Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Penerimaan Negara dari Pajak Seret di 2020

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 16 Juni 2020 | 15:37 WIB
Penerimaan Negara dari Pajak Seret di 2020
Ilustrasi pajak. (Shutterstock)

Suara.com - Kinerja APBN 2020 yang dirancang khusus untuk melawan pandemi virus corona atau Covid-19 ternyata makin rontok saja.

Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja APBN 2020, dimana pendapatan negara sudah mencapai 37,7 persen atau setara Rp 664,3 triliun, angka ini tak begitu menggembirakan karena terjadi kontraksi sebesar 9 persen secara tahunan.

"Dibandingkan bulan Mei tahun lalu pendapatan negara mengalami kontraksi 9 persen," kata Sri Mulyani dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Tren menurunnya pendapatan negara ini, sejalan lurus dengan penerimaan perpajakan senilai Rp 526,2 triliun atau minus 7,9 persen. Kontraksi penerimaan perpajakan ini merupakan konsekuensi dari penerimaan pajak yang terkontraksi hingga 10,8 persen.

"Kalau kita lihat dari sisi penerimaan perpajakan mencapai Rp 526,2 triliun atau 36 persen dari target Perpres 54 dalam hal ini dari sisi perpajakan adalah 7,9 persen dibandingkan tahun lalu pajak sendiri sampai dengan akhir Mei Rp 444,6 triliun atau 35,4 persen dari target Perpres 54 atau dalam hal ini berarti pajak mengalami kontraksi sebesar 10,8 persen," paparnya.

Sementara realisasi belanja negara hingga akhir Mei 2020 tercatat Rp 843 triliun atau 32,3 persen terhadap APBN 2020. Realisasi belanja negara tersebut hanya tumbuh 1,4 persen.

Dengan demikian keseimbangan primer APBN 2020 hingga Mei 2020 tercatat 33,9 atau 6,6 persen terhadap APBN 2020. Sementara defisit APBN tercatat Rp 179,6 triliun atau 21,1 persen terhadap PDB.

"Kita melihat pada akhir bulan Mei penerimaan negara mengalami kontraksi, seperti yang kita sampaikan di dalam memang akan ada ekspektasi terjadi kontraksi penerimaan dibandingkan tahun lalu akibat covid-19," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Negara dari Bea dan Cukai Masih Tinggi di Tengah Pandemi

Pendapatan Negara dari Bea dan Cukai Masih Tinggi di Tengah Pandemi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:31 WIB

Kanada Pakai Uang Pajak Rp 583 Juta Untuk Biaya Keamanan Meghan dan Harry

Kanada Pakai Uang Pajak Rp 583 Juta Untuk Biaya Keamanan Meghan dan Harry

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2020 | 09:34 WIB

Corona Tak Kunjung Usai, Bagaimana Penerimaan Pajak di Indonesia?

Corona Tak Kunjung Usai, Bagaimana Penerimaan Pajak di Indonesia?

Your Say | Senin, 15 Juni 2020 | 10:09 WIB

Terkini

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB