Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pemerintah Tuding Lambatnya Impor dan Panen Penyebab Inflasi April

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Kamis, 02 Mei 2019 | 15:28 WIB
Pemerintah Tuding Lambatnya Impor dan Panen Penyebab Inflasi April
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, inflasi yang terjadi di April 2019 disebabkan terlambatnya panen raya dan impor bawang putih. Diketahui inflasi pada bulan April 2019 mencapai 0,44 persen.

Diketahui beberapa harga komoditas mengalami kenaikan harga. Menko Darmin menjelaskan komoditas yang menjadi penyumbang inflasi seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, tiket pesawat, ayam dan telur.

"Itu pasti urusannya bawang putih, bawang merah, cabai merah, mungkin sedikit ayam atau telur sedikit ada lagi tiket pesawat. Kenapa karena panen kita tahun ini agak terhambat beras juga terlambat, bawang juga terlambat," ujar Menko Darmin di Gedung Dhanapala, Kamis (2/5/2019).

Ia memprediksi inflasi akan menurun, karena komoditas seperti cabai merah dan bawang merah akan segera panen. Hanya saja untuk bawang putih terlambat untuk di impor.

"Kalau musim hujan memang agak terlambat panennya sehingga kita lihat tidak akan panen terjadi. Begitu panen keluar selesai dia," terangnya.

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, inflasi tersebut didapatkan setelah BPS memantau 82 kota pada April 2019.

"Secara umum beberapa komoditas mengalami kenaikan. Inflasi April 0,44 persen agak tinggi, sedangkan Inflasi tahun kalender 0,80 persen, serta kalau dari tahun ke tahun 2,83 persen," kata Suhariyanto di Kantornya, Kamis (2/5/2019).

"Ini masih di bawah target 3,5 persen dan secara keseluruhan inflasi masih terkendali, dengan beberapa catatan harga komoditas yang mulai mengalami kenaikan," Suhariyanto menambahkan.

Suhariyanto mencatat, dari 82 kota diamati sebanyak 77 kota mengalami inflasi, sementara 5 kota mengalami deflasi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan Wisman Lewat Jalur Udara Menurun, Imbas Tiket Pesawat?

Kunjungan Wisman Lewat Jalur Udara Menurun, Imbas Tiket Pesawat?

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2019 | 15:14 WIB

Wuiihh... Harga Bawang Putih di Kramat Jati Tembus Rp 75.000 Per Kilogram

Wuiihh... Harga Bawang Putih di Kramat Jati Tembus Rp 75.000 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2019 | 15:10 WIB

Harga Bawang dan Tiket Pesawat Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi April

Harga Bawang dan Tiket Pesawat Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi April

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2019 | 11:39 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB