Dongkrak Kinerja, Bank BJB Terapkan Tiga Fokus Utama

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Dongkrak Kinerja, Bank BJB Terapkan Tiga Fokus Utama
Ilustrasi digitalisasi Bank BJB. (Dok : BJB)

Total penyaluran kredit meningkat 8,2 persen menjadi Rp 78,2 triliun.

Suara.com - Untuk mendongkrak kinerja dan menjaga pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan, Bank BJB akan menerapkan tiga fokus utama. Fokus pertama, Reposisi Bisnis, di mana Bank BJB akan mengembangkan pembiayaan pada sektor pendorong perekonomian daerah, khususnya di Jawa Barat dan Banten, sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market di kredit konsumer.

Hal ini sesuai dengan marwah Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah yang berkomitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional, baik melalui pembiayaan kepada sektor Usaha Miko, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun sektor infrastruktur.

Fokus kedua, Reorganisasi. Semangat reorganisasi dilakukan untuk mendukung transformasi bisnis, sehingga Bank BJB akan lebih efisien dalam implementasi strategi yang ditetapkan. Fokus ketiga, Re-Engineering Teknologi Informasi, dimana Bank BJB akan memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan melakukan pengembangan teknologi, dengan memperhatikan aspek user experience dan customer behavior.

Pengembangan ini diukur dari aspek delivery, baik dari sisi waktu maupun kualitas, sehingga tidak kehilangan momentum bisnisnya. Digitalisasi jasa layanan keuangan menjadi salah satu senjata utama yang akan diandalkan Bank BJB untuk mengakselerasi kinerja perseroan.

Sejauh ini, Bank BJB telah melakukan berbagai langkah strategis untuk merealisasikan rencana digitalisasi ini. Salah satu langkah tersebut adalah dengan penambahan fitur pembayaran digital berbasis QR Code.

Berdasarkan rencana, sistem pembayaran tersebut akan diimplementasikan pada penghujung pekan ini.

"Penerbitan layanan ini merupakan langkah Bank BJB untuk mengakselerasi kinerja di era digital. Ini diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan yang kami berikan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. Asadi Budiman.

QR Code tersebut terkoneksi dengan layanan digital banking BJB Digi. Pengguna bisa memakai fitur ini untuk melakukan transaksi nontunai.

QR Code Bank BJB telah diujicobakan pada 1.500 transaksi dan sudah sesuai QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Penggunaan digital banking ini menjadi salah satu strategi Bank BJB untuk mendongkrak rasio dana murah.

Dengan kemudahan yang diberikan, rasio CASA diharapkan mengalami pertumbuhan. Strategi digitalisasi tersebut didukung dengan dibentuknya Direktorat IT, Treasury dan International Banking.

Direktorat baru ini fokus pada pengembangan produk dan layanan produk digital untuk mendorong ekspansi perseroan. Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain, digitalisasi layanan publik, digitalisasi pemerintahan daerah dan mendukung Program Smart City.

Beberapa program kolaborasi dengan pemerintah daerah yang telah berjalan antara lain, layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E- Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

Inovasi juga dilakukan dalam layanan e-Tax Bank BJB untuk menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kerja sama Bank BJB terkait Layanan Penerimaan Pajak Daerah dengan Provinsi DKI Jakarta dan 34 kota dan kabupaten Jabar dan Banten, serta 2 kota di luar wilayah Jabar dan Banten, yaitu Kota Batam dan Kota Pekanbaru. Layanan PBB-P2 membuat wajib pajak di wilayah tersebut dapat melakukan pembayaran PBB-P2 secara online melalui aplikasi BJB Digi.

Selain itu, pembayaran pajak dapat dilakukan melalui seluruh channel Bank BJB antara lain, Teller, ATM, dan EDC, melakukan pembayaran PBB melalui Bank BJB, yang memiliki kelebihan, yaitu tidak ada pungutan biaya tambahan adminsitrasi. Pembayaran juga dapat dilakukan di channel layanan yang sudah bekerja sama dengan Bank BJB dan pemerintah daerah setempat melalui Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, PT Pos Indonesia.

Melalui program BJB BiSA, Bank BJB senantiasa mendekatkan diri kepada nasabahnya sebagai upaya dalam mendukung program branchless banking yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sampai dengan Triwulan Il, tercatat 796 agen laku pandai Bank BJB yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejauh ini, kinerja Bank BJB masih menorehkan pencapaian positif hingga Triwulan Il 2019, dimana perseroan mencatat aset Rp 120,7 triliun, atau tumbuh sebesar 6,4 persen year on year, yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 95,1 triliun atau tumbuh 7 persen y-o-y.

Total penyaluran kredit juga meningkat 8,2 persen menjadi Rp 78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat Bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 803 miliar.

Perolehan dana berbasis komisi (fee based income) pada Semester  2019 tercatat senilai Rp 436 miliar. Perolehan ini tumbuh ketimbang catatan pada Semester  2018 dengan nilai Rp 435 miliar.

Torehan kinerja positif ini menjadi salah satu pencapaian tersendiri yang patut dibanggakan Bank BJB. Catatan tersebut berhasil diukir di tengah situasi makroekonomi global dan nasional yang cenderung mengalami kemunduran dalam hitungan beberapa semester terakhir.

Pengembangan digitalisasi yang dilakukan diyakini bakal semakin menggenjot kinerja perseroan.

"Pertumbuhan yang kami harapkan adalah pertumbuhan kinerja yang berkualitas dan berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur digital diharapkan akan semakin mengakselerasi kinerja yang selama ini sudah menunjukkan performa positif," kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS