- Menteri Keuangan Purbaya memprediksi defisit APBN 2026 tetap terkendali di angka 2,9 persen meski harga minyak melonjak tinggi.
- Pemerintah memastikan defisit tetap di bawah batas tiga persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara meski asumsi harga minyak fluktuatif.
- Anggaran subsidi energi ditambah sebesar Rp90 hingga Rp100 triliun karena pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM tahun ini.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terkendali di angka 2,9 persen, tidak melebihi 3 persen sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara
Menkeu Purbaya bahkan yakin kalau defisit APBN terkendali apabila rata-rata harga minyak global tembus 100 Dolar AS per barel dalam setahun penuh.
"Untuk sementara ya kalau asumsi harga minyak dunia rata-rata dari sini sampai akhir tahun atau setahun penuh, 100 dolar AS per barel," kata Purbaya di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Untuk saat ini Purbaya menjelaskan kalau harga rata-rata minyak dunia masih di angka 76 atau 77 Dolar AS per barel. Angka ini masih di bawah asumsi perhitungan Pemerintah yang tembus 100 Dolar AS per baretl.
"Jadi ruang kita masih terbuka lebar sepertinya. Jadi Anda enggak usah takut dengan kondisi APBN kita," jelasnya.
![Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/17/22596-selat-hormuz-harga-minyak-dunia.jpg)
Di sisi lain Menkeu Purbaya menyebut kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik.
"Iya kira-kira (sekitar Rp 90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya," kata Purbaya di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Purbaya juga menyebut kalau anggaran tambahan hingga Rp 100 triliun itu diperuntukkan untuk subsidi. Sementara untuk kompensasi terpisah, meskipun tidak dia rinci.
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp 210,1 triliun yang mencakup BBM, listrik, dan LPG 3 kilogram.