Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Ciptakan Tenaga Kerja Terampil Lewat CQU

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 10 September 2020 | 09:22 WIB
Ciptakan Tenaga Kerja Terampil Lewat CQU
Ilustrasi Menciptakan Tenaga Kerja Terampil.

Suara.com - Belum lama ini, Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan dengan tema Indonesia Maju. Tinggal 25 tahun lagi merealisasikan Visi Indonesia 2045 pada dirgahayu ke seratus Republik Indonesia, visi Presiden Joko Widodo bahwa di 2045 Indonesia akan menjadi negara maju.

Menjadi pusat dari visi tersebut adalah keberadaan tenaga kerja terampil. Bagian dari visi Industri 4.0, Revolusi Industri terbaru adalah interaksi dan persimpangan antara data, manusia dan mesin.

Tentunya, salah satu rintangan yang dihadapi Industri 4.0 adalah tenaga kerja terampil.

Namun, dari mana asal pekerjaan dan keterampilan itu?

Survei perekrutan terbaru membeberkan pandangan mendalam. Survei Gaji Robert Walter 2019 melaporkan peningkatan perekrutan di bidang perbankan dan keuangan, teknologi informasi, dan ritel online.

Mendukung gagasan ini adalah temuan Global Business Guide bahwa Indonesia akan membutuhkan sekitar 185.000 bankir syariah selama lima tahun ke depan.

Konsultan ahli perekrut Michael Page juga menyoroti pertumbuhan posisi Teknologi Informasi dan Media Digital bagi lulusan muda, sebuah bidang rekrutmen lain yang sangat menarik perhatian.

Di semua bidang ini, ada satu lagi keterampilan yang tidak boleh dilupakan kepentingannya yakni kemampuan untuk berbahasa Inggris dengan lancar. Kebutuhan ini didukung oleh fakta bahwa bahasa umum di ASEAN adalah bahasa Inggris.

Lalu, di mana Anda dapat memperoleh keterampilan-keterampilan ini?

Kabar baiknya, Central Queensland University Jakarta Centre kini hadir di Jakarta dan mengajar program-program di semua bidang berpotensi di Industri 4.0, dalam bahasa Inggris.

Bekerja sama dengan Universitas Bakrie, CQU menawarkan sejumlah dual degree yang akan memberikan Anda keunggulan di Industri 4.0.

"Di tingkat sarjana (S1), ada penawaran double degree dalam Teknologi Informasi dan Media Digital, Komunikasi dan Public Relations serta Bisnis," ujar Rektor Universitas Bakrie, Professor Sofia Alisjahbana dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Pada tingkat Pascasarjana (S2) CQU memiliki dual degree Magister Manajemen dan Master of Business Administration spesialisasi dalam Data Science, E-Commerce dan Perbankan Islam.

Tentu saja, semua program yang CQU tawarkan ini sesuai dengan kebutuhan pasar dan tenaga kerja masa depan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Tenaga Kerja Akibat Covid-19, Produsen Sawit Malaysia Rekrut Napi

Krisis Tenaga Kerja Akibat Covid-19, Produsen Sawit Malaysia Rekrut Napi

News | Rabu, 09 September 2020 | 11:58 WIB

Ratusan TKA Asal China Tiba di Tanjungpinang, Begini Kata Kepala KKP

Ratusan TKA Asal China Tiba di Tanjungpinang, Begini Kata Kepala KKP

Batam | Jum'at, 04 September 2020 | 16:21 WIB

Program Padat Karya Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja di Daerah

Program Padat Karya Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja di Daerah

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:54 WIB

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:50 WIB