JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II

Chandra Iswinarno

Selasa, 10 September 2019 | 17:02 WIB
JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II
Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). [Suara.com/M Yacub]

Suara.com - Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) mengebut pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Direktur Utama PT JJC selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Djoko Dwijono mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengebut pengerjaan kontruksi Steel Box Girder (SBG).

SBG merupakan dasar konstruksi Japek Elevated II. Kabar baiknya, SBG terakhir yang berhasil dinaikan berada di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan, salah satu pekerjaan mayoritas proyek jalan tol Elevated II adalah pengangkatan SBG yang merupakan dasar konstruksi dari jalan tol layang sepanjang 36,40 Km.

Jumlah SBG untuk proyek ini berjumlah lebih dari 2.500 unit dengan dimensi yang berbeda-beda disepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Dini hari tadi, merupakan pengangkatan SBG yang terakhir (SBG ke-2573) di Kilometer 17 Bekasi Timur. Jadi sudah tidak ada pekerjaan pengangkatan SBG lagi," katanya, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, dengan selesainya pengangkatan SBG terakhir tersebut juga menandakan penyelesaian konstruksi yang masih sesuai target, yaitu pada akhir September 2019.

"Proses pengangkatan seluruh SBG untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated selesai dalam waktu 22 bulan dari total pekerjaan proyek yang saat ini telah berjalan sepanjang 30 bulan," katanya.

Setelah pengangkatan SBG ini sudah selesai, kata dia, maka Jasamarga fokus pada pekerjaan pengecoran slab.

baca juga

Akhir September 2019, sudah dipastikan seluruh pekerjaan konstruksi selesai sehingga dapat dilanjutkan dengan proses lainnya seperti uji beban, uji layak fungsi dan uji layak operasi.

"Kita kebut agara secepatnya bisa digunakan masyarakat," ungkapnya.

Djoko menjelaskan, dengan selesainya pengangkatan SBG terakhir ini maka mayoritas pekerjaan akan fokus dilakukan di bagian atas (badan jalan) proyek sehingga diharapkan potensi adanya rekayasa lalu lintas saat pekerjaan proyek berlangsung dapat berkurang.

"Pembangunanya sudah fokus diatas jalan layang, agar tidak mengganggu jalan tol dibawah," tegasnya.

Saat ini masih ada proses pekerjaan yang harus dilakukan di tol Japek seperti adanya antrean truk mixer ketika pengecoran slab dilaksanakan, ataupun saat loading material.

Tapi ini adalah pekerjaan-pekerjaan minor, dan pastinya pekerjaan dilakukan secara spot by spot. Dengan ini, potensi rekayasa lalu lintas yang dilakukan saat window time proyek berlangsung dapat diminimalisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkendala Bentangan SUTET, Proyek Tol Japek Elevated Bakal Molor

Terkendala Bentangan SUTET, Proyek Tol Japek Elevated Bakal Molor

Jabar | Rabu, 28 Agustus 2019 | 16:26 WIB

Lahan Warga Belum Lunas, Tol Cijago Seksi II Disebut akan Beroperasi

Lahan Warga Belum Lunas, Tol Cijago Seksi II Disebut akan Beroperasi

Jabar | Kamis, 01 Agustus 2019 | 16:32 WIB

Tak Kunjung Dapat Ganti Rugi, Fatmah Korban Gusuran Tol Cijago Kena Stroke

Tak Kunjung Dapat Ganti Rugi, Fatmah Korban Gusuran Tol Cijago Kena Stroke

Jabar | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:09 WIB

Belasan Warga yang Tergusur Proyek Tol Cijago Minta Rp 26 Juta Per Meter

Belasan Warga yang Tergusur Proyek Tol Cijago Minta Rp 26 Juta Per Meter

Jabar | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:08 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×