Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Keberadaan Taksi Bertarif Online Resahkan Sopir Taksi Resmi Bandara YIA

Chandra Iswinarno

Senin, 24 Juni 2019 | 16:28 WIB
Keberadaan Taksi Bertarif Online Resahkan Sopir Taksi Resmi Bandara YIA
Taksi resmi Bandara YIA di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. [Suara.com/Rahmad Ali]

Suara.com - Pengemudi taksi konvensional resah dengan kehadiran taksi regul (plat hitam) di dalam kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo Yogyakarta yang memberlakukan tarif berdasarkan aplikasi online.

Salah satu pengemudi taksi konvensional, Juhirman, bukan nama sebenarnya, mengungkapkan keresahan tersebut. Ia mengemukakan meski tidak ada taksi online yang beroperasi di kawasan Bandara YIA, namun omzetnya tetap menurun drastis.

"Kalau taksi online tidak bisa masuk ke kawasan sini. Mereka hanya bisa beroperasi di luar area, tapi yang kita resahkan ada lah para taksi regul yang tiap hari mengambil customer kita," kata Juhirman Senin (24/6/2019)

Menurut Juhirman, pengemudi taksi regul mengaku sebagai korban terdampak dari pembangunan bandara YIA. Tetapi yang dipermasalahan adalah para sopir taksi regul membanting harga. Akibatnya, sopir taksi konvensional kehilangan penumpang.

"Mereka pakai harga taksi online, tapi masih bisa ditawar lagi. Ngakunya sih sebagai eks korban pembangunan YIA, karena itu alasannya mereka punya hak untuk mengambil penumpang," tambahnya

Padahal kata Juhirman, untuk menjadi sopir taksi konvensional mereka harus membayar beragam iuran kepada Angkasa Pura.

"Untuk stiker taksi bandara saja harganya Rp 500.000. Biaya parkir satu selop Rp 125 juta pertahun. Itu belum biaya operasional lainnya," katanya

"Ditambah lagi dengan kehadiran regul ini, kita bisa jadi enggak narik. Bahkan, dua hari ini saya enggak narik. Banyak taksi-taksi lumpuh jadinya," tambahnya.

Menurut penuturan Juhirman ada setidaknya 15 taksi regul yang terdeteksi. Ia berharap pihak angkasa pura turun tangan.

baca juga

"Paling tidak yang terdeteksi itu ada 15 unit, tapi menurut saya lebih dari itu. Kami berharap pihak angkasa pura turun tangan, karena kami legal dan sudah kerjasama sama Angkasa Pura," ujarnya.

Berdasarkan temuan Suara.com di lapangan, setidaknya ada dua sopir regul yang sedang beroperasi. Korbannya adalah Muhaimin, bukan nama sebenarnya penumpang asal palangkaraya yang sedang ingin berkunjung ke Gemolong, Sragen, Jawa Tengah.

Salah satu driver memperlihatkan tarif menuju gemolong sebesar Rp 575.000. Patokan itu menjadi acuannya berdasarkan aplikasi ojek online. Harga tersebut masih bisa ditawar hingga Rp. 400.000.

"Ini yang membuat kita bangkrut. Kalau tarifnya segitu, bagi kita cukup buat cicilan. Terus kita mau makan apa," imbuh Juhirman.

Hardi sopir taksi konvensional lain juga mengatakan hal serupa. Namun ia tidak mempermasalahkan segala jenis taksi jika ingin beroperasi di wilayah bandara YIA.

"Silahkan beroperasi, asal ikut aturan. Bayar cicilan seperti kita, punya kontrak, punya seragam. Kan rejeki dari Tuhan. Tapi untuk memperoleh rezeki itu harus dengan cara yang benar, ikut prosedur," paparnya.

Sebelumnya, Pengelola Yogyakarta Internasional Airport (YIA) membatasi aktivitas taksi online di kawasan bandara untuk sementara waktu. Taksi online tidak boleh mengambil penumpang di Bandara Kulonprogo itu.

Hanya saja takso online tetap boleh beroperasi di sekitar bandara. Tapi hanya sebatas mengantarkan penumpang. Sedangkan kegiatan penjemputan tidak diizinkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Boleh kalau hanya mengantar penumpang ke bandara, tapi tidak mengambil penumpang taxi bandara," kata Pelaksana Tugas General Manager YIA, Agus Pandu Purnama, Minggu (23/6/2019).

Pembatasan ini kata Pandu berkaitan dengan sejumlah hal. Pertama sudah adanya kerjasama resmi pihaknya dengan beberapa perusahaan transportasi darat. Di antaranya taksi resmi berargo, Shuttleku, dan bus Damri.

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online

Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online

Bisnis | Senin, 24 Juni 2019 | 10:18 WIB

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

Otomotif | Minggu, 23 Juni 2019 | 18:14 WIB

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Jogja | Minggu, 23 Juni 2019 | 12:19 WIB

Terkini

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB