5 Mitos Keliru Tentang Teknologi Robot di Industri dan Pabrik

Iwan Supriyatna

Selasa, 07 Juli 2020 | 06:09 WIB
5 Mitos Keliru Tentang Teknologi Robot di Industri dan Pabrik
Otomasi Robot. (Dok: Universal Robots)

Suara.com - Saat ini, Robot Kolaboratif (Cobot) telah menjadi pusat perhatian dalam suatu modernisasi industri dan pabrik. Di Indonesia, produsen mulai tertarik pada sistem otomatisasi ini.

Pabrik-pabrik berencana untuk memanfaatkan potensi industri di Indonesia melalui adopsi teknologi otomatisasi.

Saat teknologi robot dan otomatisasi meningkat, munculah mitos-mitos dan kesalahpahaman, seperti kemungkinan teknologi tersebut akan menggusur manusia dan memperburuk resiko kerja di pabrik. Lalu, manakah mitos yang benar dan yang salah? Yuk, kita pelajari bersama:

Cobot Menggusur Pekerjaan Manusia?

Data Statistik Indonesia (BPS) mengungkapkan, tingkat partisipasi angkatan kerja untuk pria dan wanita masing-masing tercatat sebesar 82,68 persen dan 51,88 persen.

Dengan tingkat partisipasi angkatan kerja yang rendah dan konstan bagi kaum perempuan di Indonesia, para perempuan khawatir kalau pekerjaan mereka akan digantikan oleh robot. Menurut OECD, hanya 14 persen pekerjaan yang dapat sepenuhnya menerapkan otomatisasi.

Studi Forum Ekonomi Dunia menunjukkan bahwa pada tahun 2022, robot akan menciptakan lebih dari 133 juta lapangan pekerjaan secara global. Namun walau bagaimanapun, tetap tidak akan ada mesin yang bisa menggantikan ketangkasan, pemikiran kritis, pengambilan keputusan, dan kreativitas manusia.

Ketika Indonesia tengah bergerak menuju otomatisasi, produksi pun akan meningkat, dan lebih banyak lapangan pekerjaan bisa diciptakan. Baik pria maupun wanita di Indonesia tidak perlu khawatir kalau robot akan menggusur pekerjaan manusia.

Otomatisasi Robot Ditujukan untuk Operasi Skala Besar yang Kompleks

baca juga

Saat orang berpikir tentang robot, di dalam pikiran mereka seringkali terbayang akan mesin yang besar, yang memproses perakitan dan pengolahan kayu misalnya, yang mengantri untuk diolah oleh mesin otomatis.

Kenyataannya, dengan cobot, perusahaan dapat menggunakannya untuk tugas yang paling sederhana sekalipun. Terlepas dari skala outputnya, cobot dapat digunakan untuk proses yang berulang-ulang, manual, atau berpotensi berat bagi pekerja-pekerja manusia, seperti memilih dan menempatkan barang, pengemasan, memasang sekrup, perekatan, pembuangan, dan pengelasan.

Susah untuk Merawat dan Menjaga Mesin Robot

Memang benar kalau ada sebagian robot yang berukuran besar, rumit, dan sulit untuk dioperasikan. Banyak orang bahkan mengatakan, butuh gelar seorang PhD (sarjana S3) untuk dapat mengoperasikannya. Namun kenyataannya, cobot tidak serumit itu.

Cobot mudah sekali dipakai, dioperasikan, dan dipelihara, karena cobot itu sangatlah sederhana, tidak rumit dan tidak perlu mengubah tata letak produksi di pabrik saat digunakan. Cobot mudah untuk diprogram dan digunakan berulang kali, kebutuhan perawatannya pun sangat minimal.

Cobot Itu Berbahaya Bagi Manusia

Robot buatan industri tradisional tidak bisa bekerja dengan manusia secara berdampingan tanpa masalah keamanan yang serius. Diakui, robot tradisional dapat menangani material yang lebih berat dan besar, namun robot tersebut membutuhkan ruang pengaman sendiri untuk menjaga manusia agar tidak terkena risiko kecelakaan kerja pada saat difungsikan.

Cobot berbeda dari robot industri tradisional. Cobot dibuat dengan mempertimbangkan keselamatan manusia dan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Cobot dirancang khusus untuk bekerja berdampingan dengan manusia, sebagai solusi dengan tingkat error yang sangat kecil, masalah keamanannya juga hampir tidak ada, karena memang cobot sudah aman, cobot dan manusia dapat bekerja bersama, tanpa perlu ruang pengaman tersendiri.

Salah satu perusahaan yang sudah membuktikan kehebatan cobot adalah PT JVC Electronics Indonesia (JEIN). Sebagai pemimpin dunia dalam produk elektronik dan hiburan, JEIN merasa butuh untuk mengotomatisasi operasi pabriknya, agar tetap kompetitif.

Keselamatan juga merupakan faktor penting bagi JEIN, yang percaya bahwa Universal Robot mampu beroperasi secara efisien dan aman. Cobot UR, yang dirancang dengan sistem keselamatan yang sudah paten, memungkinkan para karyawan untuk bekerja jarak dekat tanpa perlu pengaman (karena manusia merupakan aset yang rentan risiko K3).

Selain itu, cobot mampu membebaskan para pekerja dari tugas-tugas berisiko tinggi, seperti menyolder dan memisahkan bagian PCB yang dipotong, yang mengeluarkan asap dan partikel debu yang berbahaya dan lain-lain.

“Salah satu fitur utama dari robot UR3 adalah fitur keselamatan yang adaptif dan konsisten, robot-robot ini mampu mendeteksi adanya ancaman kerja eksternal, langsung berhenti beroperasi ketika terjadi bahaya. Karyawan-karyawan kami bisa bekerja dalam jarak dekat dengan cobot tanpa harus khawatir akan risiko kecelakaan kerja,” kata Sukijan, supervisi pabrik di JEIN.

Cobot Itu Mahal

Sebenarnya mitos ini ada benarnya juga, robot itu memang ada yang mahal. Tapi tidak untuk semua jenis robot. Biaya awal pemasangan cobot biasanya lebih murah daripada robot tradisional, dengan periode pengembalian rata-rata dua belas bulan saja.

Cobot itu hemat biaya dan ekonomis, hanya perlu investasi yang kecil saja, mengingat kalau robot-robot ini tidak memerlukan penyesuaian infrastruktur yang besar. Tidak seperti robot tradisional, cobot sendiri dapat digunakan kembali untuk berbagai fungsi di jalur produksi lain yang mampu digunakan setiap saat.

Indonesia sekarang ini sedang mengambil strategi proaktif untuk tetap bisa menjadi negara yang kompetitif di pasar global, dengan mengadopsi sistem otomatisasi. Saat ini, perusahaan-perusahaan Indonesia sedang beralih ke masa depan yang didorong oleh teknologi.

Otomasi dan manusia bukanlah khayalan belaka, tetapi akan berlanjut dengan baik dan aman, dengan menggunakan robot kolaboratif yang mudah untuk digunakan bagi manusia. Robot-robot akan terus berkembang dan ada bersama dengan kita, untuk kebaikan bersama umat manusia ke depannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Depan DPP PKB

Banyak Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Depan DPP PKB

Bisnis | Senin, 06 Juli 2020 | 05:05 WIB

Gerakan Mulai dari Lemari Ajak Masyarakat Tak Beli Baju Selama Tiga Bulan

Gerakan Mulai dari Lemari Ajak Masyarakat Tak Beli Baju Selama Tiga Bulan

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2020 | 18:49 WIB

Canggih! Toko Ini Menggunakan Tenaga Robot untuk Menjaga Kasir

Canggih! Toko Ini Menggunakan Tenaga Robot untuk Menjaga Kasir

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 15:36 WIB

Terkini

Heboh Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby: Ketika Selisih Usia Jadi Cermin Standar Ganda Kita

Heboh Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby: Ketika Selisih Usia Jadi Cermin Standar Ganda Kita

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:15 WIB

Stigma Tubuh Perempuan dan Warisan Tabu dalam Bahasa Sehari-hari

Stigma Tubuh Perempuan dan Warisan Tabu dalam Bahasa Sehari-hari

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:15 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Tanpa Ujian, Status Jadi PNS dengan Tes

Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Tanpa Ujian, Status Jadi PNS dengan Tes

Riau | Senin, 21 September 2026 | 19:13 WIB

Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka

Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 19:13 WIB

Posisi Kasur Lesehan di Lantai Menurut Feng Shui Aman atau Tidak? Ini Penataannya

Posisi Kasur Lesehan di Lantai Menurut Feng Shui Aman atau Tidak? Ini Penataannya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 19:10 WIB

Bahlil Tindaklanjuti Rencana Batu Bara Jadi Bensin untuk Kurangi Impor

Bahlil Tindaklanjuti Rencana Batu Bara Jadi Bensin untuk Kurangi Impor

Video | Senin, 21 September 2026 | 19:08 WIB

FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:05 WIB

Aturan Saham Rp1 Diterapkan per 28 September 2026

Aturan Saham Rp1 Diterapkan per 28 September 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:02 WIB

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:00 WIB

Pertamina Bantah Isu Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Pertamina Bantah Isu Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:56 WIB

×