Kopkun, Siapa Bilang Koperasi Tak Bisa Menembus Pasar Digital?

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:47 WIB
Kopkun, Siapa Bilang Koperasi Tak Bisa Menembus Pasar Digital?
Beecer.com, salah satu aplikasi kreasi Kopkun group. [Beecer.com]

“Jadi dulu kami memahami start up hanya sebatas aplikasi. Ternyata start up itu basisnya bukan aplikasi. Start up itu basisnya adalah bagaimana model bisnis tersebut inovatif, barulah kemudian dikembangkan menjadi aplikasi,” kata Firdaus.

Saat mereka mendirikan lembaga inkubator, SDM yang memiliki talenta digital mulai bergabung, seiring proses literasi yang berjalan cukup panjang.

Kemudian, beberapa bulan berjalan, mereka mulai menciptakan aplikasi–aplikasi dan seterusnya. Tahun pertama mereka mendirikan tiga start up, tahun kedua lahirlah lima start up.

Start up-start up yang diinkubasi oleh Kopkun misalnya Beceer.com yakni aplikasi belanja pasar, dan BookCircle.id, yaitu aplikasi untuk meminjam atau sewa buku.

Selanjutnya, Sewaa.in yang merupakan aplikasi penyewaan barang. Misalnya, orang yang punya barang tidak terpakai bisa disewakan melalui aplikasi ini.

Kemudian Jajan.in, aplikasi jualan kudapan yang rata-rata pelanggannya anak indekos. Sementara Sributukang.com, adalah aplikasi pencarian jasa tukang.

Sedangkan OnPrint.id adalah aplikasi untuk print online yang mempermudah anak indekos mencari tempat fotokopi terdekat melalui aplikasi.

Misalnya, mahasiswa dari kalangan anak kos mengerjakan tugas selesainya malam hari tidak perlu khawatir, tinggal masukan file, otomatis nanti bisa dicekta (print) lewat aplikasi tersebut.

Beecer.com, salah satu aplikasi kreasi Kopkun group. [Beecer.com]
Beecer.com, salah satu aplikasi kreasi Kopkun group. [Beecer.com]

Ada lagi CrowdCircle.id, aplikasi crowdfunding, serta hallomentor, sebuah aplikasi untuk mendampingi UMKM.

baca juga

Setelah didampingi oleh pakar melalui hallomentor dan ada peningkatan omset, si mentor mendapat bayaran lewat bagi hasil.

Garap kelas menengah malas

Rencananya, pada November mendatang, Kopkun akan menambah lagi pendirian satu koperasi, namanya koperasi pangan.

Tahun lalu, mereka mendirikan Koperasi Simpan Pinjam atau KSP. Total entitas yang berada di bawah grup Kopkun itu sebanyak 15 , ada Perseroan Terbatas (PT), CV, Yayasan, Koperasi, Start up.

Koperasi ini memiliki Yayasan bernama Kopkun Institute, fokusnya ke kajian dan riset. Yayasan ini memiliki anak bernama PT Prakasa Unggul, yaitu lembaga konsultan profesional yang memiliki karyawan lima orang. Kemudian anak yang kedua adalah lembaga inkubator.

Menurut Firdaus, di luar negeri, entitas bisnis berbadan hukum perseroan terbatas di bawah koperasi dalam skema konglomerasi atau holding koperasi, sudah hal biasa.

Sementara di Indonesia, holding koperasi itu baru diuji coba oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018 lalu.

Bisnis start up yang diciptakan oleh Kopkun untuk mengambil segmentasi pasar kelas menengah. Sebab, lapisan masyarakat tersebut cenderung malas, karena pengin yang serba cepat dan instan.

Segmennya rata-rata masyarakat perkotaan dan mahasiswa. Start up – start up itu kini mulai berkembang.

Contohnya Beecer.com, yang sudah diunduh oleh 2.800 pengguna dan dengan 2.400 register. Soal transaksi, per bulan rata-rata 200 kali.

Padahal aplikasi Beecer.com baru dioperasionalkan pada April 2019, artinya baru sekitar lima bulan.

“Itu bagus, karena baru lima bulan sudah mencapai angka 2.800 download tanpa 'menggoreng' duit. Kami enggak punya duit seperti unicorn. Yang download aplikasi 2.800 itu enggak 'menggoreng' kayak promo voucer dan sebagainya,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, Kopkun referensinya dari koperasi kampus di Asia Pasific, terutama Korea dan Jepang.

