Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bus Sriwijaya Masuk Jurang, Menhub Minta KNKT Cari Tahu Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 25 Desember 2019 | 13:37 WIB
Bus Sriwijaya Masuk Jurang, Menhub Minta KNKT Cari Tahu Penyebabnya
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12).[ANTARA FOTO/Handout/Dok Basarnas Palembang]

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan bus Sriwijaya yang masuk jurang ketika melintasi jalan Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

Atas kejadian ini sedikitnya 28 orang meninggal dunia.

"Pertama kali untuk Pagaralam saya berduka cita mendalam, itu sudah kejadian yang tidak kita hendaki. Saya menyampaikan duka cita. Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat yang layak disisinya," kata Menhub Budi saat ditemui di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Menurut Menhub, pihaknya kini tengah fokus untuk menyelidiki kasus kecelakaan tersebut dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami sudah melakukan upaya intensif dengan menugaskan beberapa pihak dari dirjen darat terutama dari KNKT. KNKT gunanya apa, KNKT kita akan mencari penyebab kecelakaan, tentu upaya mencari penyebab ini dalam rangka kita menjaga keselamatan," kata Menhub.

Terkait dengan operator bus Sriwijaya yang diduga lalai, dirinya tak mau menyimpulkan lebih dini soal peristiwa tersebut dan lebih memilih menunggu hasil investigasi yang dilakukan.

"Saya pribadi dan atas nama Kemenhub, juga minta kepada operator, minta sopir utamakan safety apalagi mereka menggunakan atau membawa penumpang banyak ini menjadi suatu hal yang utama," katanya.

Terkait dengan pelanggaran, Menhub Budi juga tak mau menyimpulkan lebih awal, meski begitu tentunya juga bakal ada hukuman yang bakal diterima PO Bus Sriwijaya tersebut.

"Tergantung dari case-nya apa, kalau umpamanya mobil itu tidak di ram check, tentu ada sebabnya law enforcement yang tegas itu sesuai aturan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewaskan Puluhan Orang, Begini Kronologi Bus Sriwijaya Jatuh ke Jurang

Tewaskan Puluhan Orang, Begini Kronologi Bus Sriwijaya Jatuh ke Jurang

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:30 WIB

Korban Tewas Bus Sriwijaya Jadi 31 Orang, Petugas: Masih Bisa Bertambah

Korban Tewas Bus Sriwijaya Jadi 31 Orang, Petugas: Masih Bisa Bertambah

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:02 WIB

Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang Jadi 31 Orang

Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang Jadi 31 Orang

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:51 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB