Di Tengah Pandemi, Kemensos Lakukan Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:41 WIB
Di Tengah Pandemi, Kemensos Lakukan Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, sesuai Undang-Undang tentang kesejahteraan sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan berbagai kegiatan yang bersifat perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, maupun pemberdayaan sosial.

Sejak kuartal pertama tahun ini, Kemensos melakukan kegiatan cukup banyak, dengan anggaran sangat besar, berupa bantuan sosial (bansos) yang bersifat reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH),

“Perlindungan sosial dilakukan sejak kuartal pertama tahun ini, dengan melakukan kegiatan cukup banyak dengan anggaran sangat besar berupa bansos yang bersifat reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH), ” ujar Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara, saat memberikan sambutan "Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru FISIP Universitas Pansundan Bandung” secara online, di Rumah Dinas Jalan Widya Chandra IV No 18 Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Saat ini, kata Juliari, untuk penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditambahkan uang tunai Rp 500 ribu, dan penerima PKH ditambah bantuan beras sebanyak 15 kilogram per keluarga untuk 3 bulan.

“Di luar itu, program lain seperti santunan kematian bagi ahli waris korban Covid-19, dukungan untuk balai-balai rehabilitasi sebagai tempat isolasi mandiri, program tambahan seperti logistik dan beberapa alat kesehatan tetap dilakukan untuk compliment program perlindungan sosial sudah berjalan," ujarnya.

Menurut Juliari, Kemensos dengan slogan "Kemensos Hadir", tentunya tidak mudah menerapkannya, namun senantiasa bekerja untuk menjalankan program-program kerja yang mengacu kepada slogan tersebut.

“Semua program kerja Kementerian Sosial RI itu baik yang bersifat untuk perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, penanganan fakir miskin, serta pemberdayaan sosial mengacu pada slogan Kemensos Hadir, ” tandas Juliari.

Pada situasi Covid-19, masih banyak warga terdampak yang belum tersentuh oleh program bantuan, sehingga pemerintah daerah (pemda) diharapkan dapat membantu warga yang belum mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat menganggarkan untuk penanganan Covid-19 hampir Rp 700 triliun. Rp 240 triliun untuk perlindungan sosial dan sekitar Rp 120 triliun ada di Kemensos. Seharusnya dengan anggaran sebesar ini ditambah dari pemda, serta pihak swasta maupun perorangan bisa tertangani dengan baik," ujar Juliari.

baca juga

Ia berpesan kepada para mahasiwa, dalam memasuki situasi kehidupan dan suasana baru di tengah situasi sulit, tidak saja merasa prihatin, tapi benar-benar memiliki semangat, motivasi serta optimisme yang tinggi.

“Selama mahasiswa dituntut jadi pribadi lebih dewasa dan bertanggung jawab, mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk memasuki dunia baru, yaitu dunia pekerjaan terlepas di sektor swasta atau pegawai negeri sipil. Saya kira sama saja, tujuan akhirannya bagaimana menjadi putra-putri generasi bangsa yang bisa diandalkan dan membawa negara dan bangsa ini lebih maju lagi, ” imbuh Juliari.

Selama kegiatan belajar mengajar, pastinya tidak bisa berjalan normal, gunakan segala keterbatasan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan para mahasiswa baru dan segenap civitas akademika dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Juliari mengingatkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman serta menghindari kerumuman. Jika disiplin dilakukan dimulai dari diri sendiri, penularan Covid-19 akan semakin turun dan sebagai kalangan terdidik harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Akhirnya, selamat mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru FISIP Universitas Pasundan Bandung pada Jumat tanggal 2 Oktober tahun 2020, semoga sehat selalu dan semoga Universitas Pasundan Bandung tetap jaya dan semakin bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas, ” pungkas Julari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adik Ipar Joy Tobing Juga Positif COVID-19

Adik Ipar Joy Tobing Juga Positif COVID-19

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:37 WIB

Bantuan Covid-19 Kabupaten Serang Akan Disalurkan Langsung, Asalkan...

Bantuan Covid-19 Kabupaten Serang Akan Disalurkan Langsung, Asalkan...

Banten | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:36 WIB

Sembuh dari COVID-19, Begini Perjuangan Joy Tobing

Sembuh dari COVID-19, Begini Perjuangan Joy Tobing

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:14 WIB

Duh, 80 Persen Industri di Karawang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Duh, 80 Persen Industri di Karawang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:55 WIB

Kemenkes Ungkap Cara Agar Mental Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19

Kemenkes Ungkap Cara Agar Mental Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:50 WIB

Covid-19: Wisma Atlet Buka Tower 8, Khusus Pasien OTG

Covid-19: Wisma Atlet Buka Tower 8, Khusus Pasien OTG

Video | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×