Jadi, koperasi kampus itu berdiri sendiri, mereka punya legalitas masing masing. Kenapa dinamakan koperasi kampus, karena backbone atau saluran penyangganya adalah masyarakat kampus.

Kekinian, Kopkun group memiliki total karyawan sekitar 100 orang. Karyawan yang bekerja di 4 swalayan ada 60 orang, koperasi simpan pinjam 12 orang, perseroan terbatas 5 orang, dan di lembaga inkubator memiliki 2 karyawan.

Rencana pada tahun mendatang, Kopkun akan membuka swalayan di kota-kota lain dengan sistem kemitraan dengan pihak lain.

Model kerja samanya adalah, pihak mitra menyediakan lahan dan gedung, sementara Kopkun menyediakan barang dan manajemen. Sistemnya bagi hasil.

Firdaus menambahkan, Kopkun mengalami akselerasi bisnis pada tahun ketujuh. Sebelumnya, lima tahun awal mereka tidak pernah membayangkan akan memiliki gedung dan punya cabang.

“Sebulan pemasukan 4 swalayan, tapi yang satu baru buka, yang sudah berjalan 3 swalayan. Total sebulan penghasilannya untuk tiga swalayan Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar. Aset lahan dan bangunan Kopkun sekitar Rp 25 miliar. Start up belum bisa dihitung, mungkin baru dua tahun baru bisa dihitung. Tapi ada teman yang mentaksir, Beecer.com senilai Rp1 M,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Christian Sugiono yang Sukses Membangun Bisnis Start Up Miliknya

Cerita Christian Sugiono yang Sukses Membangun Bisnis Start Up Miliknya

Lifestyle | Senin, 07 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Traktir 30 Teman ke Purwokerto, Intip 5 Momen Liburan Mayangsari!

Traktir 30 Teman ke Purwokerto, Intip 5 Momen Liburan Mayangsari!

Entertainment | Rabu, 02 Oktober 2019 | 20:40 WIB

Digebuki, Dicap PKI hingga Diangkut ke Mobil, Aktivis FMN Melapor ke Polisi

Digebuki, Dicap PKI hingga Diangkut ke Mobil, Aktivis FMN Melapor ke Polisi

Jawa Tengah | Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:42 WIB

Aktivis FMN Diduga Dipersekusi Ormas, Pimpinan Pusat: Cermin Anti Demokrasi

Aktivis FMN Diduga Dipersekusi Ormas, Pimpinan Pusat: Cermin Anti Demokrasi

News | Rabu, 02 Oktober 2019 | 15:55 WIB

Aktivis FMN Dipersekusi Ormas: Dibilang PKI, 1 Dipukul, 3 Dibawa Paksa

Aktivis FMN Dipersekusi Ormas: Dibilang PKI, 1 Dipukul, 3 Dibawa Paksa

Jawa Tengah | Rabu, 02 Oktober 2019 | 14:28 WIB

Ini Kronologis Aksi Persekusi yang Terjadi Terhadap Aktivis FMN Purwokerto

Ini Kronologis Aksi Persekusi yang Terjadi Terhadap Aktivis FMN Purwokerto

Jawa Tengah | Rabu, 02 Oktober 2019 | 04:30 WIB

Terkini

Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code

Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:00 WIB

Suzuki Siapkan Mobil Murah Bermesin Turbo 1.2L, Kebal Etanol E100

Suzuki Siapkan Mobil Murah Bermesin Turbo 1.2L, Kebal Etanol E100

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:57 WIB

Gajah TNTN yang Baru Lahir Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto

Gajah TNTN yang Baru Lahir Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 14:57 WIB

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 14:55 WIB

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Health | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

Kemensos Siapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat untuk Masyarakat

Kemensos Siapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat untuk Masyarakat

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:53 WIB

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:50 WIB

Barangkali yang Kita Butuhkan Hanya Jeda, Bukan Jawaban Baru

Barangkali yang Kita Butuhkan Hanya Jeda, Bukan Jawaban Baru

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:50 WIB

Qodari Tegur Keras Deputi Bakom RI Timothy Ivan soal Gaya Hidup Mewah di Medsos

Qodari Tegur Keras Deputi Bakom RI Timothy Ivan soal Gaya Hidup Mewah di Medsos

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:45 WIB

×