Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan ke Jepang dan Timor Leste

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 24 November 2019 | 18:18 WIB
Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan  ke Jepang dan Timor Leste
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melepas 6 container berisi 64,77 ton produk olahan unggas, dan 10 container berisi 200 ton pakan ternak untuk diekspor ke pasar Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Produk peternakan asal Indonesia yang diekspor tersebut mencapai nilai Rp 2,51 miliar. 

Seperti diketahui Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki standar keamanan pangan yang sangat tinggi, keberhasilan Indonesia menembus pasar negara yang sering disebut dengan Negara Sakura tersebut, membuat Syahrul sangat optimis akan peningkatan performa ekspor produk pertenakan di tanah air. 

“Hari ini kita sama - sama telah menyaksikan sebuah langkah yang tentu saja menjadi harapan dan kebutuhan bangsa ini, hari ini kita tidak bicara impor, kita bicara tentang kekuatan bangsa ini untuk bisa melakukan ekspor dengan tujuan berbagai negara yang ada di dunia” ungkap Syahrul di Kantor Pusat Charoen Phokpand Indonesia di Jakarta. (24/11/2019).

Selain menciptakan peluang dan solusi praktis bagi peternak dalam membangun iklim dan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan. Syahrul berharap aktivitas ekspor dapat menjadi upaya logis yang dihadirkan pemerintah dalam melakukan perluasan pasar ekspor produk olahan unggas dan pakan ternak di Indonesia. 

Ekspor dipercaya Syahrul dapat memperluas peluang bisnis bagi peternak, upaya ini dapat menjadi solusi bagi peternak saat terjadi over supply misalnya, Berdasarkan data statistik peternakan Tahun 2018, populasi ayam rasa pedaging (broiler) mencapai 3,14 milyar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan rasa (buras) mencapai 399,98 juta ekor. 

“Oleh karena itu hari ini kita semua menjadi bagian untuk melakukan langkah ekspor kita baik ke Jepang maupun ke Timor Leste, ini pertanda kita Indonesia memiliki berbagai potensi yang juga dibutugkan oleh negara lain” tambah Syahrul. 

Pemerintah meyakini peluang produk peternakan terutama unggas di pasar global cukup terbuka selama aspek kesehatan hewan menjadi perhatian dari pelaku usaha.Ia berharap kedepan ekspor pertanian Indonesia termasuk sub sektor peternakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat. 

“Saya bersama dengan seluruh pihak akan berupaya untuk bersama - sama meningkatkan ekspor pertanian termasuk sektor peternakan didalamnya, targetnya bisa menjadi tiga kali lipat lewat program GRATIKS, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, kita harus optimis” tegas Syahrul optimis. 

baca juga

Subsektor peternakan akan berperan penting bagi proses pembangunan, Selain itu, peluang pemasarannya juga makin terbuka luas terutama untuk ekspor unggas. Hal tersebut didukung melalui nilai ekspor komoditas subsektor peternakan yang mengalami peningakatan, tercatat di tahun 2018 sebesar 640,17 juta dolar AS atau setara Rp. 9,05 triliun. Angka ini meningkat 2,42 persen dibanding Tahun 2017 yang sebesar 625,14 juta dolar AS setara Rp 8,83 triliun. 

“Yang terpenting bukan hanya angkanya, tetapi lebih bagaimana negara mendampatkan manfaat dari ekspor pertanian kita, bagaimana peternak mendapatkan manfaat dari upaya ekspor yg kita lakukan, bagaimana pelaku usaha dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia” ungkap Syahrul. 

Dikesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT. Charoen Phokpand Indonesia Tbk, T Hadi Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor produk peternakan di Indonesia. 

“Sejak dilakukan ekspor pada 2018 hingga Oktober 2019 lalu, kami telah mencapai nilai ekspor Rp. 26,04 milyar, sehingga dengan pelepasan ekspor 16 container hari ini total ekspor kami ke luar negeri sebanyak 203 container dengan nilai mencapai Rp. 28,54 Milyar” ungkap Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Bisnis | Minggu, 24 November 2019 | 18:09 WIB

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 13:43 WIB

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 11:09 WIB

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

News | Kamis, 21 November 2019 | 12:32 WIB

Makan Siang Bersama di Kantin, Mentan Rangkul Wartawan

Makan Siang Bersama di Kantin, Mentan Rangkul Wartawan

News | Rabu, 20 November 2019 | 16:02 WIB

Menteri Pertanian Kunjungi Unit Pengelola Benih di Salatiga

Menteri Pertanian Kunjungi Unit Pengelola Benih di Salatiga

Bisnis | Rabu, 20 November 2019 | 10:28 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×