Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Freport Indonesia Tak Menampik Jadi Penyebab Minusnya Ekonomi Papua

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Kamis, 20 Februari 2020 | 00:00 WIB
Freport Indonesia Tak Menampik Jadi Penyebab Minusnya Ekonomi Papua
Operasional pertambangan mineral PT Freeport Indonesia di Timika, Papua

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) tak menampik penurunan produksi pada tambang open pit grasberg yang dialami perseroan secara tak langsung berdampak pada ekonomi Papua yang juga alami minus.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama menerangkan, selama ini perseroan selalu menggandeng kontraktot lokal untuk menambang open pit. Sehingga, jika aktivitas tambang open pit habis, maka tak ada pekerjaan bagi kontraktor lokal.

"Tambang bawah tanahnya masih belum optimal. Jadi sebenernya ada gap saja, bukan karena ada penurunan produksi, karena ini udah selesai," ujarnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Dalam hal ini, Riza mengungkapkan, produksi tembaga emas perseroan turun hingga 50 persen. Dengan begitu, pendapatan perseroan akan berkurang, yang nantinya pembayaran pajak perseroan ke daerah terkait juga ikut berkurang.

"Tapi tentunya ada beberapa penerimaan daerah yang berkurang karena produksi kita juga akan berkurang, ada beberapa pajak daerah yang berkurang. Ya kalau 50 persen bayangkan saja 50 persen yang berkurang," jelas dia.

Meski demikian, Riza memastikan kondisi tersebut tak membuat perseroan melakukan pengurangan karyawan. Hanya saja, perseroan akan kembali mengkaji kembali kontrak pada kontraktor lokal yang telah selesai aktivitasnya.

"Pengurangan mungkin ada tapi bukan pengurangan di karyawan langsung, mungkin di kontraktor misalnya bagian tambang tertentu, kalau sudah selesai ya, kalau karyawannya sendiri sih engga ada," pungkas Riza.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di Papua mengalami penurunan ekonomi yang cukup dalam yakni 15,72 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Freeport Ingin Lebih Banyak Serap Tenaga Kerja Asli Papua

Bos Freeport Ingin Lebih Banyak Serap Tenaga Kerja Asli Papua

Bisnis | Rabu, 19 Februari 2020 | 15:44 WIB

Mahfud Gelar Rakor Bahas Peresmian Pos Lintas Batas Sota Papua

Mahfud Gelar Rakor Bahas Peresmian Pos Lintas Batas Sota Papua

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 14:54 WIB

Baku Tembak di Papua Kembali Pecah, 1 Anggota KKB Tewas

Baku Tembak di Papua Kembali Pecah, 1 Anggota KKB Tewas

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 10:04 WIB

Korban Helikopter Jatuh di Papua Dimakamkan di Banyumas Karena Lebih Dekat

Korban Helikopter Jatuh di Papua Dimakamkan di Banyumas Karena Lebih Dekat

Jawa Tengah | Selasa, 18 Februari 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB