Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB
Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur
Prabowo Subianto dan Donald Trump. [USTradeRep]
baca 10 detik
  • Donald Trump menolak kendaraan listrik di Las Vegas karena infrastruktur kurang dan cadangan bensin melimpah.
  • Prabowo Subianto menyusun strategi nasional untuk mengelektrifikasi seluruh armada Indonesia menggunakan tenaga surya demi kemandirian energi.
  • Kebijakan energi kedua pemimpin ini menunjukkan perbedaan pandangan yang sangat kontras terkait masa depan kendaraan listrik.

Suara.com - Perdebatan seputar masa depan kendaraan listrik (EV) kini semakin memanas dengan adanya dua pandangan ekstrem yang saling bertolak belakang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Saat Trump terus melancarkan serangan verbal yang tidak biasa terhadap pengemudi EV, Prabowo justru sedang menyusun strategi radikal untuk mengelektrifikasi seluruh armada jalanan di Indonesia menggunakan tenaga surya.

Donald Trump secara terbuka menolak keras transisi cepat ke kendaraan listrik di negaranya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto justru menunjukkan optimisme tinggi untuk membangun ekosistem mobil dan motor listrik baru yang mandiri.

Perbedaan pandangan ini memperlihatkan pertarungan narasi kebijakan energi yang sangat kontras antara dua pemimpin negara.

Kritik pedas Trump mengemuka baru-baru ini saat ia berbicara di hadapan pendukungnya di Red Rock Resort, Las Vegas.

Ia menyoroti fenomena "range anxiety" atau kecemasan pengendara akan daya baterai yang terbatas dan menyebut kecemasan itu sebagai penyakit, menurut NDTV Profit (6/8/2026).

“Pernah lihat tanda-tanda orang mengendarai mobil listrik, mereka seperti punya penyakit... Mereka menyadari baterainya mulai menipis dan sudah cemas padahal masih tiga perempat penuh.” sindir Trump dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.

Ilustrasi mobil listrik (Magnific)
Ilustrasi mobil listrik (Magnific)

Alasan Trump menolak transisi cepat ini didasari oleh pragmatisme infrastruktur dan ketersediaan sumber daya minyak bumi AS yang melimpah.

baca juga

Trump menilai tidak masuk akal memaksa konsumen membeli mobil listrik jika mereka kesulitan menemukan stasiun pengisian daya di jalan raya. Ia juga sesumbar tentang cadangan energi fosil AS:

“Kita punya seribu tahun persediaan bensin dan itulah yang orang sukai,” sembari mengeklaim bahwa gabungan pasokan migas AS dan Venezuela mencakup 60 persen cadangan dunia.

Sebaliknya, Prabowo Subianto didorong oleh keinginan kuat untuk memutus rantai ketergantungan impor energi Indonesia.

Prabowo secara blak-blakan menyoroti lambatnya pabrikan otomotif raksasa dalam beralih ke listrik.

"Saya ingin total listrik... dan saya ingin listriknya itu dari matahari," ungkap Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Maret lalu.

Bagi Prabowo, terus menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil hanya akan membebani keuangan negara:

"Kalau kita mau pakai mobil combustion engine apa mobil eh bensin atau solar masih tergantung lagi kita impor gitu loh," tambahnya.

Bagaimana langkah konkret dan masa depan yang diusung kedua tokoh? Trump mengeklaim telah mengakhiri mandat kendaraan listrik federal yang dinilainya memberatkan konsumen Amerika.

Sementara itu, Prabowo mengambil langkah ekstrem dengan merancang simulasi perhitungan ekonomi untuk beralih total ke ekosistem bertenaga matahari yang diklaim mendatangkan penghematan luar biasa serta membuka lapangan kerja massal bagi masyarakat biasa.

Prabowo menyadari visinya yang melompat "100 langkah ke depan" ini kerap memicu skeptisisme. Namun, ia menegaskan keyakinannya secara langsung:

"Memang berat, memang banyak orang mengejek kita Indonesia enggak mungkin berhasil, tapi saya enggak, saya optimis, saya yakin kita akan berhasil."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo

Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:17 WIB

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×