Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Laut Karawang Tercemar Tumpahan Minyak, Susi Minta Ini ke Pertamina

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Kamis, 01 Agustus 2019 | 18:26 WIB
Laut Karawang Tercemar Tumpahan Minyak, Susi Minta Ini ke Pertamina
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam di laut Natuna Utara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Menteri Kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti meminta PT Pertamina (Persero) untuk menambah oil boom untuk mengantisipasi tumpahan minyak di pesisir Karawang, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan supaya tumpahan minyak tidak sampai daratan.

Oil boom merupakan peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air. Menurutnya ini menjadi pelajaran bagi Pertamina supaya memiliki oil boom lebih banyak.

"Memang ada kendala kita pelajari ke depan oil boom itu kita harus punya stok lebih banyak, supaya likuid tidak nyampai ke pingir tertiup angin dan sebagainya," ujar Susi Pudjiastuti, Kamis (1/8/2019).

Kemudian, ia mengapresiasi langkah Pertamina dengan membuat posko untuk masyarakat yang terkena dampak dan pemulihan laut yang terdampak minyak. Menurutnya pemulihan bisa dilakukan baik jangka pendek dan jangka panjang dengan waktu hingga 6 bulan.

"Ini sudah ditangai dan dihandel, kita akan memastikan recovery ini tdak berjalan sekarang saja tapi terus menerus. Dampak lingkungan tidak mungkin selesai satu bulan dua bulan minimal 6 bulan," tambahnya.

Menteri yang terkenal dengan jargon "Tenggelamkan" ini awalnya mengira tumpahan minyak yang terjadi di wilayah Karawang akan tercampur dengan air. Namun, tumpahan minyak hanya akan tercampur bila sampai ke daratan.

"Memang kalau ke darat itu jadi lengket, campur dengan pasirnya. Jadi sebetulnya tidak bisa di disolve cuman kita identifikasi dengan tempat yang terkena serpihan-serpihan itu mirip jeli seperti jeli agar-agar itu," terangnya.

Untuk diketahui, minyak Pertamina tumpah di pesisir Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 7 desa tercemar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, menyatakan minyak yang tumpah adalah jenis minyak mentah.

"Dari hasil laporan monitoring, ada tujuh desa yang terkendala dampak kebocoran minyak mentah milik Pertamina," kata Kabid Kedaruratan BPBD setempat Ruchimat, di Karawang, Rabu (24/7/2019) malam.

baca juga

Tujuh desa yang terkena dampak bocornya minyak mentah itu di antaranya Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Desa Pakis Kecamatan Pakisjaya, serta Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Pertamina Tumpah, Menteri Susi Cerita Relawan Sulit Terobos Pantura

Minyak Pertamina Tumpah, Menteri Susi Cerita Relawan Sulit Terobos Pantura

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 17:41 WIB

Walhi: Minyak Tumpah Pertamina Mengalir ke Bekasi sampai Kepulauan Seribu

Walhi: Minyak Tumpah Pertamina Mengalir ke Bekasi sampai Kepulauan Seribu

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 16:10 WIB

Tumpahan Minyak di Karawang Diduga Jangkau Pesisir Utara Banten

Tumpahan Minyak di Karawang Diduga Jangkau Pesisir Utara Banten

Banten | Rabu, 31 Juli 2019 | 20:17 WIB

Terkini

Belum Dipublikasi, Dony Oskaria Ungkap Kendala Laporan Keuangan Danantara

Belum Dipublikasi, Dony Oskaria Ungkap Kendala Laporan Keuangan Danantara

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Staf KPK Pakai Fitur Chat 'Auto-Delete' ke Ayah Demi Bocorkan Kasus Pemalang

Staf KPK Pakai Fitur Chat 'Auto-Delete' ke Ayah Demi Bocorkan Kasus Pemalang

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Review Welcome to Samdal-ri: Saat Kegagalan Bukan Akhir dari Segalanya

Review Welcome to Samdal-ri: Saat Kegagalan Bukan Akhir dari Segalanya

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:00 WIB

7 Dokumen Penting saat Transaksi Jual Beli Mobil Bekas, Wajib Diperiksa sebelum Serahkan Uang

7 Dokumen Penting saat Transaksi Jual Beli Mobil Bekas, Wajib Diperiksa sebelum Serahkan Uang

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:56 WIB

High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?

High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Cushion OMG Berapa Gram? Ini Isi Bersih, Harga, dan Perbedaan 2 Variannya

Cushion OMG Berapa Gram? Ini Isi Bersih, Harga, dan Perbedaan 2 Variannya

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:43 WIB

4 Parfum Aroma Floral Woody untuk Wanita Karier, Elegan dan Profesional Sepanjang Hari

4 Parfum Aroma Floral Woody untuk Wanita Karier, Elegan dan Profesional Sepanjang Hari

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Hidup di Layar: Mengapa Kita Cepat Lelah di Era yang Serba Mudah?

Hidup di Layar: Mengapa Kita Cepat Lelah di Era yang Serba Mudah?

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo, Polisi Buka Peluang Lakukan Ekshumasi

Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo, Polisi Buka Peluang Lakukan Ekshumasi

Video | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:30 WIB

×