Hingga September 2019, Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi Capai 60 Persen

Fabiola Febrinastri

Rabu, 25 September 2019 | 08:21 WIB
Hingga September 2019, Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi Capai 60 Persen
Ilustrasi pertanian Indonesia. (Dok : Kementan)

Suara.com - Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Indah Megahwati, menyatakan, realiasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hingga minggu terakhir September sudah mencapai sekitar 60 persen, atau 600.000 hektare dari target 1 juta hektare. Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau AUTS/K ) sudah mencapai 55,6 persen, dari target 120.000 ekor.

"Hingga akhir September 2019 ini, realiasi asuransi mencapai 60 persen. Jika kita lihat di lapangan, realisasi bisa lebih tinggi lagi," ujarnya, Jakarta,  Selasa (24/9/2019).

Dia menyebutkan, di beberapa daerah, capaian target asuransi cukup tinggi, namun ada daerah yang memang minat petaninya masih perlu didorong untuk ikut asuransi.

"Kami terus kejar realisasi target. Kami sudah membentuk tim percepatan realisasi AUTP, meningkatkan sosialisasi pengoperasionalan aplikasi SIAP untuk pendaftaran maupun pengajuan klaim," tambahnya.

Upaya lain untuk mempercepat realiasi target adalah memberikan insentif kepada petugas untuk berlangganan internet.

"Kami juga menganjurkan petani untuk mendaftar lebih cepat menjadi peserta AUTP, meskipun baru akan menanam padi pada Oktober - Desember 2019," katanya.

Selain itu juga dilakukan pertemuan dengan kelompok tani (poktan) dan petugas AUTP di kabupaten/kota, dengan langsung dilakukan pendaftaran di Provinsi Jabar, Jateng dan Jatim.

"Ini semua upaya kami untuk percepatan realisasi asuransi tahun ini," tegasnya.

Ditjen PSP mencatat, realiasi AUTP tiap tahun cenderung meningkat. Pada 2015, saat program ini pertama diluncurkan, hanya mencapai 233.499 hektare atau 23,3 persen dari target 1 juta hektare. Kecilnya realisasi pada tahun ini, karena waktu kerjanya hanya tiga bulan.

baca juga

Pada 2016, target yang dipasang hanya 500.000 hektare, tercapai 99,9 persen atau 499.964 hektare. Tahun 2017, target AUTP seluas 1 juta hektare tercapai 99,8 persen, atau seluas 997.966 hektare.

Pada 2018, target 1 juta hektare terealisasi 806.199 hektare (80,6 persen). Pada 2019, target sama 1 juta hektare, namun hingga akhir Agustus 2019 sudah mencapai 305.599 hektare.

Untuk AUTS/K, perkembangan realiasi pada 2016 target sebanyak 20.000 ekor tercapai 100 persen. Pada 2017, target sebanyak 120.000 ekor tercapai 76,8 persen, atau 92.176 ekor.

Pada 2018, target 120.000 ekor terealisasi 88.673 ekor atau 73,8 persen. Pada 2019, target 120.000 ekor, hingga awal September 2019, sudah terealiasi 67.066 ekor (55,8 persen).

Indah mengakui, di beberapa daerah, capaian target asuransi masih relatif rendah. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), misalnya, sampai saat ini, realisasi AUTP dan AUTS/K masih rendah.

"NTB kita kejar terus realisasinya. Memang masih rendah, tapi sejak tiga bulan terakhir sudah menunjukkan peningkatan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irigasi yang Dibangun Pemerintah Mampu Perluas Area Tanam

Irigasi yang Dibangun Pemerintah Mampu Perluas Area Tanam

Bisnis | Selasa, 24 September 2019 | 10:51 WIB

Kementan Lihat secara Langsung Proses Olah Tanah di Provinsi Riau

Kementan Lihat secara Langsung Proses Olah Tanah di Provinsi Riau

Bisnis | Selasa, 24 September 2019 | 09:48 WIB

Kemarau Panjang, Petani Gunungkidul Panen Kedelai

Kemarau Panjang, Petani Gunungkidul Panen Kedelai

Bisnis | Senin, 23 September 2019 | 08:53 WIB

Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan

Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan

Bisnis | Sabtu, 21 September 2019 | 07:56 WIB

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Bisnis | Jum'at, 20 September 2019 | 07:52 WIB

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 18:21 WIB

Terkini

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

×