Irigasi yang Dibangun Pemerintah Mampu Perluas Area Tanam

Fabiola Febrinastri

Selasa, 24 September 2019 | 10:51 WIB
Irigasi yang Dibangun Pemerintah Mampu Perluas Area Tanam
Sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berpotensi mengalami kekeringan ekstrem pada dasarian II Juli 2019. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan dinilai mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

Peningkatan kualitas jaringan irigasi tersier terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel). 

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

"Saat ini masih perlu peningkatan penyediaan dan pengelolaan air irigasi, pemanfaatan, serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan," ujarnya, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Sarwo menambahkan, dalam pengelolaan irigasi tersier dibutuhkan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang andal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.

"Lembaga ini, secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani, sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya," jelas Sarwo.

Sementara itu, Ali Mustopa, Ketua P3A desa setempat menyebut, air irigasi selama masa tanam kemarau mengandalkan pasokan air dari Gunung Rajabasa. Jaringan air yang lancar, menyokong produksi padi di wilayah tersebut stabil.

Irigasi ini mampu mengairi lahan seluas lebih dari 50 hektare. Peningkatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan, agar lahan pertanian padi tetap bisa dialiri.

"Kendala yang ada, kontur tanah tidak merata. Akibatnya, air dari jaringan irigasi harus disedot menggunakan mesin ke lahan sawah yang tinggi, jadi fasilitas mesin sedot juga harus dimiliki petani," ujarnya.

baca juga

Upaya untuk mendongkrak produksi padi di musim gadu (kering) dilakukan dengan memaksimalkan saluran irigasi. Sebagian lahan yang tidak mendapat pasokan air mengalah dibiarkan kering. meski memasuki masa padi berbulir.

Ali menjamin, saat jaringan irigasi selesai dibangun, pengelolaan dan penyediaan air akan berjalan lancar. Warga yang menyediakan fasilitas sumur bor secara mandiri, bisa dipergunakan oleh petani lain.

"Meski mengeluarkan biaya sekitar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta, biaya investasi untuk pengairan bisa ditutup dengan hasil saat panen. Satu sumur bor dengan pipa tiga inchi bisa dipakai untuk lahan seluas lima hektare," ujarnya.

Sutrisno, salah satu petani pengguna air menyebut bahwa ia masih memanfaatkan saluran irigasi alami. Petani di Desa Pasuruan tersebut memanfaatkan air siring alam yang berukuran kecil, dengan cara dibendung.

"Saat pengolahan lahan, pemupukan, penyiangan gulma hingga masa padi berbulir, air harus dialirkan, sehingga antar petani saling kerja sama," ujarnya.

Prinsip gotong royong untuk menyediakan air dilakukan dengan membendung dan menelusuri saluran air. Penelusuran bertujuan untuk memastikan saluran bersih dari sampah penyumbat.

Lestarinya pasokan air dari Gunung Rajabasa, membuat petani masih mendapat pasokan air hingga masa padi berbulir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Lihat secara Langsung Proses Olah Tanah di Provinsi Riau

Kementan Lihat secara Langsung Proses Olah Tanah di Provinsi Riau

Bisnis | Selasa, 24 September 2019 | 09:48 WIB

Kemarau Panjang, Petani Gunungkidul Panen Kedelai

Kemarau Panjang, Petani Gunungkidul Panen Kedelai

Bisnis | Senin, 23 September 2019 | 08:53 WIB

Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan

Hadapi Kemarau, Embung Jadi Solusi untuk Mengairi Lahan

Bisnis | Sabtu, 21 September 2019 | 07:56 WIB

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Bisnis | Jum'at, 20 September 2019 | 07:52 WIB

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 18:21 WIB

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 10:52 WIB

Terkini

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

×