Menko Luhut Desak Sri Mulyani Tak Potong Proyek yang Serap Tenaga Kerja

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 22 Juni 2020 | 20:18 WIB
Menko Luhut Desak Sri Mulyani Tak Potong Proyek yang Serap Tenaga Kerja
Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk tidak memotong anggaran infrastruktur. Terutama, anggaran infrastruktur yang menyerap banyak tenaga kerja.

Untuk diketahui, saat ini Sri Mulyani sedang menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Hal ini menyusul adanya anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"Mengenai pagu indikatif, saya sudah beri tahu Bu Ani juga jangan dipotong-potongin lah kalau proyek-proyek yang punya lapangan kerja," ujar Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (22/6/2020).

Menurut Luhut, saat ini perekonomian Indonesia sangat bergantung pada konsumsi domestik. Sehingga, dengan masih jalannya proyek-proyek bisa menyerap banyak tenaga kerja, yang nanti tenaga kerja itu bisa meningkatkan konsumsi karena meraih pendapatan.

"Karena ekonomi kita ini kan 75 persen dari domestic consumption. Jadi kalau tidak cepat turun ke bawah, saya kira akan repot," jelas Luhut

Mantan Menkopolhukam ini menambahkan, perbankan akan juga akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 25 triliun, sehingga bisa menyalurkan kredit untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

"Kelihatan juga penempatan dana mungkin minggu ini Rp25 triliun akan masuk di sistem perbankan kita. Dengan begitu, akan kelihatan uang akan turun ke bawah," ucap Luhut.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, penyusunan APBN 2021 memiliki tantangan yang sangat luar biasa di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

"Dengan kondisi covid dan seluruh pengaruhnya ke perekonomian kami mencoba untuk menyampaikan proyeksi dari indikator-indikator ekonomi yang akan kita gunakan dalam notes keuangan RAPBN 2021," kata Sri Mulyani dalam rapat tersebut, Senin (22/6/2020).

baca juga

Sri Mulyani mencontohkan untuk tahun ini saja APBN 2020 sudah mengalami revisi perubahan beberapa kali akibat dinamika pengaruh wabah corona, seperti halnya target pertumbuhan ekonomi yang dipangkas hingga 1,3 persen.

"Untuk 2020 pemerintah melihat proyeksi ekonomi adalah pada kisaran -0,4 hingga 1 persen. Ini karena tadi upper end nya 2,3 persen kita revisi ke bawah dengan melihat kontraksi yang terjadi di kuartal II," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Meski mengalami perubahan, Sri Mulyani meyakini pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi bisa balik arah atau rebound menuju 4,5 hingga 5,5 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Corona Keseimbangan Primer RI Hampir Rp 700 Triliun, Aman?

Gara-gara Corona Keseimbangan Primer RI Hampir Rp 700 Triliun, Aman?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2020 | 14:24 WIB

Sri Mulyani Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III-IV 2020

Sri Mulyani Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III-IV 2020

Bisnis | Senin, 22 Juni 2020 | 14:16 WIB

New Normal Diberlakukan, Menilik Imbasnya Bagi APBN

New Normal Diberlakukan, Menilik Imbasnya Bagi APBN

Your Say | Senin, 22 Juni 2020 | 14:07 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×