Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kasus Corona yang Makin Meningkat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 24 Agustus 2020 | 07:24 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kasus Corona yang Makin Meningkat
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan akhir pekan lalu mengalami penurunan karena pemulihan ekonomi dunia yang makin lambat, imbas kebijakan penguncian atau lockdown yang dilakukan kembali sejumlah negara akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Mengutip Xinhua, Senin (24/8/2020), West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun 48 sen menjadi 42,34 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 55 sen menjadi 44,35 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Pelemahan juga terjadi setelah data menunjukkan adanya perlambatan laju pertumbuhan output di zona euro. Kondisi itu dijadikan indikator melemahnya permintaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Indeks Manajer Pembelian Komposit Zona Euro, ukuran utama kesehatan ekonomi, turun menjadi 51,6 pada Agustus dari pembacaan Juli 54,9 berdasarkan laporan dari penyedia informasi global yang berbasis di London IHS Markit.

Harga minyak mentah juga di bawah tekanan karena perusahaan jasa ladang minyak yang berbasis di Houston, Baker Hughes, melaporkan kenaikan jumlah rig minyak AS. Jumlah rig aktif AS yang mengebor minyak meningkat 11 rig menjadi 183 rig minggu ini.

Jumlah impor minyak mentah India turun pada bulan Juli ke level terendah sejak Maret 2010. Sementara pengendara AS, berkendara 13 persen lebih sedikit pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya, papar data yang dirilis Departemen Transportasi AS.

Perusahaan minyak nasional Libya mengatakan dapat memulai kembali ekspor minyak setelah pemerintah negara Afrika Utara yang diakui secara internasional di Tripoli mengumumkan gencatan senjata, yang semakin menekan harga minyak.

Ekspor minyak Libya tersebut akan menambah output dari OPEC +, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia. Kelompok OPEC + telah memfokuskan perhatian pada anggotanya agar tidak memproduksi minyak berlebihan dan bertentangan dengan komitmen mereka sebelumnya untuk memangkas produksi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Merosot 1 Persen Imbas Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Dunia Merosot 1 Persen Imbas Kelebihan Pasokan

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 09:09 WIB

Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Stabil

Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Stabil

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2020 | 07:37 WIB

Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2020 | 07:16 WIB

Terkini

Bubar pada Agustus 2027, 7 Lagu Ballad SCANDAL yang Wajib Masuk Playlist

Bubar pada Agustus 2027, 7 Lagu Ballad SCANDAL yang Wajib Masuk Playlist

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Beda Fungsi Bedak Marcks Warna Pink vs Natural Beige, Jangan Sampai Salah Beli!

Beda Fungsi Bedak Marcks Warna Pink vs Natural Beige, Jangan Sampai Salah Beli!

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:00 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lampung | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:50 WIB

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Riau | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:43 WIB

×