Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban Baru 25 Persen

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban Baru 25 Persen
Lokasi proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, di Subang, Jawa Barat. [Dok Kemenko Maritim]

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot pembangunan Pelabuhan Patimban.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot pembangunan Pelabuhan Patimban. Rencananya, pelabuhan yang berada di Subang, Jawa Barat ini beroperasi pada akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus Purnomo mengatakan, pembangunan yang digenjot yaitu terminal kendaraan (car terminal). Dia pun mengungkapkan progres car terminal tahap I baru sekitar 25 persen.

"Ya tahun ini bisa beroperasi, keliatannya car terminal sedang dikejar, jadi ini kawan-kawan sedang berusaha tahun ini terminal selesai, harapannya paling enggak tahun ini bisa beroperasi," kata Agus di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Selain itu, Agus menuturkan, saat ini Kemenhub juga sedang membebaskan lahan dengan lebar jalan 30 meter untuk akses ke Pelabuhan Patimban. Menurut dia, pembebasan lahan tersebut masih dalam proses pembayaran.

"Yang 24 meter sudah semua lebar, yang perlu tambahannya 30 meter kita sedang siapkan. Sebagian sudah kita bayarkan," tutur dia.

Untuk menyiapkan operasional tersebut, Kemenhub juga menggandeng PT Perusahan Listrik Negara (Persero) (PLN) untuk memasok listrik di Pelabuhan Patimban.

Adapun estimasi kebutuhan daya di Pelabuhan Patimban untuk tahap 1 (Fase I.1 dan Fase I.2) pada tahun 2019 Sampai dengan 2023 adalah sampai dengan 90 MVA.

"Mau enggak mau kan ini dibutuhkan untuk Pelabuhan Patimban. Karena PLN sudah siapkan power plant yang begitu banyak di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Saya kira pasokan akan save. Stabilitas akan bagus. Harapannya nanti yang menyediakan listrik di sana ya PLN. Mau nggak mau harus siap. Enggak ada lagi kendala," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Tengah PLN, Amir Rosidin menambahkan, pasokan listrik untuk Pelabuhan Patimban akan disuplai dari pembangkit Indramayu yang sebesar 1.000 megawatt (MW).

"Jadi sebenarnya Patimban itu dapat kita supplay dari Indramayu karena dekat sekali. Untuk tarif, Kita bandingkan dengan Asia Tenggara atau tarif industri yang tegangan tinggi harga PLN itu sekitar Rp 950 per kwh sedangkan terendah itu di Vietnam jadi kita memang berusaha bagaimana kalahkan Vietnam ini sehingga PLN itu nanti tarif terendah untuk tegangan tinggi," tutup dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS