Pemerintah Siap Dukung Perkembangan Hilirisasi Industri Kelapa

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 05 April 2019 | 12:37 WIB
Pemerintah Siap Dukung Perkembangan Hilirisasi Industri Kelapa
Temu Mitra Koperasi Kelapa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/4/2019). (Dok : LPDB - KUMKM)

Suara.com - Kelapa merupakan komoditas yang sangat bernilai ekonomis, karena mampu menghasilkan berbagai produk turunan. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah menyatakan siap mendukung perkembangan hilirisasi industri kelapa.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM), Braman Setyo.

"Saya sangat senang dengan pertemuan hari ini. Ini merupakan sektor produktif, yang harus menyerap kucuran dana lebih tinggi dari sektor lainnya, karena sektor produktif mempunyai nilai tambah yang berkali lipat. Kelapa, banyak sekali produk turunannya yang mampu menghasilkan nilai tambah," kata Bram, pada acara Temu Mitra Koperasi Kelapa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/4/2019).

Ia menyatakan, tahun ini LPDB  telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk dikucurkan kepada para pelaku usaha. Maka dari itu, untuk mendorong hilirisasi olahan kelapa, LPDB siap memberikan kucuran kredit kepada pengusaha sepanjang syarat dan ketentuan terpenuhi.

"Jumlah anggaran LPDB tahun ini mencapai Rp 1,5 triliun. Kalau terkendala untuk investasi mesin, akan kita bicarakan secara langsung, LPDB siap mengucurkan kredit kepada yang bersangkutan," kata Bram.

Pada saat yang sama, perwakilan dari Koperasi Krambi Idjo, Syaukani, menyatakan apresiasinya  atas dukungan pemerintah untuk hilirisasi komoditas kelapa, namun ia juga mengatakan perlu adanya kepastian raw material agar stabilitas produksi dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, selain dukungan hilirisasi, diperlukan juga dukungan dari pemerintah untuk penataan perkebunan kelapa secara nasional.

"Saat ini, kebanyakan penghasil kelapa adalah kebun rakyat. Untuk diserap ke industri pengolahan, persediaan kurang. Karena itu, perlu juga dukungan kebijakan dari pemerintah untuk menata perkebunan kelapa. Kenapa sawit maju, karena ia ditata perkebunannya oleh kebijakan pemerintah. Harapannya, kelapa juga diperlakukan begitu. Selain kaya dengan produk turunan, secara ekologi, kelapa juga ramah lingkungan," kata Syaukani.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

Bisnis | Jum'at, 29 Maret 2019 | 09:55 WIB

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

Bisnis | Kamis, 14 Maret 2019 | 11:22 WIB

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:15 WIB

LPDB Komitmen Dukung Pengembangan Bisnis Pelaku KUMKM Banten

LPDB Komitmen Dukung Pengembangan Bisnis Pelaku KUMKM Banten

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 12:10 WIB

Terkini

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×