Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

18 Quick Wins untuk Dongkrak Ekonomi Ala Pemerintah

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 28 November 2019 | 17:20 WIB
18 Quick Wins untuk Dongkrak Ekonomi Ala Pemerintah
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Pemerintah terus berupaya menguatkan pondasi ekonomi Indonesia sembari mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era digitalisasi. Beberapa langkah baik jangka pendek, menengah, hingga panjang pun disiapkan.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara 10th Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta (28/11/2019), memaparkan lima pokok yang akan dikerjakan dalam 5 tahun ke depan, antara lain pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam acara ini sebagai pembicara menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek.

“Di Kemenko Perekonomian, kami punya program prioritas yang kita sebut Quick Wins,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga menjelaskan, ada 18 Program Prioritas (Quick Wins), antara lain.

  1. Perubahan Kebijakan KUR
  2. Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Daerah
  3. Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor
  4. Kemitraan Pertanian Berbasis Teknologi
  5. Pengembangan Asuransi Pertanian
  6. Sinergi BUMN dalam Pelaksanaan Mandatori B30
  7. Restrukturasi TPI/TPPI untuk Pengembangan Usaha Petrokimia
  8. Percepatan Pengembangan Usaha Gasifikasi Batubara
  9. Pengembangan Usaha dan Riset Green Energi serta Katalis
  10. Penerapan Kartu Prakerja
  11. Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan
  12. Sertifikasi Halal untuk UMK
  13. Pengembangan Litbang Industri Farmasi
  14. Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
  15. Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang
  16. Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Tanah
  17. Percepatan Penyelesaian dan Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
  18. Percepatan Penyelesaian Perundingan Perdagangan.

Airlangga pun menyinggung soal RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. RUU ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem investasi serta kemudahan dan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan 11 klaster yang akan diselesaikan.

Sementara mengenai digitalisasi, Airlangga menuturkan bahwa ekonomi digital menjadi kunci peradaban revolusi industri 4.0 yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi dalam proses bisnis industri.

“Industri digital harus mampu mendorong UMKM seperti Gojek dan Bukalapak misalnya, sudah bisa berkontribusi mendorong industri UMKM,” terang Airlangga.

Indonesia pun sudah mempunyai konsep Making Indonesia 4.0 dengan 5 sektor utama antara lain makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Draft RUU Omnibus Law Perpajakan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Draft RUU Omnibus Law Perpajakan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Bisnis | Kamis, 28 November 2019 | 16:02 WIB

Loyalis Bamsoet Sebut 3 Menteri Jokowi Diam-diam Intervensi Internal Golkar

Loyalis Bamsoet Sebut 3 Menteri Jokowi Diam-diam Intervensi Internal Golkar

News | Kamis, 28 November 2019 | 10:24 WIB

Komisi VIII Minta Program Sertifikasi Nikah Segera Ditinjau

Komisi VIII Minta Program Sertifikasi Nikah Segera Ditinjau

DPR | Senin, 25 November 2019 | 14:10 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB