Jokowi Bicara Ekonomi Global: Tak Semakin Mudah, Tapi Makin Sulit

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 23 Juli 2020 | 12:35 WIB
Jokowi Bicara Ekonomi Global: Tak Semakin Mudah, Tapi Makin Sulit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikuti KTT ASEAN ke 36 secara Virtual. (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kondisi ekonomi saat ini tidak mudah dan sangat sulit mengendalikan pandemi Covid-19 dan ekonomi secara beriringan. Hal ini dikatakan Jokowi saat Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

"Kita tahu semua keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah, keadaan yang sangat sulit. Bagaimana mengendalikan covid dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan bukan hal yang mudah," ujar Jokowi.

Ia menceritakan bahwa perkembangan ekonomi global sangat dinamis dan berubah dengan sangat cepat.

"Tiga bulan lalu saya telepon Managing Director IMF, dia mengatakan kepada saya 'Presiden Jokowi kemungkinan tahun ini ekonomi global akan minus 2,5 persen dari sebelumnya 3, minus 3,5 persen, sekarang diperikirakan minus 2,5 persen. Kemudian 2 bulan lalu saya telepon Bank Dunia, beda lagi jawabannya, pertumbuhan ekonomi dunia hanya tumbuh minus 5 persen, bukan tumbuh minus 5 persen," ucap dia.

Sementara kata Jokowi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari OECD (Organization for Economic Co-Operation dan Development) hanya akan tumbuh minus 6 sampai minus 7, 6 persen.

Karenanya, kata Jokowi, pertumbuhan ekonomi selalu berubah, sangat dinamis dan semakin sulit.

"Gambaran apa yang ingin saya sampaikan? Bahwa setiap bulan selalu berubah-berubah, sangat dinamis dan posisinya tidak semakin mudah tapi makin sulit, minus 2,5 ganti, sebulan berikutnya jadi minus 5, sebulan berikutnya jadi minus 6 sampai minus 7 persen, gambaran kesulitannya seperti itu," ujarnya.

Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga membandingkan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara.

"OECD juga menyampaikan, coba kita lihat beberapa negara menurut Perancis akan minus 17 persen, Inggris minus 15 persen, Jerman minus 11 persen, Amerika minus 9,7 persen, Jepang minus 8,3 persen, Malaysia minus 8 persen," kata Jokowi.

baca juga

"Bayangkan isinya minus 4 dan minusnya adalah dalam posisi yang gede-gede seperti ini. Kita indonesia di kuartal 1 masih plus. sebelumnya kita plus 5. kuartal 1 2020 masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal 2 kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya bisa minus 4,3 persen sampai mungkin 5. apa yang harus kita lakukan?," sambungnya.

Karena itu, Kepala Negara meminta kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk secepatnya memberikan relaksasi kepada UMKM dan koperasi agar tidak terkena imbas dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

"Berikan yang namanya restrukturisasi kepada ukm, kepada koperasi secepat-cepatnya agar tidak kena imbas dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat karena 215 negara itu sama keadaannya kena pandemi covid, kena krisis ekonomi, sama persis," tutur dia.

Jokowi berharap di kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali naik.

Ia juga meminta jajarannya ikut bergerak cepat menumbuhkan perekonomian Indonesia

"Kita berharap di kuartal ketiga ini kita sudah harus naik lagi. kalau nggak gak ngerti saya betapa akan sulit kita. Oleh sebab itu saya mengajak pada kita semuanya untuk bergerak menumbuhkan ekonomi agar tidak semakin turun tetapi bisa diungkit kembali naik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Setiap Pagi Sarapan Angka, Bukan Nasi Goreng Atau Roti

Presiden Jokowi Setiap Pagi Sarapan Angka, Bukan Nasi Goreng Atau Roti

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2020 | 11:22 WIB

Menpora: Presiden Jokowi Restui Penggunaan Hambalang

Menpora: Presiden Jokowi Restui Penggunaan Hambalang

Sport | Rabu, 22 Juli 2020 | 22:09 WIB

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2020 | 21:18 WIB

Gibran Maju Pilkada Solo, Ruhut: Yang Ribut Itu Barisan Sakit Hati

Gibran Maju Pilkada Solo, Ruhut: Yang Ribut Itu Barisan Sakit Hati

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 20:17 WIB

Tugas dan Fungsi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang Dibubarkan Jokowi

Tugas dan Fungsi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang Dibubarkan Jokowi

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 10:08 WIB

Survei Charta Politika: Prabowo Menteri Kinerja Terbaik di Kabinet Jokowi

Survei Charta Politika: Prabowo Menteri Kinerja Terbaik di Kabinet Jokowi

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 17:28 WIB

CEK FAKTA: 3 Bulan Nikah, Istri Ceraikan Suami Karena Dukung Jokowi, Benar?

CEK FAKTA: 3 Bulan Nikah, Istri Ceraikan Suami Karena Dukung Jokowi, Benar?

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 18:49 WIB

Terkini

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:36 WIB

×