Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Bos BI Ramal Rupiah Bakal Berada di Level Rp 15.000 Hingga Akhir Tahun

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Selasa, 07 April 2020 | 17:17 WIB
Bos BI Ramal Rupiah Bakal Berada di Level Rp 15.000 Hingga Akhir Tahun
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini kondisi nilai tukar rupiah tak akan parah hingga akhir tahun. Bahkan, ia memprediksi perjalanan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 15.000 per dolar AS di akhir 2020.

Menurut Perry, level nilai tukar rupiah saat ini sudah sangat murah atau undervalue. Maka dari itu, BI akan terus melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Ke depannya kepanikannya pasar keuangan global itu akan berangsur mereda. Itu alasan kenapa kami percaya rupiah akan stabil bahkan cenderung menguat Rp 15.000 karena sekarang undervalue," kata Perry kepada wartan lewat Video Conference di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Perry mengungkapkan, membaiknya nilai tukar rupiah tersebut terlihat pada hari ini yang menguat 1,56 persen di level Rp 16.125 per dolar AS. Penguatan itu merupakan bukti kebijakan-kebijakan BI dan pemerintah berjalan.

"Sejak minggu lalu langkah yang kita lakukan diridhoi Allah dan membuat rupiah menguat," ucap Perry.

Perry menambahkan, pelemahan yang terjadi ini karena ada kesalahpahaman persepsi terhadap kebijakan pemerintah dengan para investor. Sehingga, membuat investor panik dan membawa dananya keluar Indonesia.

"Alhamdulillah, dengan langkah-langkah stabilisasi, komitmen dan komunikasi kami Kemenkeu OJK terus melakukan komunikasi terhadap investor global. Baru saja tadi kami telekonference dengan investor global. Terima kasih para pelaku pasar, baik perbankan dan eksportir sehingga rupiah menguat dan mekanisme pasar baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data BI: Gara-gara Corona, Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi Rp 1.985 T

Data BI: Gara-gara Corona, Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi Rp 1.985 T

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 11:17 WIB

Rupiah Mulai Perkasa Melawan Dolar AS

Rupiah Mulai Perkasa Melawan Dolar AS

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 10:44 WIB

Bursa Saham Global Mulai Bangkit, Rupiah Diprediksi Ikut Bergerak Menguat

Bursa Saham Global Mulai Bangkit, Rupiah Diprediksi Ikut Bergerak Menguat

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 08:44 WIB

Teror Corona, Bos BI Cerita Banyak Dana Asing Kabur dari Indonesia

Teror Corona, Bos BI Cerita Banyak Dana Asing Kabur dari Indonesia

Bisnis | Senin, 06 April 2020 | 17:17 WIB

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Rp 16.300 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Rp 16.300 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 06 April 2020 | 08:56 WIB

Rupiah Sedikit Menguat ke Level Rp 16.464 per Dolar AS

Rupiah Sedikit Menguat ke Level Rp 16.464 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 11:03 WIB

Rupiah Masih Tak Berdaya Terhadap Dolar AS Gara-gara Corona

Rupiah Masih Tak Berdaya Terhadap Dolar AS Gara-gara Corona

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 08:54 WIB

Terkini

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB