit ikan langsung dikirim dari Vietnam. Ia memesan melewati relasinya yang berada di Vietnam.

Ikan cupang FCCP ini bisa bertahan sampai dua tahun, ekor dan siripnya yang tajam menambah daya tarik ikan yang identik agresif tersebut.

Saat ini Marzuki masih berusaha untuk mengembangkan ikan FCCP untuk memenuhi permintaan pelanggan.

"Tren ikan cupang sekarang sedang naik tetapi untuk jenis-jenis barunya, seperti sekarang ada jenis baru ya mulai banyak pesanannya," terangnya.

Untuk memelihara ikan cupang FCCP ini, Marzuki membagikan tips supaya warna dan coraknya terlihat semakin bagus.

baca juga

Dari segi air, menggunakan air tanah yang didiamkan selama satu jam dan dimasukan daun ketapang serta sedikit garam.

Fungsi daun ketapang sebagai obat untuk kesehatan supaya ikan tidak lemas. Namun untuk air harus diganti selama 3 hari satu kali.

Sedangkan untuk makanan ikan cupang menggunakan kutu air atau pelet khusus ikan cupang dengan harga Rp 10 ribu perbungkusnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikan Cupang Naik Daun Lagi! Yuk Cari di Sini

Ikan Cupang Naik Daun Lagi! Yuk Cari di Sini

Bisnis | Selasa, 26 Maret 2019 | 10:06 WIB

Ini Komentar Indra Sjafri Soal Kartu Merah Marinus Wanewar

Ini Komentar Indra Sjafri Soal Kartu Merah Marinus Wanewar

Bola | Senin, 25 Maret 2019 | 08:32 WIB

Indonesia Gagal ke Piala Asia U-23, Indra Sjafri Siap Bertanggung Jawab

Indonesia Gagal ke Piala Asia U-23, Indra Sjafri Siap Bertanggung Jawab

Bola | Senin, 25 Maret 2019 | 07:29 WIB

Terkini

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB