Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 21 September 2019 | 07:56 WIB
Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan
Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, dalam sebuah kunjungan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Menghadapi musim kemarau tahun ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mengelola pengairan dengan membangun kolam penampungan air dari sumber air (embung).  

Dirjen PSP Sarwo Edhy menjelaskan, di musim kemarau, saat air dari irigasi tidak mencukupi, maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

"Saya pesan kepada petani dan masyarakat, agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai, karena petani dan masyarakat bisa menggunakan air saat kekeringan," katanya.

Di Cilacap, untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana pengairan, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Dewi Sri, Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, mendapat pelatihan khusus tentang cara memanfaatkan embung pertanian dalam upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim di tingkat usaha tani.

"Embung di sana sudah dikelola dengan baik, dengan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan pengelolaan dan daya adaptasi yang baik," kata Sarwo.

Belum lama ini juga dilakukan pertemuan Adaptasi Perubahan Iklim di Tingkat Usaha Tani (API-TUT) Kabupaten Cilacap 2019. Dengan adanya pertemuan tersebut, petani bisa memiliki daya adaptif yang meningkat, meskipun terjadi perubahan iklim. 

"Pertemuan ini untuk meningkatkan kapasitas petani dalam adaptasi perubahan iklim di tingkat usaha tani," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Mlati Asih Budiarti mengatakan, Adaptasi Perubahan Iklim di Tingkat Usaha Tani (API-TUT) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang perubahan iklim serta meningkatkan pemanfaatan embung pertanian, dam parit dan long storage.

"Pertemuan tersebut membahas cara memanfaatkan embung pertanian, dalam upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim. Petani diharapkan bisa memiliki daya adaptif yang meningkat meskipun perubahan iklim terus terjadi," harapnya.

baca juga

Kegiatan ini diikuti 20 peserta dari anggota Poktan selama enam kali pertemuan, selama 6 Minggu, dari mulai akhir Juli sampai akhir Agustus 2019. Saat ini, Desa Mutisari telah memiliki embung yang sudah selesai dibangun.

Pada musim hujan yang akan datang diharapkan dapat terisi air, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

"Kami anggota Poktan Dewi Sri, berterimakasih atas pertemuan ini. Dengan ilmu tersebut, kami akan lebih memperhatikan perubahan iklim dengan mengelola embung sebaik-baiknya," kata Ketua Poktan Dewi Sri, Ngadimin Susilo, didampingi Kepala Desa Muktisari, Suyoto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Bisnis | Jum'at, 20 September 2019 | 07:52 WIB

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 18:21 WIB

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 10:52 WIB

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Bisnis | Selasa, 17 September 2019 | 08:47 WIB

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 18:31 WIB

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Bisnis | Minggu, 15 September 2019 | 12:11 WIB

Terkini

Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai

Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:14 WIB

Hasto PDIP Beberkan Syarat Mutlak Bos BI Baru, Jago Moneter dan Anti Intervensi

Hasto PDIP Beberkan Syarat Mutlak Bos BI Baru, Jago Moneter dan Anti Intervensi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:12 WIB

Strawberry Latte Makeup, Tren Riasan Hangat dengan Sentuhan Berry yang Lagi Naik Daun

Strawberry Latte Makeup, Tren Riasan Hangat dengan Sentuhan Berry yang Lagi Naik Daun

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:11 WIB

Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita

Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:07 WIB

BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita

BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:06 WIB

Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Wanti-wanti Dedi Mulyadi Soal Koridor Hukum

Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Wanti-wanti Dedi Mulyadi Soal Koridor Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:05 WIB

Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum

Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:03 WIB

Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:01 WIB

Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan

Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:00 WIB

Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan

Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:59 WIB

×