U Stay Hotel Bantu Pemerintah Raup Devisa

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:24 WIB
U Stay Hotel Bantu Pemerintah Raup Devisa
U Stay Hotel.

Suara.com - Program pemerintah dalam menggalakan industri pariwisata disambut baik dunia usaha. Salah satunya melalui industri perhotelan. Kehadiran U Stay Hotel diyakini mampu membantu pemerintah meraup pundi-pundi devisa.

Owner U Stay Hotel, Nofel Saleh Hilabi menjelaskan, dengan konsep berbiaya rendah, Nofel yakin U Stay Hotel bisa mendongkrak perekonomian.

Hal itu didasari pengamatannya atas antusiasme masyarakat yang ingin tinggal di hotel yang bersih dan baik, namun terkendala uang.

Pria yang juga salah satu ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini menyebut alasan membangun U Stay Hotel juga untuk memfasilitasi traveler mancanegara sesuai progam pariwisata pemerintah.

Jangan sampai banyak para pelancong yang datang, tapi tempat tinggalnya tidak ada.

"Pemerintah ingin meningkatkan devisa dari sektor pariwisata. Berarti banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya Jakarta. Otomatis tempat tinggalnya harus ada. Kalau fasilitasnya nggak ada, gimana mau mendatangkan turis. U Stay mendukung program pemerintah," ujar Nofel dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2019).

Dia mengatakan, U Stay telah dirancang sejak 2016, dan mulai beroperasi setahun kemudian. Saat ini sudah ada 9 U Stay Hotel. Targetnya dalam 5 tahun ke depan, ada 50 hotel.

Sebanyak 40 hotel di Jakarta, sisanya akan tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

Guna mewujudkan rencana tersebut, pihaknya telah menyiapkan modal hingga 350 juta dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

Nofel mengatakan, U Stay Hotel adalah salah satu brand budget hotel yang dimiliki U Hotels Management, anak perusahaan dari Holding Company Sabika Group Indonesia di bawah naungan PT Sabika Hotel Indonesia.

Tidak hanya brand U Stay Hotel untuk hotel berbintang 2. Namun masih ada brand lain sesuai dengan klasifikasi masing-masing.

Sabika Hotel Indonesia juga memiliki brand seperti U Hotel dengan klasifikasi bintang 3. Sedangkan U Heritage dengan klasifikasi boutique hotel yang kental dengan nilai sejarah dari bangunan atau dari sisi lokasi hotel tersebut yang kental dengan nuansa sejarah.

Terakhir U Home, layaknya kost-kostan. Bisa dibayar harian atau bulanan.

Sebagai CEO dari Sabika Group dan selaku pemilik U Stay Hotel, Nofel memiliki keyakinan U Stay Hotel dapat membantu program pemerintah dan juga dapat bersaing dengan hotel lainnya dengan konsep yang unik dan selalu fresh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisi Indonesia November 2018 Sebesar 117,2 Miliar Dolar AS

Cadangan Devisi Indonesia November 2018 Sebesar 117,2 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 20 Desember 2018 | 19:19 WIB

Pesan Jokowi ke Pengusaha : Dalam Kesempitan Ada Kesempatan

Pesan Jokowi ke Pengusaha : Dalam Kesempitan Ada Kesempatan

Bisnis | Selasa, 27 November 2018 | 14:30 WIB

Paket Kebijakan Jokowi ke 16 Bisa Perlancar Arus Devisa

Paket Kebijakan Jokowi ke 16 Bisa Perlancar Arus Devisa

Bisnis | Jum'at, 16 November 2018 | 14:27 WIB

Terkini

Bea Cukai Periksa 82 Yacht di Ancol, Endus Pelanggaran Pajak Barang Mewah

Bea Cukai Periksa 82 Yacht di Ancol, Endus Pelanggaran Pajak Barang Mewah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:13 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial Bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial Bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11 WIB

Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir

Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:50 WIB

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:45 WIB

Bahlil Teken MoC Energi dengan Jepang, Ekonom Berikan Sejumlah Catatan

Bahlil Teken MoC Energi dengan Jepang, Ekonom Berikan Sejumlah Catatan

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:43 WIB

Pemerintah Bidik Lahan Sitaan KPK hingga Kejaksaan untuk Perumahan Rakyat

Pemerintah Bidik Lahan Sitaan KPK hingga Kejaksaan untuk Perumahan Rakyat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:29 WIB

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:20 WIB

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:09 WIB

Askrindo Berangkatkan 500 Pemudik ke 13 Rute Dengan Asuransi Gratis

Askrindo Berangkatkan 500 Pemudik ke 13 Rute Dengan Asuransi Gratis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:07 WIB

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:59 WIB