Imbas Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Angkutan Udara Anjlok 30,71 Persen

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Imbas Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Angkutan Udara Anjlok 30,71 Persen
Ilustrasi bandara sepi penumpang. (Shutterstock)

Angkutan udara pada tahun ini tak menjadi andalan para pemudik.

Suara.com - Angkutan udara pada tahun ini tak menjadi andalan para pemudik. Pasalnya pemudik yang menggunakan angkutan udara anjlok pada mudik tahun 2019 ini.

Berdasarkan data SIASATI Kemenhub, pemudik angkutan udara dalam negeri dari 36 Bandara secara kumulatif dari H-7 hingga H-3 hanya 1,2 juta penumpang. Jumlah itu anjlok 30,71 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

"Biasanya kalau kita bicara jumlah penumpang angkutan udara trennya kan positif tahun lalu, sekarang drop, jumlah penumpang turun baik itu dari segi jumlah pesawat yang melayani dan juga jumlah orang yang diangkut," kata Ketua Harian Posko Kemenhub Sigit Irfansyah di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019).

Selain jumlah penumpang, Sigit mengungkapkan jumlah penerbangan juga mengalami penurunan. Berdasarkan data SIASAT dari H-7 Hingga H-3 jumlah penerbangan anjlok 30 persen dari 13.921 penerbangan jadi 9.733 penerbangan.

"Jadi maskapai menurunkan jumlah armadanya karena penumpangnya juga drop," tutur dia.

Menurut Sigit, penurunan ini terjadi karena masih mahalnya tiket pesawat. Sehingga, masyarakat beralih ke angkutan lain.

"Kemudian ada jalan tol, yang menurun signifikan penerbangan pendek kebanyakan. Mungkin Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Jakarta-Lampung," ucap dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS