Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka, Rocky Gerung Nyinyir

Iwan Supriyatna
Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka, Rocky Gerung Nyinyir
Rocky Gerung. (Suara.com/Ali Achmad)

"Fanatisme yang dirakit (di) kolam. Dungu Merakit itu ada manualnya. Gak perlu otak," cuit Rocky Gerung.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan mobil Esemka salah satu produk PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang bernama Bima versi 1.2 dan 1.3. Mobil jenis pick up atau angkutan barang ini diperkirakan memiliki harga on the road Rp 110 sampai Rp 150 juta.

Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko, lewat akun Twitternya mengunggah foto Jokowi sedang berdiri di dalam pabrik dan memberi kata sambutan.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) mengamati salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019) [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wpa].
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) mengamati salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019) [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wpa].

“Presiden @jokowi sedang meresmikan PT ESEMKA yang merupakan karya SMK di Solo dan sekitarnya,” tulisnya di kolom keterangan.

Unggahan itu rupanya mendapat banyak komentar, termasuk dari akun Twitter pengamat politik Rocky Gerung.

“Mobil itu dibuat (di) Indonesia. Siapapun bisa bikin mobil (di) Indonesia. Mobil apapun bisa dibuat (di) Indonesia. Cuma di,” tulis Rocky menanggapi unggahan Budiman.

Menurutnya, kegemparan akan peluncuran mobil Esemka dari pendukung Jokowi terlalu berlebihan karena bagi Rocky Gerung, merakit mudah dilakukan, tinggal mengikuti panduan.

"Fanatisme yang dirakit (di) kolam. Dungu Merakit itu ada manualnya. Gak perlu otak," cuit Rocky Gerung.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan sekitar 80% komponen Esemka merupakan produk dalam negeri.

Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKO) sudah menyelenggarakan pameran otomotif di Jakarta terkait potensi industri lokal menjadi penyuplai suku cadang mobil yang akan diproduksi Esemka. Misalnya dalam produksi ban, produksi sasis, hingga baut.

“Untuk alumunium kita ambil dari PT Inalum, kursi baja lewat PT Krakatau Steel, dan kaca di PT Asahimas,” ungkap Airlangga.

Airlangga juga tak menampik jika beberapa bagian mesin masih ada yang harus diimpor.

“Kalau volume besar untuk memesan di dalam negeri bisa. Persoalannya bukan tidak bisa dibuat, tetapi kalau pesan pun (jumlahnya) harus ada volume di atas 50.000 unit. Jika volumenya kecil maka akan sulit mendapatkan harga yang kompetitif,” imbuh Airlangga.

Sejauh ini, imbuh Airlangga, pemerintah menargetkan produksi massal pada 2021-2022. Jumlahnya tergantung kebutuhan pasar. Namun pemerintah menyiapkan 20% dari total jumlah kendaraan pada 2025 atau 400.000 unit kendaraan dapat diproduksi setiap tahun.

“Kita juga punya target ekspor 1 juta kendaraan di tahun 2025 dan pemerintah sudah punya kerja sama dengan Australia,” ujarnya.

Berita ini sebelumnya dimuat Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul "Rocky Gerung Komentari Sinis Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka"

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS