Kementan Terus Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Kementan Terus Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi
Kementerian Pertanian mendorong pendampingan pengembangan korporasi petani padi. (Dok : Kementan).

Pemerintah pusat maupun daerah akan mendampingi petani dalam melaksanakan budi daya padinya.

Suara.com - Pemerintah perlu mendorong para petani untuk berkelompok dalam mengusahakan budi daya pertaniannya, seiring dengan semakin besarnya potensi pengembangan sektor pertanian Indonesia. 

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, konsep korporasi petani yaitu petani bekerja dalam kelompok besar, melakukan pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir dengan menggunakan manajemen modern, memanfaatkan aplikasi-aplikasi modern, melakukan industri yang modern, sekaligus memasarkan produknya kepada industri retail atau konsumen. 

Direktorat Serealia menuangkan konsep korporasi tersebut dalam Pilot Project Kawasan Padi Berbasis Korporasi Petani seluas 2.000 hektare di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, yang diarahkan pada pengembangan perbenihan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat untuk mendukung penyediaan benih padi.

Direktur Serealia Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto menyatakan, korporasi petani padi akan membawa banyak manfaat bagi petani. Manfaat korporasi petani adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan petani, meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan, memotong distribusi produk pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Manfaat bagi petani, antara lain yaitu jaminan pasar, bantuan modal kerja dan sarana produksi, jaminan ketersediaan input, bebas premi asuransi dan bebas bunga pinjaman," katanya di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Kepala Subdirektorat Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering Direktorat Serealia, Dina menambahkan, pengembangan padi berbasis korporasi petani untuk Jabar tersebar di Kabupaten Subang 450 hektare, Ciamis 400 hektare, Majalengka 150 hektare, dan Pandeglang, dan Provinsi Banten 1.000 hektare.

“Dalam pilot project ini, petani bermitra dengan perusahaan benih sebagai off taker yang akan membeli dan mengopkup calon benih yang berasal dari hasil budi daya kelompok tani," katanya.

Lebih lanjut Dina menegaskan, berbagai unit Kementan terkait saling sinergi dalam mendukung korporasi petani ini. Pemerintah pusat maupun daerah akan mendampingi petani dalam melaksanakan budi daya padinya.

Di tempat terpisah, Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menambahkan,  seluruh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan para petani berterimakasih kasih atas program korporasi ini.

"Kami telah dipercaya dan terpilih menjadi kabupaten satu-satunya di Provinsi Banten yang mendapatkan program ini. Kami akan melakukan yang terbaik demi suksesnya program ini," sebutnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS