Wirausaha Sosial Dapat Majukan Ekonomi Kerakyatan di Revolusi Industri 4.0

Fabiola Febrinastri

Minggu, 06 Oktober 2019 | 18:50 WIB
Wirausaha Sosial Dapat Majukan Ekonomi Kerakyatan di Revolusi Industri 4.0
"Millenial Fest Industri 4.0", di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (3/10/2019). (Dok : Istimewa)

Suara.com - Wirausaha sosial menjadi salah satu profesi yang dapat memajukan ekonomi kerakyatan di era revolusi industri 4.0. Sudah ada sekian anak muda yang menggeluti profesi ini.

Dua di antaranya adalah Arina N Baroroh dan Alamanda Shantika Santosa. Mereka menyebarkan kisah perjalanan mereka dalam "Millenial Fest Industri 4.0", di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (3/10/2019). 

Arina adalah project manager Du'Anyam, yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Ia mengatakan,  Du'Anyam memproduksi dan mendistribusikan kerajinan anyaman untuk beberapa tujuan untuk memberdayakan perempuan lewat penguatan ekonomi keluarga, mempromosikan budaya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya ibu dan anak.

Du'Anyam berdiri sejak 2014, sampai pada puncaknya meluncurkan website e-commerce pada tahun 2019. Menurut Arina, menjadi wirausahawan sosial banyak tantangannya.

"Kita waktu masih fresh grauduated, belum punya pengalaman dan belum ada tabungan, gimana mau pinjam ke bank? Terus kalau sudah ada uang, bagaimana mengembangkan operasionalnya? Kemudian bekerja di startup itu harus multitasking, merangkap tugas-tugas dari berbagai divisi," ujarnya.

Terkait rekruitmen staf, Arina menemui kendala dari sisi pendanaan untuk upahnya. Selain itu, kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang tersedia seringkali tidak cocok.

Selain itu, segi kapasitas produksi yang masih rendah dan omunitas terkadang belum bisa menjawab kebutuhan pasar.

Kaitannya dengan revolusi industri 4.0, Du'Anyam sudah menggunakan teknologi aplikasi monitoring produksi. Hal ini menantang Arina, karena sebelumnya, para pekerja tak biasa memegang smartphone, tetapi kemudian tantangan berhasil dilalui.

Kemudian ada Alamanda, project director Binar Academy, yang juga memiliki semangat yang sama. Perempuan berusia 31 tahun itu, sejak kecil sudah belajar coding. Sejak saat itu, ia mulai mencintai dunia teknologi.

baca juga

Menurutnya, saat berniat mendaftar kuliah, ekonomi keluarga Alamanda sedang jatuh, karena ayahnya harus berobat. Ketika itu, yang bisa dilakukan Alamanda hanya membuat website.

Ia berusaha mendapatkan penghasilan dengan kondisi yang sangat terbatas.

"Sampai suatu ketika, ada teman yang minta saya bikinin website, jadilah website-nya. Sejak itu, banyak yang order website ke saya," ujarnya.

Pada usia 21 tahun, Alamanda mendirikan perusahaannya pertamanya, sebagai provider website. Namun karena merasa bekal untuk menjadi entrepreneur-nya masih kurang, Alamanda memutuskan untuk bekerja dulu di sebuah perusahaan.

"Saya teringat dengan perkataan bapak. Untuk bekerja dengan orang, saya harus memulai dari nol. Boleh saja kita melangkah cepat, tapi di setiap tahapnya ada lesson yang harus benar-benar kita pahami," ujarnya.

Waktu itu, Alamanda berperan sebagai orang yang meramu ide-ide inovasi dari Nadim Makarim di Gojek. Ia merasa bangga pernah menjadi bagian dari Gojek, apalagi ia juga punya peran saat decacorn ini masih merintis.

Tetapi dari pengalaman itu, Alamanda merasa ada sesuatu yang hilang. Ia kemudian memutuskan keluar dari Gojek dan bertekad menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Untuk itu, ia mendirikan Binar Academy.

Alamanda melihat, pendidikan dan kebutuhan industri tidak berjalan selaras, sehingga ia perlu membuat sebuah startup pendidikan. Binar Academy menyediakan berbagai program pendidikan yang berhubungan dengan teknologi informasi.

"Bagaimana kita memutar uang dalam bisnis sosial ini, dari perusahaan yang hire anak-anak Binar Academy. Mereka nggak perlu bayar uang muka untuk sekolah, yang bayar adalah perusahaan-perusahaan yang mau rekrut mereka," ujarnya.

Alamanda kemudian memaparkan berbagai kunci sukses mengembangkan produk. Pertama, perlu memahami customer.

"Ini salah satu yang sering dilupakan orang. Customer terdiri dari berbagai kalangan, sehingga kita perlu mengidentifikasi setiap orang," ujarnya.

Berikutnya yang tak kalah penting adalah memiliki visi besar, tapi tetap berpikir sederhana dan pragmatis.

Penting juga bagi wirausaha sosial untuk membentuk sebuah tim sebagai langkah awal memperbanyak ide, sebab kunci utamanya bukan ide tetapi orang yang mengeksekusi ide tersebut.

Saat produk sudah sukses di pasaran, seringkali wirausaha enggan mendengarkan orang lain, terutama customer. Menurutnya, penting bagi wirausaha untuk mau mendengarkan dan belajar dari kesalahan.

Menurutnya, anak muda kerap mengeluh soal peran pemerintah dan ekosistem terhadap inovasi mereka. Ia mengatakan, ini mindset yang salah.

"Kita ingin mengubah dunia, jangan menunggu pemerintah. Yang harus dilakukan adalah ikut membantu pemerintah memajukan Indonesia," tutur Alamanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revolusi Industri 4.0, Layanan Kesehatan Masyarakat Hadapi Banyak Tantangan

Revolusi Industri 4.0, Layanan Kesehatan Masyarakat Hadapi Banyak Tantangan

News | Kamis, 19 September 2019 | 12:19 WIB

Jokowi Ingatkan Menteri-menterinya soal Peta Jalan Revolusi Industri 4.0

Jokowi Ingatkan Menteri-menterinya soal Peta Jalan Revolusi Industri 4.0

Bisnis | Selasa, 03 September 2019 | 20:41 WIB

Inilah Sejumlah Tantangan Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Agro Maritim

Inilah Sejumlah Tantangan Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Agro Maritim

Your Say | Selasa, 03 September 2019 | 09:43 WIB

Taiwan Excellence Dukung Indonesia Percepat Realisasi Revolusi Industri 4.0

Taiwan Excellence Dukung Indonesia Percepat Realisasi Revolusi Industri 4.0

Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:59 WIB

ICP DAS Bantu Pabrik Jadi Lebih Cerdas Hadapi Revolusi Industri 4.0

ICP DAS Bantu Pabrik Jadi Lebih Cerdas Hadapi Revolusi Industri 4.0

Bisnis | Senin, 19 Agustus 2019 | 10:46 WIB

Era Digital, Ralali Persiapkan UMKM Agar Bisa Go Online

Era Digital, Ralali Persiapkan UMKM Agar Bisa Go Online

Bisnis | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:01 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×