Rupiah Masih Tak Berdaya Terhadap Dolar AS Gara-gara Corona

RR Ukirsari Manggalani | Achmad Fauzi
Rupiah Masih Tak Berdaya Terhadap Dolar AS Gara-gara Corona
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan klaim tunjangan pengangguran mingguan. Rupiah masih tertekan karena Corona.

Suara.com - Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra memprediksi pergerakan rupiah menjelang akhir pekan ini masih akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut pengamatannya, rupiah masih bisa tertekan hari ini karena Covid-19 dan dampak negatifnya ke perekonomian.

Penularan masih menunjukkan peningkatan di seluruh dunia kecuali China. Banyak negara melakukan pembatasan pergerakan masyarakat termasuk lockdown, yang memicu penurunan aktivitas ekonomi.

Amerika Serikat kemarin malam melaporkan jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat tajam, hingga menembus rekor di angka 6,65 juta klaim. Padahal rata-rata hanya di kisaran 250 ribu klaim.

"Potensi rupiah hari ini di kisaran Rp 16.350 - Rp 16.600," kata Ariston Tjendra dalam riset hariannya, Jumat (3/4/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis kemarin (2/4/2020) berada di level Rp 16.495 per dolar. Level itu melemah dibandingkan pergerakan Rabu sebelumnya di level Rp 16.450 per dolar AS.

Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis kemarin berada di level Rp 16.741 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang di level Rp 16.413 per dolar AS.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS