Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan ke Jepang dan Timor Leste

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 24 November 2019 | 18:18 WIB
Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan  ke Jepang dan Timor Leste
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melepas 6 container berisi 64,77 ton produk olahan unggas, dan 10 container berisi 200 ton pakan ternak untuk diekspor ke pasar Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Produk peternakan asal Indonesia yang diekspor tersebut mencapai nilai Rp 2,51 miliar. 

Seperti diketahui Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki standar keamanan pangan yang sangat tinggi, keberhasilan Indonesia menembus pasar negara yang sering disebut dengan Negara Sakura tersebut, membuat Syahrul sangat optimis akan peningkatan performa ekspor produk pertenakan di tanah air. 

“Hari ini kita sama - sama telah menyaksikan sebuah langkah yang tentu saja menjadi harapan dan kebutuhan bangsa ini, hari ini kita tidak bicara impor, kita bicara tentang kekuatan bangsa ini untuk bisa melakukan ekspor dengan tujuan berbagai negara yang ada di dunia” ungkap Syahrul di Kantor Pusat Charoen Phokpand Indonesia di Jakarta. (24/11/2019).

Selain menciptakan peluang dan solusi praktis bagi peternak dalam membangun iklim dan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan. Syahrul berharap aktivitas ekspor dapat menjadi upaya logis yang dihadirkan pemerintah dalam melakukan perluasan pasar ekspor produk olahan unggas dan pakan ternak di Indonesia. 

Ekspor dipercaya Syahrul dapat memperluas peluang bisnis bagi peternak, upaya ini dapat menjadi solusi bagi peternak saat terjadi over supply misalnya, Berdasarkan data statistik peternakan Tahun 2018, populasi ayam rasa pedaging (broiler) mencapai 3,14 milyar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan rasa (buras) mencapai 399,98 juta ekor. 

“Oleh karena itu hari ini kita semua menjadi bagian untuk melakukan langkah ekspor kita baik ke Jepang maupun ke Timor Leste, ini pertanda kita Indonesia memiliki berbagai potensi yang juga dibutugkan oleh negara lain” tambah Syahrul. 

Pemerintah meyakini peluang produk peternakan terutama unggas di pasar global cukup terbuka selama aspek kesehatan hewan menjadi perhatian dari pelaku usaha.Ia berharap kedepan ekspor pertanian Indonesia termasuk sub sektor peternakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat. 

“Saya bersama dengan seluruh pihak akan berupaya untuk bersama - sama meningkatkan ekspor pertanian termasuk sektor peternakan didalamnya, targetnya bisa menjadi tiga kali lipat lewat program GRATIKS, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, kita harus optimis” tegas Syahrul optimis. 

Subsektor peternakan akan berperan penting bagi proses pembangunan, Selain itu, peluang pemasarannya juga makin terbuka luas terutama untuk ekspor unggas. Hal tersebut didukung melalui nilai ekspor komoditas subsektor peternakan yang mengalami peningakatan, tercatat di tahun 2018 sebesar 640,17 juta dolar AS atau setara Rp. 9,05 triliun. Angka ini meningkat 2,42 persen dibanding Tahun 2017 yang sebesar 625,14 juta dolar AS setara Rp 8,83 triliun. 

“Yang terpenting bukan hanya angkanya, tetapi lebih bagaimana negara mendampatkan manfaat dari ekspor pertanian kita, bagaimana peternak mendapatkan manfaat dari upaya ekspor yg kita lakukan, bagaimana pelaku usaha dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia” ungkap Syahrul. 

Dikesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT. Charoen Phokpand Indonesia Tbk, T Hadi Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor produk peternakan di Indonesia. 

“Sejak dilakukan ekspor pada 2018 hingga Oktober 2019 lalu, kami telah mencapai nilai ekspor Rp. 26,04 milyar, sehingga dengan pelepasan ekspor 16 container hari ini total ekspor kami ke luar negeri sebanyak 203 container dengan nilai mencapai Rp. 28,54 Milyar” ungkap Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Bisnis | Minggu, 24 November 2019 | 18:09 WIB

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 13:43 WIB

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 11:09 WIB

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

News | Kamis, 21 November 2019 | 12:32 WIB

Makan Siang Bersama di Kantin, Mentan Rangkul Wartawan

Makan Siang Bersama di Kantin, Mentan Rangkul Wartawan

News | Rabu, 20 November 2019 | 16:02 WIB

Menteri Pertanian Kunjungi Unit Pengelola Benih di Salatiga

Menteri Pertanian Kunjungi Unit Pengelola Benih di Salatiga

Bisnis | Rabu, 20 November 2019 | 10:28 WIB

Terkini

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB